Laba SoftBank untuk kuartal Januari–Maret 2026 diperkirakan kuat karena kenaikan valuasi OpenAI dapat menaikkan nilai kepemilikannya; satu estimasi menyebut laba sekitar ¥236 miliar atau US$1,5 miliar. Pasar tetap khawatir pada komitmen tambahan US$30 miliar ke OpenAI, pinjaman jembatan US$40 miliar, outlook kredit...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is SoftBank expected to deliver a strong January–March quarterly profit from the rising value of its OpenAI stake, and why are investors. Article summary: SoftBank is expected to show a strong January–March profit mainly because the accounting value of its OpenAI stake has risen sharply, creating large investment gains even before any cash exit. Investors remain uneasy bec. Topic tags: general, news, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "SoftBank posts fourth straight quarterly profit on OpenAI investment gain | 92.7 The Van WYVN | Holland's Classic Hits. # SoftBank posts fourth straight quarterly profit on OpenAI" source context "SoftBank posts fourth straight quarterly profit on OpenAI investment gain | 92.7 The Van WYVN | Holland's Classic Hits" Referen
Taruhan SoftBank pada OpenAI sedang memainkan dua peran sekaligus. Di satu sisi, valuasi OpenAI yang naik dapat membuat laba SoftBank terlihat jauh lebih kuat. Di sisi lain, kenaikan itu belum otomatis menjadi uang tunai, sementara SoftBank justru menambah komitmen investasi besar di bidang AI.
Sederhananya: laporan laba bisa terlihat mengilap, tetapi tagihan pendanaan tetap nyata.
Analis memperkirakan SoftBank akan kembali melaporkan kuartal Januari–Maret yang kuat karena kepemilikannya di OpenAI ikut terdorong oleh kenaikan valuasi pasar privat perusahaan tersebut . Salah satu proyeksi menempatkan laba bersih Januari–Maret 2026 di sekitar ¥236 miliar, atau kira-kira US$1,5 miliar, setelah valuasi OpenAI dilaporkan naik menjadi US$840 miliar
.
Mekanismenya adalah kenaikan nilai tercatat investasi. SoftBank sudah menunjukkan dampak ini pada periode sebelumnya: untuk tiga bulan yang berakhir Desember, perusahaan membukukan keuntungan valuasi US$4,2 miliar dari OpenAI. Saat itu SoftBank menyatakan total investasinya sekitar US$34,6 miliar di OpenAI bernilai US$54,4 miliar dan mewakili 11% saham per Desember .
Artinya, bila putaran pendanaan berikutnya menilai OpenAI lebih tinggi, nilai kepemilikan SoftBank dapat ikut dinaikkan dalam pembukuan, bahkan tanpa penjualan saham. Inilah alasan angka laba dan kondisi kas bisa bergerak tidak sejalan: keuntungan valuasi memperkuat laporan laba, tetapi belum tentu menyediakan likuiditas untuk membayar utang atau membiayai investasi AI berikutnya.
Pada 27 Februari 2026, SoftBank mengatakan telah menandatangani perjanjian definitif untuk melakukan investasi lanjutan sebesar US$30 miliar di OpenAI melalui SoftBank Vision Fund 2 . Jika transaksi selesai dan syarat penutupan terpenuhi, SoftBank memperkirakan total investasi kumulatifnya di OpenAI mencapai US$64,6 miliar, dengan kepemilikan sekitar 13%
.
Skala ini membuat sebagian investor melihat SoftBank bukan lagi sekadar konglomerat investasi teknologi yang terdiversifikasi, melainkan semakin mirip proksi publik untuk pertumbuhan OpenAI. Potensi kenaikannya besar jika OpenAI terus mendapat valuasi lebih tinggi. Namun risikonya juga jelas: eksposur SoftBank makin terkonsentrasi pada satu perusahaan privat yang nilainya belum diuji di pasar saham terbuka.
Peringatan paling terang datang dari S&P Global, lembaga pemeringkat kredit global. Bloomberg melaporkan S&P memangkas outlook SoftBank menjadi negatif dari stabil, sambil mempertahankan peringkat kredit penerbit jangka panjang BB+. Alasannya: rencana tambahan investasi US$30 miliar di OpenAI berisiko menekan likuiditas SoftBank dan kualitas asetnya .
Sisi pembiayaan juga menjadi titik rawan. Bank-bank telah mengatur pinjaman jembatan US$40 miliar untuk investasi SoftBank di OpenAI, dan pinjaman itu sedang disindikasikan ke pemberi pinjaman tambahan, menurut orang-orang yang mengetahui perkara tersebut sebagaimana dikutip The Star . Pinjaman jembatan biasanya membantu perusahaan bergerak cepat, tetapi sifatnya sementara; pada akhirnya perusahaan tetap perlu menggantinya dengan pendanaan yang lebih permanen atau kas dari sumber lain.
Ada pula tanda bahwa kreditur tidak menganggap pinjaman berbasis saham OpenAI sebagai tanpa risiko. SoftBank dilaporkan memangkas target pinjaman margin yang dijamin oleh kepemilikannya di OpenAI dari US$10 miliar menjadi serendah US$6 miliar setelah sebagian kreditur ragu. Laporan itu menyebut kreditur khawatir karena sulit menilai perusahaan yang belum tercatat di bursa seperti OpenAI .
Masalah pendanaan SoftBank tidak berhenti pada satu cek ke OpenAI. Laporan mengenai prospek SoftBank mengaitkan kekhawatiran investor dengan rencana investasi OpenAI, belanja pusat data, dan komitmen akuisisi AI lainnya . Bloomberg juga mencatat reli saham SoftBank menghadapi ujian karena investor ingin diyakinkan bahwa taruhan bernilai miliaran dolar pada OpenAI akan sepadan dengan risiko pada neraca
.
Di sinilah dilema utamanya. Eksposur AI adalah alasan laba SoftBank bisa terlihat kuat, tetapi eksposur yang sama membuat investor kredit lebih sensitif terhadap utang, kebutuhan likuiditas, dan konsentrasi aset.
Jalur paling bersih bagi SoftBank adalah adanya harga pasar yang lebih likuid untuk OpenAI. IPO OpenAI dapat memberi SoftBank kesempatan untuk menjual sebagian saham atau menggunakan valuasi publik sebagai dasar pendanaan. Namun, sejauh ini, sumber yang dirujuk tidak menunjukkan IPO telah selesai atau memiliki jadwal mengikat. Selama OpenAI masih perusahaan tidak tercatat, kekhawatiran kreditur soal sulitnya menilai perusahaan seperti OpenAI tetap relevan .
Rute lain yang mungkin adalah kendaraan AI baru yang tercatat di bursa. Financial Times, melalui laporan Reuters yang dikutip The Star, melaporkan SoftBank berencana membentuk dan mencatatkan perusahaan AI dan robotika berbasis di AS bernama Roze, yang akan terlibat dalam pembangunan pusat data. Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara langsung . Jika benar terjadi, listing semacam itu bisa membuka kanal pendanaan atau valuasi baru, tetapi untuk saat ini masih berupa rencana yang dilaporkan, bukan exit yang sudah pasti.
Penjualan aset juga bukan hal baru bagi SoftBank. Fortune melaporkan SoftBank menjual kepemilikannya di Nvidia senilai US$5,8 miliar pada Oktober ketika perusahaan memusatkan fokus pada kecerdasan buatan . Itu menunjukkan SoftBank bisa mendaur ulang modal. Namun penjualan aset tersebut belum menjawab sepenuhnya apakah kebutuhan dana terkait OpenAI dan proyek AI lain dapat dipenuhi tanpa menekan metrik kredit.
Kuartal Januari–Maret SoftBank bisa terlihat kuat karena valuasi OpenAI yang lebih tinggi mengangkat nilai akuntansi kepemilikannya. Tetapi pertanyaan utama investor berbeda: apakah SoftBank mampu membiayai eksposur kumulatif OpenAI sebesar US$64,6 miliar, plus ambisi AI yang lebih luas, tanpa membuat neracanya terlalu berat ?
Jika OpenAI terus tumbuh dan pada akhirnya menyediakan jalur keluar yang likuid, strategi agresif SoftBank bisa terlihat masuk akal. Namun jika valuasi goyah, minat kreditur melemah, atau IPO tetap jauh, keuntungan di atas kertas yang hari ini mendongkrak laba dapat berubah menjadi persoalan utang yang lebih sulit diurai.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Laba SoftBank untuk kuartal Januari–Maret 2026 diperkirakan kuat karena kenaikan valuasi OpenAI dapat menaikkan nilai kepemilikannya; satu estimasi menyebut laba sekitar ¥236 miliar atau US$1,5 miliar.
Laba SoftBank untuk kuartal Januari–Maret 2026 diperkirakan kuat karena kenaikan valuasi OpenAI dapat menaikkan nilai kepemilikannya; satu estimasi menyebut laba sekitar ¥236 miliar atau US$1,5 miliar. Pasar tetap khawatir pada komitmen tambahan US$30 miliar ke OpenAI, pinjaman jembatan US$40 miliar, outlook kredit negatif dari S&P, serta belum jelasnya jalur pencairan seperti IPO OpenAI.