Pada konferensi “No Money for Terror” 2026 di Paris, Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa kripto yang tidak diatur secara konsisten dapat dimanfaatkan oleh teroris dan kejahatan terorganisir. Macron mengakui aset digital membawa manfaat seperti inovasi finansial dan transaksi lebih cepat, tetapi men...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did French President Emmanuel Macron say at the “No Money for Terror” conference in Paris about the risks of crypto‑assets being used b. Article summary: French President Emmanuel Macron warned at the Paris “No Money for Terror” conference that crypto-assets can be misused by terrorists and organized criminals, while also acknowledging that digital assets can bring innova. Topic tags: general, government, general web, user generated, education. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Morocco participated in the fifth ministerial conference “No Money for Terror” on Tuesday in Paris, held under the French presidency of the" source context "Morocco Participates in ‘No Money for Terror’ Conference in France" Reference image 2: visual subject "Morocco Participates in ‘No Mon
Aset kripto semakin mengubah lanskap keuangan global—tetapi teknologi ini juga membawa risiko baru. Pada konferensi tingkat menteri “No Money for Terror” yang kelima di Paris pada 19 Mei 2026, Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa mata uang kripto bisa menjadi alat pendanaan terorisme dan kejahatan terorganisir jika negara‑negara gagal menerapkan regulasi yang konsisten secara global.
Acara tersebut mempertemukan lebih dari 70 delegasi internasional yang berfokus pada upaya memerangi pendanaan terorisme. Dalam forum itu, Macron menekankan perlunya kerja sama internasional yang lebih kuat untuk menutup celah regulasi yang dapat dimanfaatkan jaringan kriminal lintas negara.
Menurut Macron, aset kripto dan instrumen keuangan digital dapat digunakan untuk memindahkan, menyembunyikan, atau mengumpulkan dana bagi kelompok kriminal dan organisasi teroris jika pengawasannya lemah atau terfragmentasi.
Tanpa aturan yang jelas dan terkoordinasi, ia memperingatkan sistem keuangan global bisa berubah menjadi "Wild West" baru—lingkungan tanpa aturan yang memudahkan penyalahgunaan.
Ia menyoroti dua kerentanan utama:
Karena transaksi kripto berlangsung lintas batas dan tidak bergantung pada sistem perbankan tradisional, perbedaan kebijakan antarnegara bisa menciptakan “mata rantai terlemah” yang dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Meski memperingatkan risikonya, Macron tidak menggambarkan kripto semata‑mata sebagai ancaman. Ia mengakui bahwa teknologi blockchain dan aset digital dapat memberikan sejumlah manfaat nyata bagi sistem keuangan, seperti:
Pandangan ini mencerminkan pendekatan yang kini umum di kalangan pembuat kebijakan: mendukung inovasi teknologi, tetapi tetap memastikan stabilitas dan keamanan finansial.
Argumen utama Macron adalah bahwa pasar kripto bersifat global, sehingga regulasi nasional saja tidak cukup untuk mencegah penyalahgunaan.
Ia menyerukan agar negara‑negara menyelaraskan aturan melalui kerangka internasional seperti Financial Action Task Force (FATF)—organisasi global yang menetapkan standar untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Standar yang selaras secara internasional, menurutnya, membantu memastikan bahwa celah pengawasan di satu negara tidak melemahkan perlindungan di negara lain.
Macron juga menyoroti risiko munculnya negara atau yurisdiksi yang sengaja membuat aturan kripto sangat longgar untuk menarik bisnis.
Wilayah seperti ini berpotensi menjadi “regulatory havens”—tempat di mana pelaku kejahatan memindahkan dana untuk menghindari pengawasan yang lebih ketat di tempat lain. Jika negara membiarkan zona tanpa regulasi berkembang, ia memperingatkan, mereka berisiko menjadi pihak yang secara tidak langsung memfasilitasi pendanaan terorisme.
Konferensi di Paris tersebut merupakan bagian dari dorongan Prancis—selama masa kepemimpinan G7—untuk memperkuat aksi global melawan pendanaan terorisme. Upaya ini mencakup peningkatan berbagi intelijen, pengawasan keuangan yang lebih ketat, dan adaptasi kebijakan terhadap teknologi baru.
Pesan Macron mencerminkan konsensus yang semakin berkembang di kalangan pembuat kebijakan dunia: aset digital dapat mendorong inovasi ekonomi, tetapi regulasi global harus berkembang cukup cepat untuk mengelola risikonya.
Tanpa koordinasi internasional, teknologi yang memungkinkan sistem keuangan lebih cepat dan terbuka juga bisa memberi jalur baru bagi jaringan kriminal untuk memindahkan dana melintasi dunia.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada konferensi “No Money for Terror” 2026 di Paris, Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa kripto yang tidak diatur secara konsisten dapat dimanfaatkan oleh teroris dan kejahatan terorganisir.
Pada konferensi “No Money for Terror” 2026 di Paris, Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa kripto yang tidak diatur secara konsisten dapat dimanfaatkan oleh teroris dan kejahatan terorganisir. Macron mengakui aset digital membawa manfaat seperti inovasi finansial dan transaksi lebih cepat, tetapi menegaskan perlunya pengawasan internasional.
Ia juga memperingatkan risiko munculnya negara atau wilayah dengan aturan kripto longgar yang bisa menjadi “surga regulasi” bagi pendanaan ilegal.