Namun valuasi sebesar itu akan sangat bergantung pada beberapa faktor yang baru bisa dinilai setelah prospektus tersedia, seperti:
Tanpa data keuangan detail, sulit menilai apakah valuasi tersebut masih menyisakan potensi kenaikan bagi investor baru.
Manajer aset terbesar di dunia, BlackRock, dilaporkan sedang mempertimbangkan investasi antara $5 miliar hingga $10 miliar dalam IPO SpaceX.
Jika terjadi, investasi ini kemungkinan berasal dari dana aktif yang dikelola BlackRock senilai ratusan miliar dolar.
Investor institusional besar seperti ini sering bertindak sebagai anchor investor, yaitu pembeli awal yang membantu menstabilkan permintaan saat IPO. Namun kehadiran mereka tidak otomatis menjamin keuntungan bagi investor publik.
Angka ini jauh di atas praktik IPO biasanya, yang umumnya hanya sekitar 5–10% untuk investor individu.
Bagi investor ritel internasional, penting memperhatikan beberapa hal sebelum ikut serta:
Nilai indikatif per saham turun dari sekitar $526,59 menjadi sekitar $105,32 setelah pemecahan saham.
Namun penting dipahami: stock split tidak membuat perusahaan lebih murah secara fundamental. Langkah ini hanya menurunkan harga per saham agar terlihat lebih terjangkau bagi investor.
Prospektus juga disebut menunjukkan struktur saham dua kelas yang memberi Elon Musk sekitar 79% hak suara meskipun hanya memiliki sekitar 42% ekuitas.
Artinya setelah IPO:
Ini termasuk keputusan terkait strategi perusahaan, transaksi pihak terkait, atau alokasi modal di masa depan.
IPO ini menawarkan eksposur ke beberapa sektor yang berkembang cepat:
Namun valuasi yang dilaporkan sudah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang sangat besar.
Jika laporan keuangan nantinya tidak menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa, margin yang kuat, dan jalur jelas menuju arus kas positif, maka rasio risiko terhadap potensi imbal hasil bisa menjadi kurang menarik bagi investor baru — terlepas dari reputasi dan teknologi SpaceX.
Comments
0 comments