Kategori ini terutama mencakup AI yang tertanam dalam perangkat fisik, di mana kegagalan sistem bisa menimbulkan risiko keselamatan nyata.
AI juga bisa diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi jika digunakan dalam bidang tertentu yang sensitif, meskipun tidak terkait produk fisik.
Bidang tersebut tercantum dalam Annex III, termasuk:
Jika sistem AI dirancang untuk salah satu penggunaan ini, biasanya ia otomatis dianggap berisiko tinggi berdasarkan Pasal 6(2).
EU AI Act juga memberikan pengecualian terbatas melalui Pasal 6(3).
Sistem AI dalam Annex III tidak harus dikategorikan sebagai berisiko tinggi jika dapat dibuktikan bahwa sistem tersebut:
Dalam panduan draf, Komisi memberi contoh situasi di mana pengecualian ini mungkin berlaku, misalnya ketika AI:
Namun, ada batas penting: AI yang melakukan profiling terhadap individu tidak bisa menggunakan pengecualian ini jika berada dalam domain Annex III.
Untuk menyempurnakan pedoman tersebut, Komisi Eropa membuka konsultasi publik terbatas.
Tujuan konsultasi ini adalah mengumpulkan masukan dari pelaku industri, regulator, dan organisasi lain mengenai:
Peserta yang terdaftar akan menerima kuesioner online anonim, dan tanggapan mereka akan digunakan untuk menyusun versi final pedoman.
Pada saat yang sama, Uni Eropa juga menyetujui perubahan jadwal implementasi melalui paket perubahan yang sering disebut AI Act Omnibus.
Aturan baru menetapkan tanggal tetap untuk penerapan kewajiban sistem AI berisiko tinggi:
Penundaan ini dimaksudkan untuk memberi waktu bagi industri dan regulator untuk mengembangkan:
Beberapa tonggak utama implementasinya antara lain:
Uni Eropa juga sedang membangun standar teknis yang harmonis untuk membantu organisasi menunjukkan kepatuhan. Salah satu standar pertama terkait sistem manajemen kualitas AI memasuki tahap konsultasi publik pada Oktober 2025.
Dalam konteks ini, panduan klasifikasi baru berfungsi sebagai lapisan interpretasi praktis: aturan hukumnya tidak berubah, tetapi pedoman ini membantu organisasi memahami apakah sistem AI mereka akan masuk kategori “high‑risk” sebelum kewajiban kepatuhan penuh mulai berlaku.
Bagi organisasi yang mengembangkan atau menggunakan AI di pasar Uni Eropa, panduan ini pada dasarnya menyarankan proses penilaian tiga langkah:
Walaupun tenggat kepatuhan masih beberapa tahun lagi, desain sistem, dokumentasi teknis, dan tujuan penggunaan AI sejak awal akan menentukan apakah suatu produk akhirnya masuk dalam rezim AI berisiko tinggi Uni Eropa.
Comments
0 comments