China menjadi negara dengan jumlah putaran pendanaan terbesar. Sepuluh dari 15 putaran terbesar pada 2026 mengalir ke startup China, termasuk Galbot, ROBOTERA, GigaAI, dan Galaxea . Negara ini juga selama ini menjadi pemasok robot humanoid terkemuka di dunia—posisi yang kini terganggu oleh pembatasan impor AS .
Amerika Serikat menjadi rumah bagi startup humanoid dengan total pendanaan terbesar. Figure AI telah menghimpun sekitar US$1,8 miliar hingga saat ini .
Apptronik, startup yang berbasis di Austin, memperoleh pendanaan US$520 juta dalam putaran yang didukung Google dan Mercedes-Benz. Putaran tersebut menilai perusahaan sekitar US$5 miliar .
Jerman mencatat putaran pendanaan tunggal terbesar dalam sejarah sektor ini. Neura Robotics mengumpulkan hingga US$1,4 miliar melalui pendanaan Series C pada Juni 2026, dengan valuasi sekitar US$7 miliar. Investor yang terlibat antara lain Tether, Qualcomm, Amazon, Nvidia, Bosch, Schaeffler, dan European Investment Bank .
| Perusahaan | Putaran | Nilai | Negara | Investor atau catatan utama |
|---|---|---|---|---|
| Neura Robotics | Series C, Juni | US$1,4 miliar | Jerman | Tether, Qualcomm, Amazon, Nvidia, Bosch, Schaeffler, EIB |
| AI² Robotics | Seri tidak diungkapkan | US$735 juta | Tidak diungkapkan | Data Dealroom; kemungkinan AS atau China |
| Apptronik | Series A, Februari | US$520 juta | AS | Google, Mercedes-Benz, B Capital, QIA |
| Rhoda AI | Seri tidak diungkapkan | US$450 juta | Tidak diungkapkan | Data Dealroom |
| Agility Robotics | SPAC, Juni | Lebih dari US$620 juta | AS | Churchill Capital Corp XI dan Foxconn |
| Humanoid | Series A, Juli | US$152 juta | Inggris | Prime Movers Lab, Schaeffler, Bosch, Fubon, Aglaé Ventures |
Data untuk beberapa putaran, termasuk AI² Robotics dan Rhoda AI, berasal dari Dealroom sehingga rincian investor yang tersedia untuk publik masih terbatas .
Humanoid, startup asal Inggris, mencapai status unicorn hanya sekitar dua tahun setelah berdiri. Perusahaan ini mengumpulkan US$152 juta pada Juli 2026 dengan valuasi pascapendanaan US$1,35 miliar. Putaran tersebut dipimpin Prime Movers Lab dan melibatkan mitra industri seperti Bosch serta Schaeffler . Humanoid disebut sebagai unicorn robot humanoid murni pertama di Eropa.
Agility Robotics mengumumkan rencana melantai di bursa melalui transaksi SPAC pada Juni 2026. Perusahaan menargetkan dana sedikitnya US$620 juta untuk memperbesar produksi robot Digit dan memperluas penerapan komersialnya .
Di China, Galbot, ROBOTERA, GigaAI, dan Galaxea juga menutup putaran besar yang nilainya tidak sepenuhnya diumumkan. Transparansi mengenai sejumlah pendanaan startup China masih lebih terbatas .
Sementara itu, Figure AI tetap menjadi startup humanoid dengan modal terbesar secara global. Namun, berdasarkan sumber yang ditinjau, perusahaan tersebut belum mengumumkan putaran pendanaan baru pada 2026 .
Bagi investor yang tidak ingin bertaruh pada satu perusahaan, exchange-traded fund (ETF) dapat memberikan eksposur ke sekumpulan saham dalam ekosistem robotika. Namun, ETF tetap memiliki risiko pasar, biaya pengelolaan, dan perbedaan komposisi—bukan jaminan keuntungan.
Secara umum, KOID atau BOTT lebih cocok bagi investor yang mencari eksposur yang lebih dekat dengan tema robot humanoid. ROBO atau BOTZ menawarkan diversifikasi lebih luas ke pemasok komponen, perangkat lunak, otomasi industri, dan perusahaan robotika lainnya .
Pemerintah AS mengambil dua langkah regulasi utama yang berdampak pada sektor ini pada 2026.
Pada 28 Juli 2026, Federal Communications Commission (FCC), regulator komunikasi AS, memasukkan perangkat robotika canggih buatan luar negeri—termasuk robot humanoid dan robot berkaki empat—ke dalam Covered List. Langkah ini secara efektif menghalangi model baru yang masuk kategori tersebut untuk memperoleh otorisasi yang diperlukan sebelum diimpor atau dijual di AS.
Kebijakan itu terutama berdampak pada produk China. FCC menyebut adanya risiko yang dinilai tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional dan infrastruktur kritis. Kekhawatiran yang dikemukakan mencakup kemungkinan pengumpulan data, pengawasan, serangan siber, atau pengambilalihan robot dari jarak jauh .
Larangan tersebut juga mencakup model baru inverter daya buatan China. Robot yang sudah berada di AS tidak terdampak oleh aturan ini .
Dampak langsungnya adalah China kehilangan akses ke pasar ekspor terbesar bagi robot humanoidnya. Kondisi ini berpotensi mempercepat relokasi produksi ke AS dan negara-negara sekutu, sekaligus memberi keuntungan strategis bagi perusahaan robotika AS dan negara mitranya .
Sejumlah rancangan undang-undang juga telah diperkenalkan di Kongres AS:
Untuk saat ini, sektor robot humanoid menghadapi dua kekuatan sekaligus: modal swasta yang terus mengalir deras dan regulasi keamanan nasional yang semakin ketat. Bagi investor, peluang pertumbuhan memang besar, tetapi konsentrasi pendanaan, valuasi tinggi, ketidakpastian komersialisasi, serta risiko geopolitik tetap perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.