Komponen inti tersebut meliputi:
Pendekatan ini berbeda dari generasi platform broadband sebelumnya yang lebih fokus pada throughput jaringan. Dengan MBM, Qualcomm menambahkan engine AI dan pipeline imaging langsung ke dalam platform broadband, sehingga perangkat dapat menjalankan aplikasi dan analisis data secara lokal.
Konsep utama MBM adalah edge intelligence.
Qualcomm memposisikan platform ini sebagai cara untuk mengubah perangkat broadband menjadi “interactive multimedia hubs.” Alih‑alih mengirim seluruh data ke cloud untuk diproses, perangkat dapat menjalankan berbagai tugas secara lokal menggunakan AI bawaan.
Beberapa contoh penggunaan yang memungkinkan:
Karena pemrosesan terjadi di perangkat, sistem ini dapat memberikan latensi lebih rendah, respons lebih cepat, dan ketergantungan cloud yang lebih kecil.
Keluarga Dragonwing MBM diperkenalkan dengan dua tingkat platform utama untuk kebutuhan perangkat yang berbeda.
Seri MBM7, termasuk model seperti MBM715, ditujukan untuk perangkat broadband kelas atas dengan kebutuhan komputasi dan multimedia yang lebih tinggi.
Fitur yang diposisikan Qualcomm untuk tier ini meliputi:
Platform ini sejalan dengan evolusi arsitektur broadband Qualcomm terbaru, termasuk platform yang menggunakan X85 5G Modem‑RF dengan fitur jaringan yang diperkuat AI dan dukungan menuju 5G Advanced.
Perangkat yang cocok menggunakan tier ini antara lain:
Seri MBM4, termasuk MBM415, menargetkan perangkat yang membutuhkan keseimbangan antara performa, konsumsi daya, dan biaya.
Platform ini dirancang untuk menyediakan:
Pendekatan ini sejalan dengan prosesor embedded Qualcomm kelas menengah seperti QCS5430/QCM5430, yang menggabungkan performa komputasi dengan AI kamera di edge untuk perangkat IoT dan embedded.
Contoh perangkat yang cocok menggunakan MBM4:
Keluarga MBM dibangun di atas teknologi broadband Qualcomm yang sudah ada.
Beberapa platform terkait di ekosistem Dragonwing meliputi:
Lapisan konektivitas inilah yang menyediakan jaringan berkecepatan tinggi, sementara kemampuan AI dan multimedia pada MBM menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih interaktif.
Qualcomm juga menekankan fleksibilitas perangkat lunak pada platform MBM.
Perangkat yang dibangun dengan chip Dragonwing MBM dapat menjalankan Android maupun Linux, sehingga produsen perangkat memiliki fleksibilitas dalam merancang antarmuka maupun aplikasi embedded.
Dukungan ini membuat platform cocok untuk berbagai kategori perangkat, seperti:
Dengan menggabungkan konektivitas, komputasi, dan AI dalam satu platform, Qualcomm melihat MBM sebagai fondasi untuk kategori baru perangkat broadband yang tidak hanya menghubungkan jaringan, tetapi juga menjalankan komputasi cerdas langsung di edge.
Strategi ini mencerminkan perubahan besar dalam desain perangkat jaringan.
Aplikasi seperti analitik video berbasis AI, antarmuka pintar, dan media interaktif semakin membutuhkan pemrosesan yang dekat dengan pengguna. Jika semuanya diproses di cloud, latensi bisa meningkat dan biaya infrastruktur juga lebih tinggi.
Comments
0 comments