Jiuzhang 4.0 merupakan penerus dari Jiuzhang 3.0 yang diumumkan pada 2023.
Perbandingan utama:
Selain skala foton yang jauh lebih besar, Jiuzhang 4.0 juga diperkenalkan sebagai prosesor fotonik yang dapat diprogram, memungkinkan konfigurasi eksperimen yang lebih fleksibel dibanding generasi sebelumnya .
Peningkatan ini penting karena semakin banyak foton yang terlibat, semakin sulit pula simulasi yang harus dilakukan oleh komputer klasik.
Penelitian yang dilaporkan menyebutkan bahwa Jiuzhang 4.0 dapat menyelesaikan tugas Gaussian boson sampling tertentu lebih dari 10^54 kali lebih cepat dibanding superkomputer klasik paling kuat di dunia saat ini .
Eksperimen Gaussian boson sampling sebelumnya sudah menunjukkan perbedaan skala yang sangat besar. Studi lain menunjukkan bahwa simulasi klasik untuk eksperimen GBS yang berjalan beberapa menit dapat memerlukan waktu hingga ratusan juta tahun pada algoritma klasik terbaik sebelum optimasi baru ditemukan .
Karena itu, eksperimen berskala besar seperti Jiuzhang 4.0 sering dipakai untuk menguji batas kemampuan komputasi klasik.
Gaussian boson sampling bukanlah komputasi kuantum serbaguna. Ia lebih merupakan eksperimen khusus untuk membuktikan keunggulan komputasi kuantum pada jenis masalah tertentu.
Namun, pencapaian Jiuzhang 4.0 tetap penting karena:
Meski demikian, Jiuzhang 4.0 belum merupakan komputer kuantum universal yang tahan kesalahan (fault‑tolerant). Ia masih merupakan prototipe penelitian yang dirancang untuk eksperimen komputasi kuantum tertentu .
Secara sederhana, Jiuzhang 4.0 menandai langkah besar dalam pengembangan komputer kuantum fotonik—mendorong batas kemampuan teknologi dan memperjelas seberapa jauh komputasi kuantum dapat melampaui metode klasik pada tugas tertentu.
Comments
0 comments