Keberagaman pendekatan ini penting karena dunia keamanan siber tidak ingin bergantung pada satu fondasi matematika saja untuk perlindungan jangka panjang.
Sebelumnya, 14 algoritma telah lolos ke putaran kedua dalam proyek tambahan tanda tangan digital PQC.
Dari daftar tersebut, lima kandidat tidak melanjutkan ke putaran ketiga:
Beberapa di antaranya berasal dari pendekatan code‑based cryptography (CROSS, LESS) dan MPC‑in‑the‑Head (Mirath, PERK, RYDE).
Namun, sumber yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci alasan teknis eliminasi—misalnya apakah terkait keamanan, efisiensi performa, atau kompleksitas implementasi.
Dengan masuknya sembilan kandidat ini ke tahap berikutnya, NIST akan melakukan analisis yang lebih mendalam terhadap berbagai aspek, seperti:
Sumber yang tersedia mengonfirmasi bahwa seleksi ini terjadi setelah sekitar 18 bulan evaluasi, tetapi tidak merinci aturan pembaruan spesifikasi atau jadwal lengkap evaluasi lanjutan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya global untuk menghadapi ancaman komputer kuantum terhadap sistem kriptografi modern.
Banyak sistem keamanan digital saat ini—termasuk RSA dan elliptic‑curve cryptography—diperkirakan dapat ditembus oleh komputer kuantum yang cukup kuat di masa depan.
Selain itu, algoritma FALCON juga dipilih untuk dipublikasikan sebagai FIPS 206 yang masih dalam tahap pengembangan.
Program Additional Digital Signatures dijalankan karena satu atau dua algoritma saja tidak cukup untuk semua kebutuhan sistem. Dengan mengevaluasi lebih banyak kandidat, NIST ingin:
Singkatnya, sembilan algoritma yang kini berada di putaran ketiga berpotensi menjadi generasi berikutnya dari standar tanda tangan digital post‑quantum, yang akan digunakan pemerintah, perusahaan teknologi, dan infrastruktur digital di era komputasi kuantum.
Comments
0 comments