CVE 2026 20223 adalah kerentanan kritis pada Cisco Secure Workload yang berasal dari validasi akses yang tidak memadai pada REST API internal. Penyerang jarak jauh tanpa autentikasi dapat mengirim permintaan API khusus untuk memperoleh akses ke sumber daya dengan hak Site Admin.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the critical vulnerability Cisco disclosed in its Secure Workload platform (CVE 2026 20223), how does the flaw work through unauthen. Article summary: Cisco disclosed CVE 2026 20223 as a critical Cisco Secure Workload flaw in the access validation of internal REST APIs that could let an unauthenticated remote attacker access site resources with the privileges of anothe. Topic tags: general web, workflow, code, api, security. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "An unauthenticated attacker with network access can exploit this vulnerability by sending crafted requests to the exposed endpoint to enumerate cluster metadata, including virtual" source context "Latest Cisco Vulnerabilities" Reference image 2: visual subject "A critical zero-day vulnerability in Cisco's F
CVE-2026-20223 adalah kerentanan keamanan bertingkat kritis pada platform Cisco Secure Workload (sebelumnya dikenal sebagai Cisco Tetration). Celah ini berasal dari kegagalan dalam validasi akses pada REST API internal, yang memungkinkan penyerang jarak jauh mengakses sumber daya sistem tanpa proses autentikasi yang sah.
Menurut deskripsi di National Vulnerability Database (NVD), kelemahan ini memungkinkan penyerang mengakses sumber daya situs menggunakan hak istimewa pengguna lain—bahkan hingga peran Site Admin.
Kerentanan ini menjadi sangat berbahaya karena dapat dieksploitasi dari jarak jauh dan tidak memerlukan kredensial atau akses awal ke sistem.
Masalah inti berada pada mekanisme validasi dan autentikasi endpoint REST API internal. Dalam kondisi normal, endpoint API internal seharusnya hanya dapat diakses oleh komponen sistem yang sudah diautentikasi.
Namun pada kerentanan ini:
Jika berhasil, server akan memproses permintaan tersebut dan memberikan akses seolah‑olah permintaan berasal dari pengguna yang sah.
Akibatnya, penyerang bisa:
Kerentanan ini dinilai dengan CVSS v3.1 skor maksimum 10.0 (Critical) karena kombinasi beberapa faktor risiko utama:
Selain itu, kerentanan ini dapat berdampak lintas tenant (scope changed). Artinya, eksploitasi dapat melampaui batas keamanan satu tenant atau pengguna dan mempengaruhi sumber daya milik entitas lain dalam sistem multi‑tenant. Dampak lintas batas ini menjadi salah satu alasan utama skor CVSS mencapai nilai maksimum.
Cisco telah merilis pembaruan keamanan untuk menutup kerentanan ini. Berdasarkan laporan keamanan yang tersedia:
Karena tidak ada mitigasi sederhana atau workaround yang efektif, pembaruan perangkat lunak menjadi langkah mitigasi utama.
Cisco Secure Workload biasanya digunakan untuk:
Karena perannya dalam mengontrol keamanan infrastruktur aplikasi dan pusat data, kerentanan seperti CVE-2026-20223 berpotensi memberi penyerang akses luas ke lingkungan jaringan internal jika tidak segera ditambal.
Pada saat pengungkapan, belum ada laporan eksploitasi aktif di alam liar, tetapi administrator sistem disarankan memprioritaskan patch secepat mungkin untuk menghindari risiko kompromi sistem.
CVE-2026-20223 menunjukkan bagaimana kesalahan kecil dalam validasi API dapat berdampak besar pada keamanan sistem. Dengan memungkinkan akses administratif tanpa autentikasi melalui REST API internal, kerentanan ini membuka peluang serangan serius terhadap lingkungan Cisco Secure Workload.
Bagi organisasi yang menggunakan platform ini, langkah paling penting adalah segera memperbarui ke versi yang telah diperbaiki dan memeriksa akses API internal untuk memastikan tidak ada endpoint yang terekspos secara tidak semestinya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
CVE 2026 20223 adalah kerentanan kritis pada Cisco Secure Workload yang berasal dari validasi akses yang tidak memadai pada REST API internal.
CVE 2026 20223 adalah kerentanan kritis pada Cisco Secure Workload yang berasal dari validasi akses yang tidak memadai pada REST API internal. Penyerang jarak jauh tanpa autentikasi dapat mengirim permintaan API khusus untuk memperoleh akses ke sumber daya dengan hak Site Admin.
Kerentanan ini diberi skor CVSS maksimum 10.0 karena dampaknya dapat melintasi batas tenant (scope changed) dan memberi akses administratif.