Cara membaca yang lebih tepat sekarang adalah menempatkan halving sebagai rezim pasokan, bukan stopwatch pasar. Halving tetap mengurangi aliran BTC baru, tetapi dampak harga sangat bergantung pada apakah kanal permintaan besar sedang menyerap, menahan diri, atau melepas eksposur Bitcoin .
Karena itu, debat analis masih terbelah. CoinMarketCap Academy melaporkan bahwa analis belum sepakat apakah siklus empat tahunan Bitcoin sudah berakhir, dengan ETF institusional dan perubahan regulasi menjadi bagian utama perdebatan . Analisis pasca-halving 2026 lainnya menyebut siklus setelah halving 2024 sejauh ini hanya naik 92,2% dari halving ke puncak, jauh di bawah kenaikan yang dicatat untuk siklus 2020, 2016, dan 2012; perbedaan itu dibaca sebagai bukti bahwa siklus bisa saja rusak, atau sekadar memanjang dan menjadi lebih dangkal
.
Narasi klasik Bitcoin berasal dari peristiwa pasokan yang mekanis: halving memangkas imbalan miner menjadi separuh dan mengurangi jumlah koin baru yang masuk ke sirkulasi . Secara historis, banyak investor memetakannya menjadi pola yang akrab: fase akumulasi, reli setelah halving yang sering mencapai puncak sekitar 18 bulan kemudian, lalu koreksi tajam dan pasar bearish multi-tahun
.
Model itu lebih mudah diterima ketika pasar Bitcoin masih lebih didominasi ritel dan pelaku kripto asli. Beberapa analisis arus institusional kini membedakan siklus lama yang lebih retail-led dengan pasar saat ini, ketika arus institusi sudah cukup besar dan perilakunya tidak selalu sama dengan investor ritel . Dalam konteks baru ini, halving tetap penting, tetapi tidak lagi cukup sebagai penjelasan utama
.
Perubahan struktural terbesarnya adalah akses. ETF, atau exchange-traded fund, adalah produk investasi yang diperdagangkan di bursa. ETF spot Bitcoin di AS memberi jalur bursa untuk mendapatkan eksposur Bitcoin. Dataset Statista melacak arus harian 10 dari 11 ETF Bitcoin yang disetujui Securities and Exchange Commission, regulator pasar modal AS, pada awal 2024 dan tercatat di NYSE serta Nasdaq . Setelah produk ini hadir, arus masuk dan keluar ETF menjadi semacam papan skor harian untuk melihat permintaan Bitcoin yang teregulasi.
Skalanya cukup besar untuk mengubah cara orang membaca siklus. ETF spot Bitcoin AS mencatat lebih dari US$35 miliar arus masuk bersih agregat pada 2024, sekitar US$144 juta per hari perdagangan, menurut ringkasan CoinMarketCap Academy atas data Farside . Laporan Januari 2026 secara terpisah menempatkan total aset ETF Bitcoin di US$123,5 miliar dan arus masuk bersih 2024 di US$35,2 miliar
. Crypto.news melaporkan bahwa 11 ETF spot Bitcoin AS menarik US$21,4 miliar arus masuk bersih pada 2025 dan mewakili hampir 67% dari seluruh arus masuk ETF kripto pada tahun itu
.
Manajer aset besar juga menjadi pusat cerita. Setelah sekitar lima bulan perdagangan, ETF spot Bitcoin milik BlackRock dan Fidelity masing-masing menyumbang 26% dan 56% dari arus masuk ETF tahun berjalan para penerbit tersebut, menurut data Bloomberg Intelligence yang dikutip Cointelegraph .
Halving mengurangi pasokan baru; arus ETF mengukur permintaan. Ketika arus permintaan cukup besar, ia dapat mendominasi pembentukan harga jangka pendek meski jadwal pasokan Bitcoin tetap penting. Outlook Amberdata 2026 bahkan berargumen bahwa arus ETF bergerak 12 kali pasokan mining harian dan pada periode itu menjadikan arus institusional sebagai penggerak harga marginal .
Angka kelipatannya bisa berubah tergantung tanggal, periode arus dana, dan metodologi. Namun poin praktisnya jelas: pasokan baru yang lebih rendah tidak otomatis menciptakan bull market yang rapi. Arus keluar ETF, tekanan makro, atau reset leverage dapat menetralkan latar kelangkaan tersebut .
Untuk pasar kripto yang lebih luas, institusi adalah kekuatan besar, bukan satu-satunya kekuatan. Riset institusional Coinbase membingkai pandangan konstruktifnya untuk paruh kedua 2025 di sekitar pertumbuhan AS, kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve atau bank sentral AS, adopsi oleh kas perusahaan, dan kejelasan regulasi. Namun Coinbase juga mencatat risiko seperti kurva imbal hasil Treasury AS yang makin curam dan potensi tekanan jual paksa dari kendaraan kripto yang diperdagangkan publik .
Laporan Coinbase dan Glassnode untuk kuartal II 2025 menggambarkan sentimen defensif di tengah ketidakpastian makro . Riset kuartal III 2025 mereka menyoroti arus ETF, perilaku ambil untung, dan kondisi makro sebagai variabel pasar utama
.
Infrastruktur pasar juga menentukan. Ringkasan Coinbase Institutional kuartal IV 2025 mengaitkan guncangan Oktober dengan leverage berat, order book yang tipis, serta dinamika auto-deleveraging yang menguras likuiditas . Laporan struktur pasar lain juga menyoroti likuiditas, ETF, stablecoin, dan aset tertokenisasi sebagai kekuatan yang mengubah cara modal bergerak di pasar aset digital
. Sementara itu, outlook 2026 menggambarkan arus modal yang makin terkait dengan kejelasan regulasi, eksposur neraca institusi, keuangan tertokenisasi, dan kematangan infrastruktur on-chain
.
Model lama bertanya: Bitcoin sedang berada di titik mana dalam kalender halving empat tahun? Model baru bertanya: bagaimana halving berinteraksi dengan arus dana, likuiditas, dan struktur pasar?
Bitcoin masih memiliki proses halving empat tahunan dalam protokolnya, tetapi siklus pasar tidak lagi hanya soal halving. Halving 2024 mengubah penerbitan BTC baru, sementara laporan arus ETF dan outlook institusional menunjuk pada rezim hibrida: kelangkaan menjadi latar, sedangkan arus ETF, likuiditas makro, regulasi, leverage, dan perilaku holder makin menentukan jalur harga di antara tonggak halving .
Jadi, investor institusional memang telah menjadi salah satu penggerak utama harga marginal Bitcoin, terutama melalui ETF. Namun mereka belum menggantikan halving sepenuhnya, dan tidak menjelaskan setiap gerak pasar kripto. Kesimpulan yang lebih bersih: siklus Bitcoin tidak mati, tetapi sudah ditulis ulang. Bitcoin kini diperdagangkan di persimpangan antara kelangkaan protokol dan arus modal pasar tradisional .
Comments
0 comments