Dana Khusus Bonus Semikonduktor: Sebuah dana bonus manajemen khusus yang baru ditetapkan sebesar 10,5% dari laba operasional bisnis semikonduktor (DS) Samsung . Jika digabungkan dengan program Insentif Laba Berlebih (Over Profit Incentive/OPI) yang sudah ada, sekitar 12% dari laba operasional tahunan secara efektif dicadangkan untuk karyawan semikonduktor selama periode 10 tahun ke depan
.
Struktur Bonus untuk 78.000 Pekerja Chip: Sekitar 78.000 pekerja di divisi chip akan menerima bonus berbasis saham ( treasury stock) sesuai formula tersebut, ditambah bonus tunai tambahan sebesar 1,5% . Selain itu, semua pekerja chip akan mendapatkan bonus tunai reguler sebesar 50% dari kompensasi tahunan mereka
.
Angka-angka ini didasarkan pada proyeksi laba operasional Samsung tahun 2026 yang fantastis berkat booming kecerdasan buatan (AI).
Beberapa laporan menyebutkan angka yang sedikit lebih tinggi, dengan rata-rata sekitar $416.000 (sekitar Rp6,2 miliar) per karyawan semikonduktor — variasi ini mencerminkan perbedaan dalam memproyeksikan total dana di bawah formula bagi hasil yang baru .
Kesepakatan yang sangat menguntungkan divisi chip memori ini telah memicu kemarahan dan kecemburuan yang intens dari karyawan di divisi Device eXperience (DX)—yang membuat ponsel, TV, dan peralatan rumah tangga—serta divisi non-memori lainnya. Berikut adalah keluhan utamanya:
Kesenjangan Bonus 100 Berbanding 1: Sementara pekerja chip memori papan atas bisa menerima bonus hingga 600 juta won (~Rp6,8 miliar), karyawan divisi DX diperkirakan hanya akan menerima pembayaran sebesar 6 juta won (~Rp68 juta) dalam bentuk saham perusahaan . Bahkan, bonus ini lebih kecil daripada yang diterima karyawan di unit non-memori divisi DS yang masih merugi
.
Kampanye Resmi untuk Menolak: Karyawan divisi DX meluncurkan kampanye formal untuk menolak perjanjian ini, dengan alasan bahwa kesepakatan itu hampir tidak memberikan apa-apa kepada mereka sementara memberikan bagian yang sangat tidak proporsional kepada pekerja chip .
Moral Internal Hancur: Para pemimpin serikat pekerja dari divisi non-chip dan karyawan mengatakan kesepakatan ini "menghancurkan rasa keseimbangan" di dalam perusahaan . Papan pesan internal perusahaan dipenuhi dengan komentar yang menggambarkan suasana seperti "perusahaan ini sedang runtuh"
.
Gugatan Pemegang Saham: Para pemegang saham juga melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan hukum untuk memblokir pembayaran tersebut dengan alasan bahwa struktur bonus ini berlebihan dan hanya menguntungkan satu divisi dengan mengorbankan perusahaan secara keseluruhan .