Singapura menargetkan lebih dari 150.000 pegawai publik memiliki kemampuan praktis di bidang digital, data, dan AI pada akhir 2028. Programnya menggabungkan dasar keamanan, tiga jalur pembelajaran AI, serta lokakarya untuk mengerjakan masalah nyata di instansi.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 SolGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How will Singapore’s Institute of Digital Government (IDG), announced during the Ministry of Digital Development and Information’s March 202. Article summary: IDG’s approach is to combine a common digital-safety baseline with progressively more practical AI training, so officers can apply technology to their own work rather than simply complete courses. Its stated target is to. Topic tags: general, general web, academic, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, char
Singapura ingin pegawai publik tidak hanya tahu apa itu kecerdasan buatan (AI), tetapi juga mampu menilai kapan teknologi itu berguna dalam pekerjaan mereka. Untuk itu, Institute of Digital Government (IDG), atau Institut Pemerintahan Digital, menargetkan pembekalan keterampilan digital, data, dan AI bagi lebih dari 150.000 pegawai publik pada akhir 2028. Pembentukannya diumumkan dalam pembahasan anggaran pada Maret 2026, lalu institut tersebut diluncurkan pada 18 September 2026.29
3
IDG dibentuk oleh Kementerian Pembangunan Digital dan Informasi Singapura bersama Civil Service College, lembaga pendidikan bagi aparatur negara. Pelatihannya mencakup pembelajaran daring terstandar dan lokakarya. Setiap tahun, pegawai juga wajib mengikuti materi tentang keamanan siber, perlindungan data, dan literasi AI.3
1
Sebelum memilih alat, peserta diajak menerapkan cara berpikir berorientasi pada pengguna: memahami kebutuhan orang yang dilayani dan merumuskan masalah yang hendak diselesaikan. Proses yang lebih cepat berkat AI belum tentu menghasilkan layanan yang lebih baik jika masalah awalnya keliru.6
29
Untuk menyesuaikan kemampuan awal peserta, IDG menyediakan tiga jalur:
Target IDG adalah seluruh pegawai publik mencapai tingkat Apply 201 pada akhir 2028. Artinya, sasaran program ini melampaui pemahaman dasar menuju penerapan teknologi dalam pekerjaan—namun target tersebut bukan bukti bahwa semua pegawai sudah mahir.6
Melalui AI Sprints, pegawai nonteknis mengikuti lokakarya satu hari untuk merumuskan persoalan kerja, menilai apakah AI dapat membantu, dan membuat purwarupa solusi dengan kemampuan AI yang tersedia bagi instansi.30 IDG juga bekerja dengan pimpinan, tim, dan instansi. Program bagi pimpinan menekankan pemahaman teknologi untuk mengambil keputusan, mengelola sistem, dan mendukung perubahan organisasi.
32
35
Pemerintah Singapura menyatakan bahwa tujuan akhirnya ialah membantu pegawai bekerja lebih efektif dan memberikan layanan yang lebih baik kepada warga.3 Jumlah peserta pelatihan saja belum cukup untuk membuktikan hasil itu. Ukuran yang lebih bermakna adalah apakah AI diterapkan secara aman dan tepat pada masalah nyata, tanpa mengesampingkan pertimbangan manusia. Angka untuk 2028 tetap merupakan target yang belum dinyatakan tercapai oleh sumber-sumber ini.
3
29
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Singapura menargetkan lebih dari 150.000 pegawai publik memiliki kemampuan praktis di bidang digital, data, dan AI pada akhir 2028.
Singapura menargetkan lebih dari 150.000 pegawai publik memiliki kemampuan praktis di bidang digital, data, dan AI pada akhir 2028. Programnya menggabungkan dasar keamanan, tiga jalur pembelajaran AI, serta lokakarya untuk mengerjakan masalah nyata di instansi.