Perbedaan antara pertumbuhan kurs konstan dan kurs aktual menunjukkan bahwa fluktuasi nilai tukar mata uang cukup signifikan mengurangi pertumbuhan pendapatan yang dilaporkan.
Divisi Jewellery Maisons—yang mencakup Cartier, Van Cleef & Arpels, Buccellati, dan Vhernier—tetap menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan Richemont.
Selama FY2026, merek‑merek ini mencatat pertumbuhan penjualan dua digit pada beberapa periode, sekaligus menghasilkan profitabilitas yang sangat tinggi.
Divisi tersebut menghasilkan sekitar €5 miliar laba operasi dengan margin lebih dari 30%, jauh lebih tinggi dibanding segmen bisnis lainnya di dalam grup.
Permintaan global untuk perhiasan mewah—khususnya dari merek ikonik seperti Cartier dan Van Cleef & Arpels—terus menjadi tulang punggung pendapatan dan profit Richemont.
Secara regional, performa Richemont relatif positif di berbagai pasar, namun Amerika menjadi pendorong pertumbuhan paling menonjol.
Permintaan di Amerika Serikat dan pasar Amerika Utara tetap kuat sepanjang tahun fiskal, membantu menciptakan pertumbuhan dua digit di wilayah tersebut pada beberapa periode.
Kinerja ini juga membawa pencapaian penting di industri. Berdasarkan data pasar yang dikutip Business Insider dan National Jeweler, Richemont melampaui Walmart untuk menjadi peritel perhiasan dan jam tangan terbesar kedua di Amerika Utara berdasarkan penjualan.
Menariknya, posisi ini dicapai dengan jaringan toko yang relatif kecil: sekitar $3,62 miliar penjualan regional berasal dari sekitar 105 butik, terutama melalui merek seperti Cartier dan Van Cleef & Arpels.
Walau pendapatan tumbuh kuat, profitabilitas menghadapi beberapa tekanan eksternal.
Richemont menyebutkan bahwa pelemahan mata uang perdagangan utama dan kenaikan biaya bahan baku berkontribusi pada penurunan margin selama tahun tersebut.
Produksi perhiasan mewah sangat sensitif terhadap harga komoditas—terutama emas—sehingga kenaikan harga dapat dengan cepat memengaruhi margin kotor. Faktor‑faktor ini turut menyebabkan margin operasi turun dari 20,9% menjadi 20,0%.
Divisi Specialist Watchmakers, yang mencakup merek seperti A. Lange & Söhne, Jaeger‑LeCoultre, dan Vacheron Constantin, mencatat kinerja yang lebih lemah dibanding bisnis perhiasan.
Meski begitu, segmen ini menunjukkan tanda stabilisasi pada paruh kedua tahun fiskal setelah sekitar dua tahun perlambatan di pasar jam tangan global.
Hasil FY2026 menegaskan bahwa perhiasan kini menjadi pusat strategi bisnis Richemont. Merek dengan margin tinggi seperti Cartier dan Van Cleef & Arpels terus menghasilkan pertumbuhan yang relatif tahan terhadap siklus ekonomi.
Di sisi lain, hasil tahun ini juga menggambarkan tantangan yang dihadapi perusahaan barang mewah global: volatilitas mata uang, kenaikan harga komoditas, serta permintaan yang tidak merata antar kategori produk.
Meski menghadapi tekanan tersebut, Richemont tetap mampu mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat dan mempertahankan basis keuntungan yang solid—menunjukkan daya tarik jangka panjang dari merek‑merek perhiasan unggulannya.
Comments
0 comments