Karena itu, euro digital dipandang sebagai cara membangun infrastruktur pembayaran yang sepenuhnya berada di bawah kendali Eropa.
Bank komersial tidak menolak inovasi pembayaran digital, tetapi mereka mengkhawatirkan dampak ekonominya.
Analisis ECB memperkirakan biaya investasi awal untuk sektor perbankan bisa mencapai sekitar €4 miliar hingga €5,8 miliar, tergantung pada desain akhir sistem dan layanan yang diwajibkan.
Selain biaya, ada kekhawatiran yang lebih besar: disintermediasi perbankan.
Jika masyarakat dapat menyimpan uang langsung dalam dompet digital yang didukung oleh ECB, sebagian simpanan bisa berpindah dari bank komersial ke sistem bank sentral—terutama saat terjadi krisis atau ketidakpastian finansial.
Bagi bank, simpanan nasabah adalah sumber pendanaan murah yang penting. Jika dana tersebut berkurang, kemampuan bank untuk menyalurkan kredit juga bisa terdampak.
ECB menegaskan bahwa euro digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan bank.
Model yang diusulkan tetap mempertahankan sistem moneter dua tingkat, di mana bank sentral menerbitkan uang, sementara bank dan penyedia pembayaran swasta tetap berperan sebagai perantara yang menyediakan dompet digital dan layanan kepada pelanggan.
Dalam kerangka ini, euro digital berfungsi sebagai infrastruktur dasar, sementara inovasi dan layanan tambahan tetap dikembangkan oleh sektor swasta.
Proyek euro digital masih dalam tahap persiapan dan sangat bergantung pada proses legislasi Uni Eropa.
Jika regulasi disetujui pada 2026, ECB memperkirakan:
Artinya, implementasi penuh masih beberapa tahun lagi.
Sementara itu, sektor swasta bergerak lebih cepat.
Beberapa inisiatif Eropa yang dipimpin industri, seperti European Payments Initiative (EPI) dengan dompet digital Wero serta aliansi EuroPA, mencoba membangun alternatif regional terhadap Visa dan Mastercard. Jaringan ini secara gabungan menargetkan sekitar 130 juta pengguna di 13 negara Eropa.
Sebagian bank lebih menyukai pendekatan berbasis pasar ini, karena memungkinkan mereka mempertahankan hubungan dengan nasabah serta pendapatan dari layanan pembayaran.
Di balik perdebatan teknis dan bisnis, ada dimensi geopolitik yang makin terasa.
ECB berargumen bahwa ketergantungan berlebihan pada infrastruktur pembayaran asing membuat Eropa rentan terhadap tekanan eksternal. Dalam dunia yang semakin terfragmentasi secara geopolitik, kemampuan mengelola sistem pembayaran sendiri dianggap sebagai bagian dari ketahanan ekonomi dan finansial.
Upaya Eropa memperkuat kedaulatan pembayaran berjalan di dua jalur sekaligus:
Konflik kepentingan inilah yang membuat proyek euro digital menjadi salah satu debat kebijakan keuangan paling penting di Eropa saat ini—antara tujuan kedaulatan sistem pembayaran dan kekhawatiran industri perbankan tentang biaya, persaingan, dan masa depan model bisnis mereka.
Comments
0 comments