Teleskop Luar Angkasa SPHEREx NASA menggunakan spektroskopi inframerah dekat untuk mengintip debu tebal dan mengungkap 77 kuasar "merah" yang sebelumnya tersembunyi [5][7]. Temuan ini lebih dari dua kali lipat jumlah kuasar teredam yang diketahui pada jarak redshift 1.5 hingga 3.9, termasuk tujuh kuasar pertama yang...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did NASA's SPHEREx telescope discover 77 new heavily reddened quasars, what does this tell us about the "blow-out" phase of supermassive. Article summary: Here is the answer based on the study “Hidden Monsters with SPHEREx I: A goldmine for heavily reddened quasars at cosmic noon,” submitted in May 2026 [8].. Topic tags: general, government, academic, education, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Scientists found that quasars emit radiation strong enough to shut down star formation in nearby galaxies millions of light-years away. Artist's concept of a galaxy with a brillian" source context "Monster black holes are silencing star formation across the universe | ScienceDaily" Reference image 2: visual subject "### "Rule-Breaking," Extremely Fast-Growi
Berikut adalah penjelasan berdasarkan studi “Hidden Monsters with SPHEREx I: A goldmine for heavily reddened quasars at cosmic noon,” yang dirilis pada Mei 2026 .
Bagaimana SPHEREx Melakukan Penemuan Ini
Observatorium SPHEREx milik NASA dirancang untuk menciptakan peta spektral 3D seluruh langit dalam 102 warna, menggunakan teknik spektroskopi untuk memisahkan cahaya menjadi panjang gelombang penyusunnya . Berbeda dengan survei teleskop optik biasa yang bisa kehilangan objek sangat teredam debu, spektroskopi inframerah-dekat SPHEREx sangat cocok untuk menemukan kuasar yang cahayanya telah sangat terpengaruh oleh debu antarbintang
.
Tim peneliti mengidentifikasi kandidat heavily reddened quasars (HRQ)—kuasar yang cahayanya sangat memerah karena debu—lalu menggunakan data spektrofotometri SPHEREx untuk mengonfirmasi mereka sebagai kuasar bergaris lebar yang bercahaya tinggi dan terobscurasi debu, sekaligus mengukur jarak (redshift) mereka . Hasilnya adalah 77 HRQ baru pada jarak redshift 1,5 < z < 3,9, yang secara dramatis memperluas sampel objek langka ini yang sebelumnya telah diketahui
.
Apa yang Diungkapkan tentang Fase “Blow-out”
HRQ diperkirakan mewakili fase singkat dan intens dari pertumbuhan dan feedback lubang hitam supermasif . Selama fase ini, lubang hitam kemungkinan besar mengakresi materi dengan sangat cepat, sementara kuasarnya sendiri masih terselubung tebal oleh debu, sehingga membuatnya tampak sangat merah
.
Dalam gambaran evolusi yang umum dibahas, feedback dari inti galaksi aktif (AGN) dapat mendorong aliran keluar (outflows) gas dan debu yang mulai membersihkan material penghalang di sekitar lubang hitam yang sedang tumbuh . Fase "pembersihan" inilah yang disebut sebagai fase “blow-out”. Fase ini diperkirakan berlangsung singkat, yang menjelaskan mengapa HRQ sangat langka dan mengapa sampel besar selama ini sulit dikumpulkan
. Sampel baru dari SPHEREx memberikan basis data yang jauh lebih besar untuk mempelajari sifat populasi seperti luminositas, tingkat pemerahan oleh debu, dan keterkaitan antara populasi kuasar yang terobscurasi dan tidak terobscurasi
.
Mengapa HRQ adalah Tahap Transisi Kunci dalam Evolusi Galaksi
Objek-objek ini diyakini menempati tahap kritis saat lubang hitam supermasif yang sedang tumbuh cepat dan terselubung debu mungkin sedang bertransisi menuju fase kuasar klasik yang tidak terhalang debu . Dalam gambaran ini:
Dengan mengidentifikasi 77 HRQ di rentang redshift ini, SPHEREx menyediakan sampel baru yang luar biasa kuat untuk menguji apakah kuasar yang sangat memerah menandai fase blow-out singkat namun penting yang menghubungkan pertumbuhan lubang hitam, feedback, dan evolusi galaksi selama era "siang kosmik" (masa puncak pembentukan bintang dan pertumbuhan lubang hitam di alam semesta) .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Teleskop Luar Angkasa SPHEREx NASA menggunakan spektroskopi inframerah dekat untuk mengintip debu tebal dan mengungkap 77 kuasar "merah" yang sebelumnya tersembunyi [5][7].
Teleskop Luar Angkasa SPHEREx NASA menggunakan spektroskopi inframerah dekat untuk mengintip debu tebal dan mengungkap 77 kuasar "merah" yang sebelumnya tersembunyi [5][7]. Temuan ini lebih dari dua kali lipat jumlah kuasar teredam yang diketahui pada jarak redshift 1.5 hingga 3.9, termasuk tujuh kuasar pertama yang pernah teridentifikasi pada jarak redshift 3 [5][8].
Objek ini, disebut Heavily Reddened Quasars (HRQ), diyakini sebagai fase "blow out" singkat ketika radiasi intens lubang hitam mulai meniup keluar selubung gas dan debu yang menyelimutinya [5][7][8].