Panduan draf Komisi Eropa menjelaskan dua cara AI diklasifikasikan sebagai “berisiko tinggi” dalam EU AI Act: melalui integrasi dalam produk yang diatur (Annex I) atau melalui penggunaan sensitif tertentu (Annex III). Beberapa sistem Annex III bisa lolos dari status berisiko tinggi jika tidak secara signifikan memen...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the European Commission’s new draft guidelines on classifying high‑risk AI systems under the EU AI Act, including how Article 6 def. Article summary: The Commission’s draft guidelines are meant to help providers, deployers and other actors decide whether an AI system is “high-risk” under Article 6 of the EU AI Act. They explain the two Article 6 routes into high-risk . Topic tags: general, government, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Image for article type news_post" source context "EU: Commission publishes draft guidelines on classifying high-risk AI systems under Article 6 of the EU AI Act and opens" Reference image 2: visual subject "A detailed infographic outlines the EU AI Act compliance timeline for 2026, including risk clas
Komisi Eropa merilis panduan draf baru untuk membantu perusahaan, pengembang, dan regulator menentukan apakah suatu sistem kecerdasan buatan (AI) termasuk kategori “high‑risk” atau berisiko tinggi menurut Pasal 6 (Article 6) dari EU AI Act. Pedoman ini bertujuan memberi interpretasi praktis sebelum kewajiban kepatuhan yang lebih ketat mulai diberlakukan dalam beberapa tahun ke depan.
EU AI Act sendiri adalah regulasi besar Uni Eropa yang mengatur penggunaan AI dengan pendekatan berbasis risiko—semakin besar potensi dampaknya terhadap keselamatan atau hak fundamental manusia, semakin ketat pula aturannya.
Pasal 6 dalam EU AI Act menetapkan dua jalur utama yang membuat suatu sistem AI dikategorikan sebagai berisiko tinggi.
AI dianggap berisiko tinggi jika:
serta produk tersebut termasuk dalam peraturan keselamatan produk Uni Eropa yang tercantum di Annex I, misalnya untuk:
Produk yang menggunakan AI dalam kategori ini biasanya harus menjalani penilaian kesesuaian oleh pihak ketiga (third‑party conformity assessment) sebelum boleh dipasarkan di Uni Eropa.
Kategori ini terutama mencakup AI yang tertanam dalam perangkat fisik, di mana kegagalan sistem bisa menimbulkan risiko keselamatan nyata.
AI juga bisa diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi jika digunakan dalam bidang tertentu yang sensitif, meskipun tidak terkait produk fisik.
Bidang tersebut tercantum dalam Annex III, termasuk:
Jika sistem AI dirancang untuk salah satu penggunaan ini, biasanya ia otomatis dianggap berisiko tinggi berdasarkan Pasal 6(2).
EU AI Act juga memberikan pengecualian terbatas melalui Pasal 6(3).
Sistem AI dalam Annex III tidak harus dikategorikan sebagai berisiko tinggi jika dapat dibuktikan bahwa sistem tersebut:
Dalam panduan draf, Komisi memberi contoh situasi di mana pengecualian ini mungkin berlaku, misalnya ketika AI:
Namun, ada batas penting: AI yang melakukan profiling terhadap individu tidak bisa menggunakan pengecualian ini jika berada dalam domain Annex III.
Untuk menyempurnakan pedoman tersebut, Komisi Eropa membuka konsultasi publik terbatas.
Tujuan konsultasi ini adalah mengumpulkan masukan dari pelaku industri, regulator, dan organisasi lain mengenai:
Peserta yang terdaftar akan menerima kuesioner online anonim, dan tanggapan mereka akan digunakan untuk menyusun versi final pedoman.
Pada saat yang sama, Uni Eropa juga menyetujui perubahan jadwal implementasi melalui paket perubahan yang sering disebut AI Act Omnibus.
Aturan baru menetapkan tanggal tetap untuk penerapan kewajiban sistem AI berisiko tinggi:
Penundaan ini dimaksudkan untuk memberi waktu bagi industri dan regulator untuk mengembangkan:
sehingga implementasi aturan dapat berjalan lebih konsisten.
EU AI Act mulai resmi berlaku pada 1 Agustus 2024, tetapi penerapannya dilakukan secara bertahap.
Beberapa tonggak utama implementasinya antara lain:
Uni Eropa juga sedang membangun standar teknis yang harmonis untuk membantu organisasi menunjukkan kepatuhan. Salah satu standar pertama terkait sistem manajemen kualitas AI memasuki tahap konsultasi publik pada Oktober 2025.
Dalam konteks ini, panduan klasifikasi baru berfungsi sebagai lapisan interpretasi praktis: aturan hukumnya tidak berubah, tetapi pedoman ini membantu organisasi memahami apakah sistem AI mereka akan masuk kategori “high‑risk” sebelum kewajiban kepatuhan penuh mulai berlaku.
Bagi organisasi yang mengembangkan atau menggunakan AI di pasar Uni Eropa, panduan ini pada dasarnya menyarankan proses penilaian tiga langkah:
Walaupun tenggat kepatuhan masih beberapa tahun lagi, desain sistem, dokumentasi teknis, dan tujuan penggunaan AI sejak awal akan menentukan apakah suatu produk akhirnya masuk dalam rezim AI berisiko tinggi Uni Eropa.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Panduan draf Komisi Eropa menjelaskan dua cara AI diklasifikasikan sebagai “berisiko tinggi” dalam EU AI Act: melalui integrasi dalam produk yang diatur (Annex I) atau melalui penggunaan sensitif tertentu (Annex III).
Panduan draf Komisi Eropa menjelaskan dua cara AI diklasifikasikan sebagai “berisiko tinggi” dalam EU AI Act: melalui integrasi dalam produk yang diatur (Annex I) atau melalui penggunaan sensitif tertentu (Annex III). Beberapa sistem Annex III bisa lolos dari status berisiko tinggi jika tidak secara signifikan memengaruhi keputusan atau menimbulkan risiko terhadap kesehatan, keselamatan, atau hak dasar.
Kewajiban kepatuhan untuk AI berisiko tinggi ditunda hingga 2027–2028, sementara konsultasi publik atas pedoman ini berlangsung dari 19 Mei hingga 23 Juni 2026.