CISA menambahkan dua kerentanan zero‑day Microsoft Defender—CVE‑2026‑41091 dan CVE‑2026‑45498—ke katalog Known Exploited Vulnerabilities pada 20 Mei 2026. CVE‑2026‑41091 adalah bug eskalasi hak akses lokal akibat kesalahan resolusi link sebelum akses file, dengan skor CVSS 7.8 (High).

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the details of the two actively exploited Microsoft Defender zero‑day vulnerabilities (CVE‑2026‑41091 and CVE‑2026‑45498) that CISA. Article summary: Microsoft Defender had two actively exploited zero-days added to CISA’s KEV catalog in May 2026: CVE-2026-41091, a local privilege-escalation flaw, and CVE-2026-45498, a denial-of-service flaw. The available evidence con. Topic tags: general, government, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# CISA Confirms Active Exploitation of Six Microsoft Zero-Days: What You Need to Know About Patch Tuesday. HackYourMom / News / CISA Confirms Active Exploitation of Six Microsoft Z" source context "CISA Confirms Active Exploitation of Six Microsoft Zero-Days: What You Need to Know About Patch Tuesday
Microsoft Defender kembali menjadi sorotan keamanan setelah dua kerentanan zero‑day—CVE‑2026‑41091 dan CVE‑2026‑45498—dikonfirmasi sedang dieksploitasi di dunia nyata. Badan keamanan siber Amerika Serikat, Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), menambahkan keduanya ke dalam Known Exploited Vulnerabilities (KEV) Catalog pada 20 Mei 2026, sebuah daftar resmi bug yang terbukti dimanfaatkan oleh penyerang.
Masuknya sebuah CVE ke katalog KEV biasanya berarti organisasi—terutama lembaga pemerintah AS—harus segera melakukan mitigasi atau patching sesuai arahan vendor untuk mengurangi risiko kompromi sistem.
Kerentanan pertama, CVE‑2026‑41091, adalah bug local privilege escalation (LPE) pada Microsoft Defender.
Masalah ini terjadi karena Microsoft Malware Protection Engine tidak menangani resolusi link secara benar sebelum mengakses file, sebuah kelemahan yang dikenal sebagai improper link resolution atau link following.
Dalam kondisi tertentu, penyerang yang sudah memiliki akses lokal terbatas dapat memanfaatkan mekanisme tersebut untuk memanipulasi jalur file dan mendapatkan hak akses yang lebih tinggi.
Jika eksploitasi berhasil, penyerang dapat memperoleh hak akses tingkat SYSTEM, yaitu level privilese tertinggi pada Windows. Dengan akses ini, penyerang berpotensi mengontrol sistem secara penuh—termasuk membaca, memodifikasi, atau menghapus data serta menjalankan kode berbahaya.
Detail utama CVE‑2026‑41091:
Kerentanan ini memengaruhi komponen Microsoft Malware Protection Engine, yang menjadi inti dari fitur deteksi dan pemindaian antivirus pada Microsoft Defender. Beberapa laporan menyebutkan rentang engine yang terdampak mencakup versi sebelum pembaruan keamanan yang dirilis Microsoft pada Mei 2026.
Kerentanan kedua, CVE‑2026‑45498, memungkinkan serangan denial‑of‑service (DoS) terhadap Microsoft Defender.
Berbeda dengan CVE sebelumnya, detail teknis mengenai mekanisme eksploitasi bug ini masih terbatas dalam data publik. Informasi yang tersedia hanya menyebutkan bahwa kerentanan tersebut dapat menyebabkan kondisi di mana Microsoft Defender berhenti bekerja atau tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal.
Efek DoS pada perangkat keamanan seperti Defender dapat menjadi sangat berbahaya, karena:
Hingga publikasi data yang tersedia saat ini, NVD (National Vulnerability Database) belum merilis penilaian CVSS resmi untuk CVE‑2026‑45498.
Ringkasan CVE‑2026‑45498:
CISA memelihara Known Exploited Vulnerabilities Catalog sebagai referensi kerentanan yang telah terbukti digunakan dalam serangan nyata. Penambahan ke daftar ini biasanya memicu respons cepat dari organisasi keamanan dan tim IT.
Pada pembaruan 20 Mei 2026, CISA menambahkan tujuh kerentanan sekaligus ke katalog tersebut—termasuk dua bug baru di Microsoft Defender ini—setelah ditemukan bukti eksploitasi aktif.
Untuk lembaga pemerintah federal AS, aturan Binding Operational Directive (BOD) 22‑01 mewajibkan:
Dalam kasus CVE‑2026‑45498, CISA menetapkan deadline mitigasi 3 Juni 2026 bagi instansi federal.
Administrator sistem dan tim keamanan disarankan untuk:
Karena kedua kerentanan ini sudah dieksploitasi secara aktif, penundaan pembaruan dapat meningkatkan risiko kompromi sistem Windows di lingkungan perusahaan maupun pemerintah.
Secara umum, kasus ini menunjukkan pola yang sering terjadi dalam keamanan siber: bahkan perangkat lunak keamanan seperti antivirus dapat menjadi target eksploitasi jika terdapat kelemahan dalam komponen internalnya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
CISA menambahkan dua kerentanan zero‑day Microsoft Defender—CVE‑2026‑41091 dan CVE‑2026‑45498—ke katalog Known Exploited Vulnerabilities pada 20 Mei 2026.
CISA menambahkan dua kerentanan zero‑day Microsoft Defender—CVE‑2026‑41091 dan CVE‑2026‑45498—ke katalog Known Exploited Vulnerabilities pada 20 Mei 2026. CVE‑2026‑41091 adalah bug eskalasi hak akses lokal akibat kesalahan resolusi link sebelum akses file, dengan skor CVSS 7.8 (High).
Eksploitasi CVE‑2026‑41091 dapat memberi penyerang hak akses SYSTEM pada mesin Windows yang terpengaruh.