Artinya, Anda tidak lagi perlu memiliki keranjang terpisah di tiap situs retailer.
Produk bisa ditambahkan dari berbagai tempat di ekosistem Google, seperti:
Semua barang yang dipilih akan muncul di satu keranjang terpadu yang mengikuti pengguna di seluruh layanan tersebut.
Google menyebutnya sebagai “intelligent cart”, yaitu pusat belanja baru di Google yang dirancang untuk mempersingkat perjalanan dari menemukan produk hingga membeli.
Universal Cart tidak sekadar menyimpan barang. Sistem ini aktif membantu proses belanja dengan AI.
Beberapa kemampuan yang dilaporkan meliputi:
1. Keranjang lintas layanan yang selalu tersimpan
Produk yang ditemukan di mana pun di ekosistem Google dapat ditambahkan ke satu keranjang yang sama.
2. Pelacakan harga otomatis
Setelah barang masuk keranjang, AI Google dapat memantau perubahan harga dan memberi tahu jika ada diskon.
3. Rekomendasi dan perbandingan produk
Gemini bisa menganalisis isi keranjang dan menyarankan alternatif atau penawaran yang lebih baik jika tersedia.
4. Pemeriksaan kompatibilitas dan notifikasi stok
Beberapa laporan menyebut sistem dapat memeriksa apakah produk saling kompatibel (misalnya aksesori dengan perangkat tertentu) serta memberi notifikasi ketika barang kembali tersedia.
5. Informasi promo dan reward
Keranjang juga bisa menyoroti promo atau reward dari merchant tertentu untuk membantu pengguna mendapatkan penawaran terbaik.
Dengan pendekatan ini, Google dapat memahami niat belanja pengguna di berbagai layanan. Misalnya, produk yang Anda lihat di video YouTube atau yang Anda diskusikan dengan Gemini bisa langsung ditambahkan ke keranjang yang sama dengan produk dari hasil pencarian.
Di balik Universal Cart ada Gemini, model AI Google yang berfungsi sebagai lapisan kecerdasan sistem.
AI ini dapat:
Dengan kata lain, Google ingin AI tidak hanya menampilkan link ke toko online, tetapi mengelola sebagian besar alur belanja—dari penemuan hingga pembelian.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Google untuk menghadirkan pengalaman “agentic”, di mana AI membantu menyelesaikan tugas multi‑langkah bagi pengguna.
Universal Cart bergantung pada standar baru bernama Universal Commerce Protocol (UCP).
UCP adalah standar terbuka yang bertujuan menciptakan bahasa teknis yang sama antara AI, merchant, dan sistem pembayaran.
Menurut dokumentasi pengembang Google, UCP memungkinkan beberapa hal penting:
Alih-alih mengarahkan pengguna ke halaman checkout setiap toko, UCP memungkinkan sistem AI seperti Gemini atau AI Mode di Search memulai proses pembelian langsung dalam interaksi yang sama.
Tujuannya adalah mengurangi friksi dalam proses pembelian dan menekan tingkat keranjang yang ditinggalkan sebelum checkout.
Jika UCP mengatur struktur perdagangan, maka Agent Payments Protocol (AP2) menangani sisi pembayaran ketika transaksi dilakukan oleh AI.
AP2 adalah protokol terbuka yang dirancang untuk memungkinkan agen AI melakukan transaksi atas nama pengguna dengan kontrol keamanan yang kuat.
Beberapa konsep penting dalam desainnya meliputi:
Sistem ini dapat menggunakan mandat digital yang ditandatangani secara kriptografis untuk mencatat apa yang disetujui pengguna dan bagaimana transaksi dijalankan, sehingga memberikan jejak audit yang jelas.
Dalam praktiknya, ini bisa memungkinkan skenario seperti:
Namun banyak detail implementasi—seperti batas pengeluaran, alur persetujuan, dan mekanisme sengketa—masih terus berkembang seiring teknologi ini mulai digunakan.
Jika teknologi ini diadopsi secara luas, Universal Cart dan protokol pendukungnya bisa mengubah cara perdagangan digital bekerja.
Bagi konsumen:
Belanja bisa menjadi pengalaman yang lebih kontinu. Penemuan produk, perbandingan harga, pelacakan promo, hingga checkout dapat terjadi di dalam antarmuka AI, bukan lagi di puluhan situs berbeda.
Bagi merchant:
UCP berpotensi mengurangi friksi checkout dan membuka akses ke pengguna yang berbelanja melalui AI. Namun ini juga berarti lebih banyak bagian perjalanan pembelian terjadi di dalam ekosistem Google.
Bagi Google:
Perusahaan bisa bergerak melampaui peran tradisionalnya sebagai mesin pencari yang mengirim trafik ke toko online. Dengan Universal Cart, UCP, dan AP2, Google berpotensi menjadi infrastruktur inti perdagangan digital—mulai dari penemuan produk, analisis niat pembelian, hingga pembayaran.
Meski visinya ambisius, beberapa hal masih belum jelas:
Yang jelas, teknologi ini menunjukkan arah baru: masa depan di mana kita tidak hanya mencari produk, tetapi juga mendelegasikan sebagian proses belanja kepada sistem AI.
Comments
0 comments