Nvidia merancang RTX 5090D V2 khusus untuk pasar China dengan memangkas kapasitas memori dan bandwidth sekitar 25% agar tetap mematuhi aturan ekspor chip Amerika Serikat. GPU ini menurunkan VRAM dari 32GB menjadi 24GB dan mempersempit bus memori dari 512‑bit menjadi 384‑bit untuk menjaga performanya tetap di bawah b...
Why did China block Nvidia’s export-compliant GeForce RTX 5090D V2 gaming GPU, what design changes were made to the chip to meet U.SThe RTX 5090D V2 was designed as a China‑specific GPU variant to comply with U.S. export restrictions on advanced chips.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why did China block Nvidia’s export-compliant GeForce RTX 5090D V2 gaming GPU, what design changes were made to the chip to meet U.S. export. Article summary: China’s reported block of Nvidia’s GeForce RTX 5090D V2 appears to be part of a broader effort to reduce reliance on U.S.-linked chips even when they are modified to comply with U.S. export rules. The evidence is limited. Topic tags: general, general web, government, education, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "NVIDIA's China-Exclusive GeForce RTX 5090 D v2 GPU has been banned in China, but the restriction doesn't come from the United States; instead, it's by China itself. ## NVIDIA's Fas" source context "China Slams the Door on NVIDIA's RTX 5090 D v2, Refusing Import ..." Reference image 2: visua
openai.com
GPU gaming kelas atas kini tidak lagi sekadar perangkat untuk bermain game. Dalam beberapa tahun terakhir, kartu grafis juga menjadi bagian dari persaingan geopolitik global di bidang kecerdasan buatan (AI). Salah satu contohnya adalah Nvidia GeForce RTX 5090D V2, kartu grafis yang dirancang khusus untuk pasar China namun tetap harus mematuhi aturan ekspor ketat dari Amerika Serikat.
Namun meskipun GPU ini dibuat untuk memenuhi regulasi tersebut, laporan terbaru menunjukkan bahwa keberadaannya di pasar China tetap tidak pasti. Situasi ini memperlihatkan betapa rumitnya konflik perdagangan semikonduktor antara Washington dan Beijing.
GPU yang dirancang khusus untuk menghindari aturan ekspor
RTX 5090D V2 bukan produk global biasa. Nvidia mengembangkan varian ini sebagai versi khusus untuk China setelah GPU flagship RTX 5090 standar tidak bisa dijual di negara tersebut karena aturan ekspor AS. Tujuannya sederhana: mempertahankan performa gaming tinggi sambil memastikan kemampuan komputasinya tidak melewati batas yang ditentukan oleh regulasi Amerika.
Sejak 2023, Departemen Perdagangan AS memperluas aturan ekspor yang membatasi penjualan chip komputasi canggih ke China. Regulasi tersebut menargetkan chip yang memiliki kemampuan tinggi untuk pelatihan AI, komputasi super, atau pemrosesan data skala besar.
Studio Global AI
Search, cite, and publish your own answer
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Apa jawaban singkat untuk "Mengapa China Menolak GPU Nvidia RTX 5090D V2"?
Nvidia merancang RTX 5090D V2 khusus untuk pasar China dengan memangkas kapasitas memori dan bandwidth sekitar 25% agar tetap mematuhi aturan ekspor chip Amerika Serikat.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Nvidia merancang RTX 5090D V2 khusus untuk pasar China dengan memangkas kapasitas memori dan bandwidth sekitar 25% agar tetap mematuhi aturan ekspor chip Amerika Serikat. GPU ini menurunkan VRAM dari 32GB menjadi 24GB dan mempersempit bus memori dari 512‑bit menjadi 384‑bit untuk menjaga performanya tetap di bawah batas regulasi.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Kasus ini mencerminkan konflik teknologi yang lebih luas: pangsa pasar akselerator AI Nvidia di China dilaporkan turun dari sekitar 95% menjadi hampir nol di tengah munculnya produsen chip lokal.
Untuk menentukan apakah sebuah chip dibatasi, regulator menggunakan beberapa metrik teknis seperti:
total kemampuan pemrosesan
kepadatan performa (performance density)
serta apakah chip dirancang atau dipasarkan untuk pusat data
Dengan standar ini, bahkan GPU gaming yang sangat kuat bisa terkena pembatasan jika performanya terlalu tinggi.
Perubahan desain utama pada RTX 5090D V2
Agar tetap berada di bawah ambang batas regulasi tersebut, Nvidia melakukan perubahan teknis pada RTX 5090D V2—terutama pada sistem memorinya.
Beberapa laporan menyebut GPU ini masih menggunakan inti arsitektur Blackwell yang sama, tetapi konfigurasi memori dipangkas untuk menurunkan kemampuan komputasinya secara keseluruhan. Perubahan utamanya meliputi:
VRAM diturunkan: dari 32GB GDDR7 menjadi 24GB
Lebar bus memori dipersempit: dari 512‑bit menjadi 384‑bit
Bandwidth memori turun: sekitar 25% lebih rendah dibanding konfigurasi asli
Langkah ini memungkinkan GPU tetap menjadi kartu grafis gaming kelas atas, tetapi dengan kemampuan komputasi yang lebih terbatas agar tidak melanggar aturan ekspor.
Versi sebelumnya, RTX 5090D, juga sudah mengurangi kemampuan AI dibanding model globalnya, meskipun performa gamingnya relatif tetap tinggi.
Dengan kata lain, RTX 5090D V2 pada dasarnya adalah GPU flagship yang sengaja “dipangkas” performanya demi memenuhi batas regulasi, bukan karena keterbatasan teknologi.
Mengapa nasibnya tetap tidak pasti di China
Walaupun dirancang agar patuh pada aturan ekspor AS, laporan menyebutkan bahwa peluncuran atau ketersediaan RTX 5090D V2 di China tetap tidak jelas. Hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan spesifik dari pihak regulator China terkait keputusan tersebut.
Meski begitu, beberapa faktor besar dapat membantu menjelaskan situasinya:
China semakin berhati‑hati terhadap ketergantungan pada teknologi semikonduktor dari Amerika.
Aturan ekspor membuat pasar chip global semakin terfragmentasi.
Nvidia sendiri beberapa kali menghentikan atau menyesuaikan pengiriman GPU khusus China karena perubahan regulasi.
Akibatnya, mematuhi aturan ekspor AS saja tidak selalu menjamin produk dapat masuk dengan mulus ke pasar China.
Konflik chip AI antara AS dan China
Kasus RTX 5090D V2 hanyalah satu contoh kecil dari konflik teknologi yang jauh lebih besar.
Sejak 2022, Amerika Serikat secara bertahap memperketat kontrol ekspor terhadap chip AI dan teknologi semikonduktor canggih yang dapat digunakan untuk komputasi tingkat tinggi atau aplikasi militer. Aturan ini kemudian diperluas pada 2023 sehingga mencakup lebih banyak jenis perangkat keras komputasi dan peralatan manufaktur chip.
Karena GPU modern sangat penting untuk pengembangan AI, banyak produk paling kuat dari Nvidia otomatis masuk dalam kategori yang dibatasi.
Akibatnya, perusahaan tersebut harus membuat versi khusus dengan kemampuan yang diturunkan, seperti RTX 4090D dan RTX 5090D, agar masih bisa menjual GPU di China.
Pangsa pasar Nvidia di China menyusut drastis
Konflik perdagangan ini juga mengubah posisi Nvidia di salah satu pasar terpentingnya.
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan bahwa pangsa perusahaan di pasar akselerator AI China turun dari sekitar 95% menjadi hampir nol di bawah aturan ekspor saat ini.
Pada saat yang sama, produsen chip domestik China mulai berkembang pesat. Pada 2025, perusahaan lokal menguasai sekitar 41% pasar server akselerator AI di China, dengan pengiriman sekitar 1,65 juta unit.
Perusahaan seperti Huawei mendapat keuntungan dari perubahan ini dengan mengembangkan chip AI sendiri, termasuk seri Ascend, yang semakin banyak digunakan oleh perusahaan teknologi China.
Apa arti kasus ini bagi masa depan chip di China
Kisah RTX 5090D V2 menunjukkan perubahan besar yang sedang terjadi di industri semikonduktor global.
Beberapa tren penting mulai terlihat:
Pertama, desain chip kini dipengaruhi regulasi.
Produsen GPU harus merancang produk berdasarkan batas hukum internasional, bukan hanya target performa teknis.
Kedua, pasar hardware global semakin terpecah.
Satu model chip bisa memiliki beberapa versi berbeda tergantung wilayah dan aturan politik.
Ketiga, China mempercepat pengembangan chip domestik.
Ketika chip asing sulit diperoleh, perusahaan lokal memiliki insentif kuat untuk membangun alternatif sendiri.
Keempat, strategi Nvidia di China berubah.
Perusahaan tersebut kini lebih sering menjual produk yang dimodifikasi atau lebih terbatas dibandingkan chip AI tercanggihnya.
Intinya
RTX 5090D V2 bukan sekadar kartu grafis gaming. GPU ini menjadi simbol bagaimana desain semikonduktor modern kini dipengaruhi oleh geopolitik sama besar dengan rekayasa teknologi.
Jika tren ini berlanjut, kemungkinan besar kita akan melihat semakin banyak chip yang dibuat khusus untuk wilayah tertentu—dan persaingan antara ekosistem teknologi AS dan China akan terus membentuk masa depan industri AI global.
Comments
0 comments