Pada 22 Mei 2026, platform prediction market berbasis kripto Polymarket mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan ratusan ribu dolar token POL terkuras dari sebuah dompet operasional internal. Dompet tersebut terhubung dengan infrastruktur UMA CTF Adapter di jaringan Polygon.
Perkiraan kerugian bervariasi tergantung waktu pengukuran transaksi, dengan laporan awal sekitar $520.000 dan beberapa laporan lain menyebut totalnya bisa mencapai lebih dari $660.000.
Polymarket menegaskan bahwa insiden ini tidak melibatkan bug pada smart contract inti maupun saldo pengguna. Penyebabnya adalah private key dari dompet operasional internal yang terekspos, sehingga penyerang dapat menandatangani transaksi secara sah.
Untuk menyelesaikan hasil pasar prediksi, Polymarket menggunakan Optimistic Oracle milik UMA. Sistem ini memverifikasi hasil peristiwa dunia nyata—misalnya hasil pemilu atau data ekonomi—sebelum pasar diselesaikan.
Komponen yang menghubungkan sistem Polymarket dengan oracle tersebut adalah UMA CTF Adapter, yang menjembatani framework conditional token (CTF) Polymarket dengan mekanisme verifikasi UMA.
Lapisan adapter ini merupakan bagian penting dari infrastruktur penyelesaian (settlement) pasar di jaringan Polygon.
Ketika aktivitas mencurigakan pertama kali muncul, beberapa laporan awal menyebutnya sebagai kemungkinan exploit smart contract. Namun penjelasan resmi dari Polymarket kemudian menyatakan bahwa logika kontraknya tidak rusak.
Insiden ini pertama kali diketahui publik melalui pemantauan data blockchain (on‑chain) oleh peneliti keamanan kripto ZachXBT.
Ia menemukan pola transaksi yang tidak biasa dari alamat yang terkait dengan adapter Polymarket. Pola tersebut menunjukkan:
Aktivitas tersebut segera memicu peringatan di berbagai kanal pemantauan kripto dan media industri, karena pola drain berulang sering menandakan adanya serangan otomatis terhadap sebuah dompet atau kontrak.
Analisis on‑chain menunjukkan beberapa pola umum yang digunakan penyerang untuk mengelola dana hasil pencurian:
Karena transaksi blockchain bersifat publik, para peneliti dapat mengikuti aliran dana tersebut secara real‑time selama serangan berlangsung.
Banyak laporan awal menyebut kejadian ini sebagai “exploit”. Namun Polymarket kemudian menjelaskan bahwa penyebab sebenarnya adalah private key yang dikompromikan dari dompet operasional internal.
Perbedaannya cukup penting dalam konteks keamanan DeFi:
Dalam kasus ini, sistem blockchain bekerja sesuai desainnya—tetapi transaksi dijalankan oleh pihak yang tidak berwenang karena mereka memiliki kunci privat tersebut.
Polymarket menyatakan secara publik bahwa insiden ini tidak memengaruhi dana pengguna maupun mekanisme penyelesaian pasar.
Menurut tim pengembang:
Artinya, kerugian terbatas pada dompet operasional internal yang digunakan untuk fungsi infrastruktur seperti pembayaran atau operasional platform.
Meskipun penyebab umum telah dijelaskan, sejumlah pertanyaan penting masih belum terjawab saat laporan awal diterbitkan:
Tanpa laporan teknis lengkap (postmortem), analis keamanan hanya dapat menyimpulkan bahwa insiden ini kemungkinan besar merupakan kegagalan keamanan operasional, bukan kelemahan pada protokol DeFi itu sendiri.
Kasus Polymarket kembali menunjukkan pelajaran penting di dunia keuangan terdesentralisasi:
Bahkan jika smart contract sudah aman, titik lemah sering berada pada manajemen kunci, dompet operasional, dan infrastruktur off‑chain.
Jika private key bocor, penyerang dapat melakukan transaksi yang sepenuhnya valid di blockchain—dan hampir tidak ada mekanisme yang dapat menghentikannya secara otomatis.
Bagi proyek DeFi yang mengelola sistem kompleks seperti oracle, adapter, dan dompet operasional, insiden ini memperkuat pentingnya:
Tanpa praktik tersebut, bahkan platform dengan smart contract yang aman tetap dapat mengalami kerugian besar akibat kesalahan operasional.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 22 Mei 2026, sekitar $520.000–$660.000 token POL ditarik dari dompet operasional internal Polymarket yang terhubung ke UMA CTF Adapter di jaringan Polygon.[3][5][12]
Pada 22 Mei 2026, sekitar $520.000–$660.000 token POL ditarik dari dompet operasional internal Polymarket yang terhubung ke UMA CTF Adapter di jaringan Polygon.[3][5][12] Peneliti on‑chain ZachXBT mendeteksi transaksi mencurigakan berupa penarikan berulang sekitar 5.000 POL setiap 30 detik, yang memicu peringatan di komunitas kripto.[2][6]
Polymarket menyatakan dana pengguna tetap aman karena insiden disebabkan oleh private key yang bocor dari dompet internal, bukan kerentanan pada smart contract utama.[24]