Jawaban praktisnya: jangan gunakan DeepSeek untuk informasi pribadi, rahasia, atau penting bagi bisnis jika aksesnya melalui aplikasi resmi, layanan web, atau cloud/API. Pada 27 Juni 2025, Komisioner Perlindungan Data dan Kebebasan Informasi Berlin memberi tahu Apple dan Google di Jerman bahwa aplikasi DeepSeek termasuk “illegal content” atau konten ilegal [11].
Namun, penting untuk tidak melompat ke kesimpulan lain. Sumber yang ada terutama menunjukkan kekhawatiran soal perlindungan data, transfer data ke negara ketiga, dan kepatuhan hukum. Sumber tersebut tidak menjadi dasar untuk menyatakan bahwa DeepSeek otomatis adalah malware atau bahwa setiap penggunaan pasti membuat perangkat kompromi [2][
4][
6][
11].
Mulai dari cara akses: aplikasi, cloud, atau lokal?
Saat orang mencari “DeepSeek V4”, yang sering dibahas adalah model AI-nya. Tetapi langkah regulator di Jerman yang terdokumentasi menyasar aplikasi/layanan DeepSeek, bukan sertifikasi keamanan teknis khusus untuk nama model tertentu [11]. Jadi pertanyaan paling penting adalah: ke mana prompt, file, dan data penggunaan Anda dikirim?
| Cara akses | Penilaian praktis |
|---|---|
| Aplikasi resmi | Hindari untuk data sensitif. Aplikasi DeepSeek inilah yang dilaporkan otoritas perlindungan data Berlin kepada Apple dan Google di Jerman sebagai “illegal content” [ |
| Situs web atau cloud/API | Gunakan hanya untuk data tidak sensitif, atau setelah pemeriksaan formal. Jika prompt, dokumen, atau data penggunaan dikirim ke infrastruktur penyedia, muncul isu perlindungan data dan transfer lintas negara seperti yang dibahas dalam laporan tentang DeepSeek [ |
| Uji coba pribadi | Masih dapat dipertimbangkan untuk pertanyaan umum, contoh fiktif, atau konten yang sudah dianonimkan. Nama asli, dokumen, data pelanggan, dan rahasia tidak semestinya dimasukkan. |
| Operasi lokal | Perlu dinilai terpisah jika data benar-benar tidak keluar dari lingkungan Anda sendiri. Sisa risikonya bergantung pada implementasi, pembaruan, konfigurasi, dan infrastruktur [ |
Mengapa DeepSeek dipersoalkan di Jerman
Inti kritik di Jerman bukan kualitas jawaban AI, melainkan pengelolaan data pengguna. Otoritas perlindungan data Berlin menyatakan bahwa data pribadi pengguna Jerman ditransfer ke Tiongkok, sementara DeepSeek belum menunjukkan tingkat perlindungan yang memadai sesuai tuntutan GDPR—aturan perlindungan data Uni Eropa yang di Jerman juga dikenal sebagai DSGVO [11].
Laporan lain menyoroti titik yang sama: dugaan pengumpulan data yang melanggar hukum, transfer data ke Tiongkok, dan pertanyaan apakah DeepSeek memenuhi standar perlindungan data Eropa [2][
4][
5][
6]. Bagi pengguna, ini tidak berarti setiap prompt pasti disalahgunakan. Artinya, penggunaan aplikasi atau cloud dengan konten rahasia dapat menjadi risiko privasi dan kepatuhan yang besar.
Data yang sebaiknya tidak dimasukkan
Anggap DeepSeek lewat aplikasi, web, atau cloud seperti layanan AI eksternal yang belum lolos pemeriksaan internal: masukkan hanya informasi yang jika bocor pun tidak menimbulkan masalah besar. Yang sebaiknya benar-benar dihindari:
- kata sandi, API key, kredensial login, dan kode autentikasi dua faktor;
- data KTP/paspor, pajak, bank, asuransi, kontrak, atau dokumen resmi lain;
- data kesehatan dan kategori data pribadi yang sangat sensitif;
- data pelanggan, karyawan, murid, klien, perkara, atau berkas kasus;
- dokumen internal, notulen, strategi, penawaran, dan presentasi yang belum dipublikasikan;
- kode sumber rahasia, arsitektur sistem, konsep keamanan, atau informasi kerentanan;
- cerita kasus yang memuat identitas orang dari kantor hukum, klinik, konsultan, sekolah, lembaga publik, atau departemen HR.
Untuk perusahaan, instansi, sekolah, dan profesi yang memegang data sensitif
Untuk organisasi, “rasanya aman” tidak cukup. Jika DeepSeek ingin dipakai untuk pekerjaan, tim perlindungan data, keamanan TI, dan bila perlu bagian hukum perlu memeriksa data apa yang diproses, ke mana data dikirim, kontrak dan dasar hukum apa yang berlaku, serta apakah ada persetujuan internal. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi pusat perdebatan DeepSeek di Jerman, terutama terkait kemungkinan pelanggaran GDPR dan transfer data ke Tiongkok [4][
6][
11].
Tanpa pemeriksaan seperti itu, DeepSeek sebaiknya tidak dipakai dalam produksi untuk data pelanggan, urusan personalia, data pembelajaran, arsip instansi, informasi klien, atau dokumen bisnis internal. Untuk konten sensitif, jalur yang lebih aman adalah sistem yang sudah disetujui dengan dokumentasi pemrosesan data yang jelas, atau deployment lokal yang benar-benar terkontrol; untuk opsi lokal pun, tingkat amannya tetap ditentukan oleh rancangan teknis konkretnya [3].
Cara mencoba DeepSeek dengan risiko lebih rendah
Jika Anda tetap ingin mencoba DeepSeek secara pribadi untuk hal yang tidak sensitif, risiko bisa ditekan meski tidak hilang sepenuhnya:
- Pakai contoh fiktif, bukan data orang atau perusahaan nyata.
- Hapus nama, alamat email, nomor pelanggan, nomor perkara, dan pengenal lain.
- Jangan unggah dokumen asli.
- Berikan izin aplikasi hanya jika benar-benar diperlukan.
- Gunakan akun terpisah dengan kata sandi kuat dan unik.
- Jangan gunakan untuk materi kerja sebelum organisasi Anda memberi izin resmi.
Kesimpulan: untuk data sensitif, lebih baik hindari
Berdasarkan sumber yang tersedia, DeepSeek di Jerman tidak terbukti secara umum sebagai serangan teknis terhadap perangkat. Namun untuk aplikasi resmi serta akses web atau cloud, posisi privasinya cukup bermasalah sehingga data pribadi, rahasia, dan penting bagi bisnis sebaiknya tidak dimasukkan. Faktor kuncinya adalah langkah otoritas perlindungan data Berlin pada 27 Juni 2025 dan kritik terkait transfer data ke Tiongkok [11][
2][
4][
6].
Menggunakan DeepSeek hanya dengan prompt fiktif, anonim, atau sangat umum membawa risiko yang jauh lebih kecil. Begitu data orang nyata, dokumen internal, rahasia dagang, atau data yang diatur hukum ikut masuk, pendekatan yang sudah diperiksa, disetujui, atau dikendalikan secara lokal adalah pilihan yang lebih aman [3].




