CEO eToro Yoni Assia berpendapat AI dan platform social trading memberi investor ritel akses ke analisis, otomatisasi, dan strategi yang sebelumnya hanya dimiliki institusi keuangan besar. eToro mengembangkan fitur seperti CopyTrader, Smart Portfolios, API publik, dan asisten AI bernama Tori untuk membantu pengguna...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is eToro CEO Yoni Assia arguing that AI and social trading are transforming retail investors from “dumb money” into “smart money,” and w. Article summary: Yoni Assia’s argument is that retail investors are no longer merely “dumb money” because social trading lets them learn from and copy other investors, while AI gives them tools that were once closer to institutional capa. Topic tags: general, general web, user generated, government, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "February 25, 2026 - Despite the broader uncertainty, Assia said eToro users have remained active. Rather than retreating from markets, many retail traders on the platform have take" source context "EToro CEO Yoni Assia Predicts 2026 Rebound As Crypto Market Slump And AI Fears Rattle Investors -
Selama puluhan tahun, pasar keuangan sering digambarkan dengan dua kelompok besar: “smart money” dan “dumb money.”
Istilah “smart money” biasanya merujuk pada investor institusional seperti hedge fund, bank investasi, dan manajer aset besar yang memiliki tim analis, data riset mendalam, serta modal besar. Sebaliknya, investor individu atau trader ritel sering dianggap sebagai “dumb money” karena memiliki akses informasi dan alat yang lebih terbatas.
Namun menurut Yoni Assia, pendiri sekaligus CEO platform trading eToro, pembagian tersebut mulai berubah. Dalam beberapa wawancara dan pengumuman perusahaan, ia mengatakan bahwa AI, jaringan social trading, dan API terbuka kini memberi investor individu kemampuan yang sebelumnya hanya dimiliki trader profesional.
Ia melihat perubahan ini didorong oleh tiga hal utama: teknologi yang lebih cerdas, investasi berbasis komunitas, dan bukti dari peristiwa pasar terbaru.
Secara historis, investor institusional dianggap lebih “pintar” karena mereka memiliki:
Sementara itu, investor ritel sering dianggap membeli ketika harga sudah tinggi dan menjual ketika pasar turun—perilaku yang kerap dimanfaatkan oleh pemain besar.
Assia berpendapat bahwa teknologi modern mulai menutup kesenjangan tersebut.
Menurut Assia, kecerdasan buatan dapat menganalisis jumlah data finansial yang sangat besar—mulai dari laporan perusahaan hingga strategi investasi historis—dan menyajikan wawasan tersebut langsung kepada investor individu melalui aplikasi trading.
Dengan kata lain, AI dapat “mengompresi keahlian” yang sebelumnya membutuhkan tim analis besar.
Ia bahkan menyatakan bahwa investor ritel seharusnya tidak lagi disebut “dumb money”. Dengan bantuan AI, mereka berpotensi menjadi “smartest money out there.”
Untuk mendukung visi tersebut, eToro memperkenalkan berbagai fitur yang membuat investasi lebih kolaboratif dan berbasis data.
Salah satu fitur paling terkenal dari eToro adalah CopyTrader, yang memungkinkan pengguna menyalin portofolio dan transaksi trader lain yang lebih berpengalaman secara otomatis.
Konsep ini mengubah investasi menjadi aktivitas sosial. Pengguna dapat:
Menurut Assia, inovasi ini mengubah investasi dari aktivitas individu menjadi pengalaman bersama di mana pengguna bisa belajar satu sama lain.
eToro juga menawarkan Smart Portfolios, yaitu portofolio tematik yang menggabungkan beberapa aset sekaligus berdasarkan sektor, strategi, atau tren tertentu.
Pendekatan ini membantu investor mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi tanpa harus mengelola setiap posisi secara manual.
Langkah terbaru eToro adalah merilis public APIs, yang memungkinkan developer atau pengguna tingkat lanjut terhubung langsung dengan sistem trading platform tersebut.
Dengan API ini, pengguna dapat membuat:
Visinya adalah menciptakan ekosistem komunitas di mana pengguna dapat membangun dan berbagi alat investasi.
Sebagai bagian dari strategi AI mereka, eToro juga memperkenalkan beberapa fitur baru, termasuk:
Tujuan akhirnya adalah membawa kemampuan yang sebelumnya hanya dimiliki hedge fund kuantitatif ke platform investor ritel.
Salah satu momen penting yang sering disebut dalam diskusi ini adalah lonjakan meme stock pada 2021, ketika komunitas trader ritel di internet mendorong kenaikan tajam saham seperti GameStop.
Peristiwa tersebut menunjukkan dua hal sekaligus:
Menurut analisis yang mengutip data Federal Reserve, investor ritel memasukkan sekitar $1,2 triliun ke saham AS selama euforia meme stock, tetapi banyak yang kemudian kehilangan 40–60% dari keuntungan mereka pada 2022.
Artinya, kekuatan pasar memang ada—tetapi konsistensi profit masih menjadi tantangan.
Dalam jangka panjang, Assia membayangkan pasar keuangan akan semakin menyerupai jaringan kolaboratif.
Dalam model ini:
Kombinasi ini berpotensi menciptakan lapisan kecerdasan kolektif (collective intelligence) di pasar finansial.
Walau teknologi memang memperkecil kesenjangan alat antara investor ritel dan institusi, bukti bahwa trader ritel secara konsisten mengalahkan hedge fund atau manajer aset profesional masih terbatas.
Peristiwa seperti meme‑stock boom menunjukkan bahwa investor individu dapat memengaruhi pasar secara besar—tetapi juga memperlihatkan risiko tinggi dari perilaku berbasis kerumunan.
Dengan demikian, klaim Assia lebih berkaitan dengan akses dan kemampuan, bukan jaminan kinerja.
Yang jelas, dengan hadirnya AI, API terbuka, dan social trading, investor individu kini memiliki alat analitik dan strategi yang dulu hampir eksklusif bagi institusi Wall Street.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
CEO eToro Yoni Assia berpendapat AI dan platform social trading memberi investor ritel akses ke analisis, otomatisasi, dan strategi yang sebelumnya hanya dimiliki institusi keuangan besar.
CEO eToro Yoni Assia berpendapat AI dan platform social trading memberi investor ritel akses ke analisis, otomatisasi, dan strategi yang sebelumnya hanya dimiliki institusi keuangan besar. eToro mengembangkan fitur seperti CopyTrader, Smart Portfolios, API publik, dan asisten AI bernama Tori untuk membantu pengguna menganalisis pasar dan bahkan membuat alat trading sendiri.
Fenomena meme stock seperti lonjakan GameStop pada 2021 menunjukkan bahwa trader ritel kini mampu memengaruhi pasar secara besar besaran, meski juga menyoroti risiko volatilitas tinggi.