Pada 23 April lalu, Nokia membuktikan bahwa strateginya bekerja dengan membukukan hasil keuangan kuartal pertama yang mengesankan . Penjualan bersih tumbuh 4% secara tahunan (YoY) menjadi €4,5 miliar, dengan laba operasional yang disesuaikan melampaui konsensus analis sekitar 11%
. Bintang sesungguhnya adalah segmen AI & Cloud. Pendapatan dari segmen ini melonjak 49%, kini menyumbang 8% dari total penjualan grup. Bahkan lebih impresif, Nokia membukukan pesanan baru senilai €1 miliar hanya dalam satu kuartal
. Pendapatan dari Jaringan Optik, yang vital untuk pusat data AI, tumbuh 20%, dan margin operasional meningkat 200 basis poin
.
Untuk memantapkan langkahnya, pada 21 Mei Nokia meresmikan AI Networking Innovation Lab di Sunnyvale, California, tepat di jantung Silicon Valley . Lab ini bukan sekadar ruang pamer. Ini adalah pusat inovasi konkret di mana Nokia berkolaborasi dengan raksasa cloud dan AI untuk merancang, menguji, dan memvalidasi arsitektur jaringan pusat data yang native untuk AI
. Fasilitas ini menjadi tempat uji coba bagi Desain Tervalidasi Nokia bersama para mitra, memperkuat narasi bahwa Nokia adalah pesaing serius di dunia jaringan pusat data AI
.
Di saat yang sama, Nokia diam-diam membangun cerita pertumbuhan kedua. Nokia Belgia bergabung dalam konsorsium bersama COBBS BELUX dan perusahaan teknologi pertahanan AS, Anduril Industries, untuk mengembangkan program sovereign counter-unmanned aerial system (C-UAS) bagi Belgia . Tujuannya: melindungi situs militer dan infrastruktur penting nasional dari ancaman drone. Pivot ke sektor pertahanan ini, dikombinasikan dengan dorongan AI, melengkapi narasi pertumbuhan Nokia dengan dua mesin sekaligus: pusat data hyperscale dan jaringan aman kelas militer
.
Di tengah momentum positif ini, para eksekutif puncak Nokia melakukan pembelian saham perusahaan di harga €12,09 . Aksi beli oleh orang dalam (insider trading) ini adalah sinyal yang sangat kuat bagi pasar, menunjukkan keyakinan mereka bahwa transformasi besar-besaran ini akan terus berlanjut.
Tidak mengherankan, rangkaian berita positif ini mendorong gelombang peningkatan peringkat dan target harga dari para analis. Beberapa laporan mengonfirmasi bahwa upgrade dari berbagai firma besar terjadi setelah rilis kinerja Q1 dan pengumuman investasi Nvidia . Salah satu faktornya, saham Nokia bahkan berhasil mengungguli kenaikan saham Nvidia sendiri yang 'hanya' 20% tahun ini
. Penilaian ulang (re-rating) saham ini secara luas diatribusikan pada momentum pendapatan dan pesanan AI yang konkret, membuat para analis menaikkan ekspektasi mereka
.
Comments
0 comments