Donald Trump mengatakan nota kesepahaman perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sudah “sebagian besar dinegosiasikan,” meski detail akhir masih dibahas. Kerangka awal kesepakatan dilaporkan mencakup penghentian sementara pengayaan uranium Iran, pelonggaran sanksi AS, serta langkah untuk membuka kembali Selat Hor...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What has Donald Trump announced about a largely negotiated memorandum of understanding with Iran, including his calls with regional leaders. Article summary: Trump said a peace deal with Iran has been “largely negotiated,” subject to final details, and said it would include reopening the Strait of Hormuz. He said this came after calls with Israel and several regional leaders,. Topic tags: general, general web, user generated, government. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Trump says framework of Iran deal 'largely negotiated,' with provision to reopen strait. WASHINGTON/ISLAMABAD/NEW DELHI - US President Donald Trump wrote on Saturday that a memor" source context "Trump says framework of Iran deal 'largely negotiated,' with provision to reopen strait | GMA News Online
Sebuah kemungkinan terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran mulai terlihat. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sebuah nota kesepahaman perdamaian (Memorandum of Understanding/MOU) antara kedua negara telah “sebagian besar dinegosiasikan,” setelah serangkaian komunikasi dengan pemimpin negara‑negara Timur Tengah dan Israel.
Jika benar terealisasi, kerangka kesepakatan ini dapat membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling penting di dunia, sekaligus membuka jalan bagi negosiasi lebih luas mengenai program nuklir Iran dan pelonggaran sanksi ekonomi.
Namun sejumlah pejabat dan laporan media menyebut dokumen yang ada saat ini masih berupa kerangka awal, bukan perjanjian final yang mengikat.
Trump mengatakan perkembangan ini muncul setelah ia melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin kawasan. Menurut pernyataannya dan laporan media, ia berbicara dengan pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain, serta melakukan panggilan terpisah dengan Israel.
Setelah percakapan tersebut, Trump menyebut negara‑negara yang terlibat hampir menyelesaikan apa yang ia sebut sebagai “Memorandum of Understanding terkait PERDAMAIAN.” Meski begitu, ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut masih harus difinalisasi oleh Amerika Serikat, Iran, dan para negara yang ikut dalam proses pembicaraan.
Langkah ini muncul setelah berbulan‑bulan ketegangan militer pada 2026 yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sebelum akhirnya diikuti upaya gencatan senjata dan diplomasi untuk mencegah konflik regional yang lebih luas.
Sejumlah laporan menyebut proposal yang sedang dibahas berupa dokumen singkat—bahkan disebut hanya satu halaman—yang memuat prinsip dasar untuk menghentikan permusuhan dan memulai negosiasi lanjutan.
Beberapa poin yang dilaporkan termasuk:
Jika kerangka ini diterapkan, kesepakatan tersebut pada dasarnya akan menghentikan sementara permusuhan dan memulai fase diplomasi baru menuju perjanjian yang lebih komprehensif.
Salah satu elemen paling penting dari kesepakatan ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur laut sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global dan menjadi rute utama pengiriman minyak dunia.
Gangguan di selat ini dapat berdampak langsung pada pasokan energi global dan harga minyak internasional.
Trump menyatakan bahwa pembukaan kembali selat tersebut akan menjadi bagian dari kesepakatan.
Namun, cara pengelolaan dan pengamanan selat masih menjadi perdebatan. Pemerintah AS menekankan prinsip kebebasan navigasi dan menolak kemungkinan adanya pungutan atau pembatasan oleh pihak mana pun.
Sementara itu, laporan dari media yang berafiliasi dengan Iran menyebut Iran masih akan mempertahankan kendali atau peran manajerial atas selat tersebut, yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan dalam negosiasi.
Walau Trump menggambarkan kesepakatan hampir selesai, beberapa isu penting masih belum terselesaikan.
Amerika Serikat selama bertahun‑tahun menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, yang menjadi salah satu pilar kebijakan Washington terhadap Teheran.
Dalam kerangka kesepakatan yang sedang dibahas, Iran dilaporkan akan menghentikan sementara pengayaan uranium. Namun detail mengenai durasi, batasan, dan mekanisme verifikasi masih belum jelas.
Pertanyaan lain adalah siapa yang akan mengendalikan dan mengamankan jalur pelayaran tersebut jika dibuka kembali.
Versi yang beredar dari pihak AS menekankan kebebasan navigasi internasional, sementara narasi dari media Iran menyatakan bahwa Iran akan tetap memegang kontrol atas selat tersebut.
Perbedaan interpretasi ini menunjukkan bahwa kesepakatan masih dalam tahap negosiasi dan belum sepenuhnya disepakati.
Sejumlah negara memainkan peran penting dalam memfasilitasi komunikasi antara Washington dan Teheran.
Laporan menyebut Pakistan menjadi mediator utama, menyampaikan proposal Iran yang telah direvisi dan membantu menjembatani komunikasi antara kedua pihak.
Selain itu, beberapa negara Teluk yang terlibat dalam pembicaraan dengan Trump juga berperan dalam upaya diplomasi untuk menstabilkan kawasan dan mencegah konflik yang lebih luas.
Keterlibatan banyak negara ini mencerminkan besarnya dampak regional dan global dari konflik tersebut, terutama terhadap stabilitas energi dunia.
Untuk saat ini, nota kesepahaman yang dibahas masih dianggap sebagai kerangka hampir final, tetapi belum menjadi kesepakatan damai yang lengkap. Negosiator masih membahas detail terakhir sebelum pengumuman resmi dibuat.
Jika akhirnya ditandatangani, dokumen ini akan menjadi langkah awal menuju perjanjian yang lebih besar, yang mencakup pembatasan program nuklir Iran, pencabutan sanksi, serta keamanan pelayaran di Teluk Persia.
Apakah kerangka ini benar‑benar berkembang menjadi kesepakatan jangka panjang akan sangat bergantung pada bagaimana kedua pihak menyelesaikan dua isu paling sensitif: pembatasan nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Donald Trump mengatakan nota kesepahaman perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sudah “sebagian besar dinegosiasikan,” meski detail akhir masih dibahas.
Donald Trump mengatakan nota kesepahaman perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sudah “sebagian besar dinegosiasikan,” meski detail akhir masih dibahas. Kerangka awal kesepakatan dilaporkan mencakup penghentian sementara pengayaan uranium Iran, pelonggaran sanksi AS, serta langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Perundingan melibatkan berbagai negara kawasan dan mediator seperti Pakistan setelah berbulan‑bulan ketegangan militer antara AS, Israel, dan Iran.