Gabungan faktor tersebut membuat mobil listrik bergerak dari pasar “early adopter” menuju teknologi arus utama (mass market) di banyak negara.
China tetap menjadi penggerak terbesar dalam pertumbuhan mobil listrik global.
Pada 2025, sekitar 13 juta mobil listrik terjual di China, dan sekitar 55% dari semua mobil baru di negara itu sudah berbasis listrik.
Dominasi ini dipengaruhi oleh beberapa hal:
Skala pasar China juga berdampak besar pada rantai pasok global, termasuk produksi baterai dan ekspor kendaraan listrik.
Walaupun China memimpin dari sisi volume penjualan, pertumbuhan tercepat justru terjadi di pasar negara berkembang.
Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa kawasan:
Analisis IEA sebelumnya juga menunjukkan bahwa Asia (di luar China) dan Amerika Latin menjadi pusat pertumbuhan baru, dengan penjualan EV di wilayah tersebut melonjak lebih dari 60% pada 2024.
Negara seperti Thailand, Vietnam, dan Brasil mulai muncul sebagai pasar penting, terutama karena hadirnya model EV yang lebih terjangkau dan peningkatan jaringan pengisian daya.
IEA memperkirakan rekor baru akan tercapai lagi pada 2026.
Menurut proyeksi terbaru, sekitar 23 juta mobil listrik akan terjual secara global pada 2026, setara dengan hampir 30% dari seluruh mobil baru yang dijual di dunia.
Walaupun ada ketidakpastian ekonomi dan perubahan kebijakan di beberapa negara, tren jangka panjang tetap menunjukkan arah yang jelas: semakin banyak produsen mobil beralih ke kendaraan listrik, dan semakin banyak konsumen yang memiliki akses ke model EV yang lebih murah.
Dengan penjualan tahunan yang terus meningkat, jumlah total kendaraan listrik di dunia juga tumbuh cepat.
Karena jumlah ini merupakan akumulasi dari penjualan setiap tahun, total armada EV global diperkirakan akan terus meningkat pesat sepanjang dekade 2020‑an.
Perubahan terbesar dalam pasar mobil listrik saat ini adalah meluasnya pertumbuhan ke lebih banyak wilayah.
China masih mendominasi penjualan global, tetapi momentum kini menyebar ke berbagai kawasan lain. Negara‑negara Asia yang sedang berkembang, pasar Amerika Latin, dan Eropa yang terus beralih ke kendaraan listrik akan menjadi pendorong utama fase pertumbuhan berikutnya.
Jika tren ini berlanjut, mobil listrik berpotensi berkembang dari seperempat penjualan mobil global pada 2025 menjadi mendekati sepertiga pasar mobil baru dunia dalam beberapa tahun ke depan—menjadikannya pilar utama sistem transportasi masa depan.
Comments
0 comments