Ferrari Luce adalah grand tourer listrik seharga €550.000+ (sekitar Rp10 miliar) dengan baterai 122 kWh dan penggerak empat motor AWD. CEO Benedetto Vigna memangkas target penjualan EV Ferrari 2030 menjadi hanya 20%, menegaskan bahwa pilihan pelanggan dan netralitas teknologi lebih utama daripada tekanan regulasi.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the key specifications, pricing, and strategic significance of Ferrari's first fully electric vehicle, the Luce, and how does it re. Article summary: The Ferrari Luce — meaning "light" in Italian — is Maranello's first production EV, set for full unveiling today (May 25, 2026) in Rome. It arrives late relative to mass-market rivals and even many luxury competitors, an. Topic tags: general, general web, education, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# 2028 Ferrari Luce. The 2028 Ferrari Luce marks Maranello’s first all-electric production model, bringing Ferrari’s performance DNA into the premium EV segment. It aims to deliver" source context "2028 Ferrari Luce Review: Expert Insights, Pricing, and Trims" Reference image 2: visual subject "1 month
Ferrari Luce—yang berarti "cahaya" dalam bahasa Italia—melakukan debut publik penuhnya di Roma pada 25 Mei 2026, sebagai mobil listrik produksi pertama dari Maranello . Ini adalah grand tourer berpenggerak empat motor dengan tenaga 1.113 tenaga kuda yang akan dijual dengan harga lebih dari setengah juta dolar AS, namun spesifikasi teknisnya bisa dibilang kurang mengungkapkan banyak hal dibandingkan posisi strategisnya. Ferrari menyebut ini sebagai "tambahan listrik" pada jajaran produknya, bukan transisi listrik, dan CEO Benedetto Vigna telah dengan tegas menyatakan bahwa perusahaan tidak berniat meninggalkan mesin pembakaran internal
.
Alih-alih mengejar rekor efisiensi, Luce dibangun berdasarkan performa ekstrem dan arsitektur listrik khusus yang dikembangkan secara internal. Ferrari menciptakan platform 880 volt khusus untuk Luce, dengan nama proyek F222, yang mendasari gaya bodi empat pintu, empat kursi yang filosofinya sebanding dengan Purosangue bermesin bensin .
Spesifikasi utama meliputi:
Harga resmi belum diumumkan secara formal oleh Ferrari, tetapi pemberitaan yang konsisten menempatkan harga awal di Eropa sekitar €500.000 hingga €550.000, yang setara dengan kira-kira Rp10 miliar di kisaran tertinggi . Beberapa media menyebutkan angka mendekati $823.000, yang mungkin mencerminkan varian dengan opsi penuh atau edisi pertama
.
Ini menjadikan Luce secara signifikan lebih mahal daripada model produksi andalan Ferrari saat ini, SUV Purosangue, yang dimulai dari sekitar €450.000, dan menetapkannya sebagai Ferrari produksi seri termahal yang pernah ditawarkan . Permintaan pra-pesan Ferrari untuk Luce bahkan sudah digambarkan sebagai "sangat positif" sebelum pengungkapan resmi berlangsung
.
Signifikansi Luce jauh melampaui lembar spesifikasinya karena ini adalah artikulasi paling jelas tentang bagaimana pabrikan otomotif paling menguntungkan per unitnya ini berencana menavigasi era listrik.
CEO Benedetto Vigna telah berulang kali menggunakan frasa "tambahan listrik, bukan transisi listrik" untuk menggambarkan pendekatan Ferrari . Berbicara di E-Summit IIT Bombay pada akhir tahun 2025, Vigna menegaskan bahwa EV akan hidup berdampingan bersama model bensin dan hibrida, bukannya menggantikannya
. Perusahaan sejak saat itu telah memotong target penjualan EV 2030-nya menjadi setengah—dari 40% menjadi hanya 20%—dalam langkah yang memicu penurunan saham 16% tetapi menegaskan komitmen Ferrari terhadap netralitas teknologi
.
Elemen inti dari strategi ini meliputi:
Pendekatan Ferrari penting karena kekuatan sinyalnya yang tidak proporsional. Dengan laba sekitar $100.000 per kendaraan, kapitalisasi pasar dan margin perusahaan ini berarti baik investor maupun produsen otomotif lain sama-sama meneliti jalur elektrifikasinya. Luce menandakan divergensi yang jelas dari buku panduan EV pasar massal: di mana produsen volume terpaksa menetapkan target agresif kemudian menariknya kembali, Ferrari memasuki ruang ini dengan persyaratannya sendiri—dengan harga ekstrem, volume terkendali, dan masa depan multi-penggerak yang eksplisit. Jika Luce sukses secara komersial—dan semua indikasi menunjukkan itu akan langsung ludes—maka hal ini memperkuat argumen bahwa ekuitas merek dan karakter berkendara jauh lebih penting daripada angka jangkauan atau kecepatan pengisian daya di puncak pasar mewah.
Yang sama pentingnya adalah apa yang secara eksplisit tidak dilakukan oleh Ferrari. Tidak seperti poros semua-listrik Jaguar atau target ambisius Mercedes untuk lini EQS, Ferrari tidak memperlakukan EV-nya sebagai pernyataan eksistensial tentang masa depan mobil. Ini adalah model tunggal dalam jajaran yang akan terus menyertakan mesin V6, V8, dan V12 untuk masa depan yang dapat diperkirakan. Dalam industri yang masih bergulat dengan ketidakpastian permintaan dan tekanan regulasi, Maranello berargumen bahwa kemewahan sejati adalah pilihan pelanggan, dan bahwa jalur yang menguntungkan sepanjang tahun 2020-an dan 2030-an tidak memerlukan pengabaian massal terhadap pembakaran internal.
Maka, Luce bukan sekadar mobil listrik pertama Ferrari. Ini adalah studi kasus paling percaya diri dari industri otomotif tentang bagaimana sebuah merek performa ultra-mewah dapat menambahkan elektrifikasi tanpa kehilangan identitasnya—atau marginnya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Ferrari Luce adalah grand tourer listrik seharga €550.000+ (sekitar Rp10 miliar) dengan baterai 122 kWh dan penggerak empat motor AWD.
Ferrari Luce adalah grand tourer listrik seharga €550.000+ (sekitar Rp10 miliar) dengan baterai 122 kWh dan penggerak empat motor AWD. CEO Benedetto Vigna memangkas target penjualan EV Ferrari 2030 menjadi hanya 20%, menegaskan bahwa pilihan pelanggan dan netralitas teknologi lebih utama daripada tekanan regulasi.
Pendekatan hati hati yang mengutamakan margin ini menjadi antitesis dari strategi EV massal, menandakan bahwa segmen ultra mewah akan berelektrifikasi dengan persyaratannya sendiri yang menguntungkan.