Vietnam dan Amerika Serikat menyebut negosiasi perjanjian perdagangan timbal balik menunjukkan hasil positif dan akan terus dikoordinasikan hingga final. Perdana Menteri Le Minh Hung mengatakan ekonomi kedua negara saling melengkapi, perusahaan Vietnam beroperasi berdasarkan mekanisme pasar, dan Vietnam tidak memili...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What progress has been made in the negotiations for a Vietnam–U.S. reciprocal trade agreement, what did Vietnamese Prime Minister Le Minh Hu. Article summary: Vietnam and the United States have reported “positive results” in negotiations toward a reciprocal, fair and balanced trade agreement, with Vietnam saying it will continue coordinating closely with the U.S. to finalize t. Topic tags: general, government, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "| US and Vietnam agree on framework to boost trade and market access | US and Vietnam agree on framework to boost trade and market access The United States and Vietnam have agreed" source context "Vietnam and US make progress in fifth trade negotiation round" Reference image 2: visual subject "# PM Le
Vietnam dan Amerika Serikat menyatakan bahwa negosiasi menuju perjanjian perdagangan timbal balik yang adil dan seimbang terus menunjukkan kemajuan. Kedua pihak melaporkan hasil positif dan berkomitmen melanjutkan koordinasi untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut. Pembicaraan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi sekaligus menstabilkan perdagangan bilateral setelah kerangka kerja kesepakatan yang diumumkan pada Oktober 2025.
Pada pertemuan di Hanoi 20 Mei 2026, Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung menyampaikan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat telah menghasilkan “hasil yang positif.” Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menerima Rick Switzer, Wakil Perwakilan Dagang Amerika Serikat (U.S. Deputy Trade Representative) yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Vietnam.
Pemerintah Vietnam menegaskan akan terus berkoordinasi erat dengan pihak AS untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan bilateral tersebut. Tujuan utama kesepakatan ini adalah memperdalam hubungan ekonomi sekaligus menangani isu ketidakseimbangan perdagangan dan akses pasar.
Sejumlah putaran negosiasi sebelumnya telah membahas berbagai sektor, termasuk jasa, pertanian, perdagangan digital, serta hambatan teknis dalam perdagangan.
Dalam pertemuan tersebut, Hung menekankan bahwa struktur ekonomi Vietnam dan Amerika Serikat bersifat saling melengkapi, bukan bersaing langsung. Menurutnya, integrasi perdagangan yang lebih dalam justru dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.
Ia juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan Vietnam beroperasi berdasarkan mekanisme pasar, sebuah poin yang sering menjadi perhatian dalam diskusi perdagangan internasional terkait peran negara dalam ekonomi.
Selain itu, Hung menegaskan sikap pemerintah Vietnam terkait isu kapasitas produksi:
Vietnam juga menyatakan kesediaan untuk menangani beberapa isu penting yang sering diangkat dalam negosiasi perdagangan modern, antara lain:
Isu-isu tersebut biasanya menjadi bagian dari komitmen standar perdagangan dan akses pasar dalam perjanjian dagang internasional.
Rick Switzer menyampaikan bahwa Washington akan terus bekerja sama dengan Vietnam untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral dan mendorong penyelesaian perjanjian tersebut.
Kedua pihak juga menggambarkan negosiasi ini sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk memperdalam kerja sama ekonomi di bawah kemitraan strategis yang terus berkembang antara kedua negara.
Negosiasi yang sedang berlangsung ini merupakan kelanjutan dari kerangka kerja untuk perjanjian perdagangan “Reciprocal, Fair and Balanced Trade” yang diumumkan pada 26 Oktober 2025.
Kerangka tersebut dirancang untuk:
Beberapa analisis mengenai kerangka tersebut menyebutkan bahwa Amerika Serikat dapat mempertahankan tarif timbal balik sekitar 20% untuk sebagian barang dari Vietnam, dengan kemungkinan pengecualian atau tarif lebih rendah untuk produk tertentu.
Dorongan untuk mencapai kesepakatan formal juga muncul setelah usulan tarif AS terhadap ekspor Vietnam pada periode sebelumnya, yang mendorong kedua negara untuk bernegosiasi agar tidak terjadi eskalasi konflik dagang.
Bagi Vietnam, hal ini sangat penting karena Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar bagi negara tersebut. Pemerintah Vietnam berupaya menjaga akses pasar sekaligus menanggapi kekhawatiran Washington terkait praktik perdagangan dan standar rantai pasok.
Walaupun kemajuan telah dilaporkan, ketentuan akhir perjanjian perdagangan timbal balik Vietnam–AS masih dalam proses negosiasi. Kedua pemerintah menyatakan akan terus bekerja sama secara intensif untuk merampungkan kesepakatan tersebut.
Jika berhasil diselesaikan, perjanjian ini akan menjadi tonggak penting berikutnya dalam hubungan ekonomi Vietnam–AS, melanjutkan perkembangan perdagangan yang telah meningkat pesat sejak Perjanjian Perdagangan Bilateral tahun 2000 yang mulai berlaku pada 2001.
Bagi dunia usaha dan pembuat kebijakan, hasil akhir negosiasi ini berpotensi menentukan arah tarif, akses pasar, dan kerja sama regulasi antara dua mitra dagang utama di kawasan Indo-Pasifik.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Vietnam dan Amerika Serikat menyebut negosiasi perjanjian perdagangan timbal balik menunjukkan hasil positif dan akan terus dikoordinasikan hingga final.
Vietnam dan Amerika Serikat menyebut negosiasi perjanjian perdagangan timbal balik menunjukkan hasil positif dan akan terus dikoordinasikan hingga final. Perdana Menteri Le Minh Hung mengatakan ekonomi kedua negara saling melengkapi, perusahaan Vietnam beroperasi berdasarkan mekanisme pasar, dan Vietnam tidak memiliki kebijakan menciptakan kelebihan kapasitas produksi.
Pembicaraan ini merupakan kelanjutan dari kerangka kerja perdagangan yang diumumkan pada Oktober 2025 serta dipicu oleh proposal tarif AS terhadap ekspor Vietnam.