Hasilnya adalah jalur yang lebih cepat dari tahap uji coba hingga implementasi produksi—salah satu alasan utama banyak vendor kini mendistribusikan software melalui cloud marketplace.
Sixfold mengembangkan perangkat lunak AI yang dirancang khusus untuk proses underwriting asuransi, baik untuk asuransi properti dan kecelakaan (P&C) maupun asuransi jiwa dan kesehatan.
Dalam praktiknya, platform ini memproses submission underwriting—paket dokumen yang biasanya dikirim oleh broker—dan menggunakan generative AI untuk membaca, mengekstrak, serta merangkum informasi penting di dalamnya.
Sistem kemudian memberikan wawasan risiko dan rekomendasi yang disesuaikan dengan pedoman underwriting perusahaan.
Beberapa fungsi utamanya meliputi:
Tujuannya adalah mengurangi waktu yang dihabiskan underwriter untuk membaca dokumen secara manual, sekaligus meningkatkan konsistensi dalam seleksi risiko.
Sixfold memposisikan teknologinya bukan sekadar alat membaca dokumen. Perusahaan menyebut sistem ini sebagai "AI brain" yang membantu menangani pekerjaan underwriting dengan volume submission tinggi dan mendukung pengambilan keputusan portofolio.
Salah satu kemampuan terbaru platform ini adalah fitur Institutional Intelligence, yang dirancang untuk menangkap dan menerapkan keahlian underwriting dari seluruh organisasi secara konsisten.
Dengan menghubungkan keputusan underwriting dengan hasil nyata—seperti penawaran polis, binding, hingga klaim kerugian—sistem dapat membangun lapisan pengetahuan yang terus berkembang.
Pendekatan ini mendorong evolusi AI underwriting dari sekadar otomatisasi dokumen menuju sistem AI yang lebih "agent‑like", yang dapat memprioritaskan kasus, menerapkan aturan perusahaan, dan membantu alur pengambilan keputusan.
Sixfold menyebut beberapa peningkatan operasional dari penggunaan platformnya, meskipun angka‑angka ini berasal dari klaim vendor dan belum tentu diverifikasi secara independen.
Contoh yang dikutip perusahaan antara lain:
Angka‑angka tersebut mencerminkan tujuan utama penggunaan AI dalam underwriting: meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan tanpa menurunkan kualitas seleksi risiko.
Menurut materi publik dan listing di marketplace, beberapa perusahaan asuransi besar yang telah menggunakan atau menguji Sixfold antara lain Zurich, AXIS, Generali, dan Skyward.
Perusahaan juga menyatakan platformnya telah memproses lebih dari satu juta submission underwriting di lebih dari 40 lini bisnis asuransi.
Namun, informasi publik belum menjelaskan secara detail sejauh mana implementasi di masing‑masing perusahaan—misalnya lini bisnis apa saja yang telah menggunakannya secara penuh atau skala penggunaan di seluruh organisasi.
Peluncuran di Microsoft Marketplace terjadi bersamaan dengan sejumlah langkah strategis lain dari Sixfold.
Perusahaan memperoleh pendanaan Seri B sebesar 30 juta dolar AS pada awal 2026 untuk memperluas pengembangan platform AI underwriting dan mempercepat adopsi di kalangan perusahaan asuransi global.
Selain itu, Sixfold juga menjalin kemitraan dengan INFORCE, perusahaan integrator sistem yang fokus pada transformasi digital di industri asuransi. Melalui kemitraan ini, kemampuan AI Sixfold dapat dimasukkan ke dalam proyek modernisasi sistem underwriting perusahaan asuransi.
Kombinasi distribusi melalui marketplace cloud dan jaringan integrator sistem membantu memperluas jangkauan teknologi tersebut di industri.
Langkah Sixfold juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam teknologi perusahaan menuju agentic AI—perangkat lunak yang tidak hanya memberi analisis, tetapi juga menjalankan tugas bisnis tertentu secara langsung.
Beberapa perkiraan industri menunjukkan bahwa sekitar 40% aplikasi enterprise akan memiliki AI agents pada akhir 2026, naik dari kurang dari 5% pada 2025.
Di sektor asuransi, tren ini muncul dalam bentuk AI yang tertanam langsung dalam proses operasional seperti underwriting, pemrosesan klaim, dan deteksi penipuan.
Dengan hadir di Microsoft Marketplace, Sixfold pada dasarnya mengurangi hambatan operasional yang selama ini memperlambat adopsi teknologi underwriting baru.
Perusahaan asuransi yang sudah menggunakan Azure kini dapat menemukan, membeli, dan menerapkan platform tersebut melalui sistem cloud yang sama dengan infrastruktur mereka.
Lebih luas lagi, perkembangan ini menunjukkan arah baru dalam software asuransi: AI yang terintegrasi langsung ke dalam alur pengambilan keputusan inti, bukan sekadar alat analitik tambahan.
Apakah teknologi seperti ini benar‑benar memberikan peningkatan produktivitas sesuai klaim vendor masih akan bergantung pada implementasi nyata, kualitas data, serta integrasi dengan proses underwriting masing‑masing perusahaan. Namun arah transformasi industri semakin jelas—AI semakin menjadi bagian inti dari operasi asuransi modern.
Comments
0 comments