Selain itu, penurunan pada kedua periode tersebut dipicu oleh faktor besar di luar musiman. Contohnya pada 2022, pasar kripto sedang diguncang oleh kegagalan proyek besar dan pengetatan likuiditas global, sehingga penurunan tersebut tidak bisa dianggap sebagai fenomena musiman semata .
Dalam jangka pendek, banyak trader lebih fokus pada level harga penting dibandingkan pola sejarah.
Pada awal Mei, Bitcoin sempat turun di bawah $76.000 sebelum kembali naik ke atas $78.000—menandakan adanya pembeli yang masuk di area tersebut . Karena itu, zona $78.000–$76.000 kini dianggap sebagai area support penting.
Jika Bitcoin:
Level teknikal tidak selalu menentukan arah pasar sendirian, tetapi sering menjadi pemicu apakah koreksi akan tetap dangkal atau berkembang menjadi penurunan lebih dalam.
Argumen terkuat yang menentang skenario pengulangan crash seperti sebelumnya adalah perubahan struktur pasar.
ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat telah menarik arus dana besar. Pada 1 Mei saja, ETF Bitcoin spot di AS mencatat sekitar $630 juta arus masuk bersih, menunjukkan minat institusional yang kuat .
Modal dari ETF biasanya lebih bersifat jangka panjang dibanding perdagangan spekulatif ritel. Karena itu, beberapa analis berpendapat bahwa dominasi investor institusional membuat siklus pasar saat ini berbeda dibandingkan periode sebelumnya .
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan regulasi kripto di AS.
Digital Asset Market Clarity Act—atau CLARITY Act—dirancang untuk memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital dan membagi kewenangan pengawasan antara SEC dan CFTC . RUU ini telah disetujui oleh DPR AS pada 2025 dan pada Mei 2026 lolos dari Komite Perbankan Senat dengan suara 15–9, sehingga semakin dekat ke pemungutan suara di Senat penuh .
Regulasi yang lebih jelas bisa mempermudah lembaga keuangan besar untuk berpartisipasi dalam pasar kripto. Namun sejumlah analis juga mengingatkan bahwa undang‑undang jarang menjadi pendorong harga dalam jangka pendek, terutama karena proses politik masih panjang sebelum aturan tersebut benar‑benar berlaku .
Satu hal yang jelas dari diskusi pasar saat ini adalah tingkat ketidakpastian yang tinggi.
Proyeksi harga Bitcoin untuk 2026 dari berbagai bank, manajer aset, dan analis kripto sangat beragam—mulai dari kisaran sekitar $70.000 hingga lebih dari $150.000 tergantung kondisi makroekonomi dan tingkat adopsi institusional . Beberapa proyeksi bahkan menempatkan target sekitar $150.000–$175.000 jika regulasi menjadi lebih jelas dan arus modal institusional meningkat setelah siklus pemilu .
Rentang prediksi yang sangat lebar ini menunjukkan bahwa analis lebih yakin akan volatilitas dibanding arah harga yang pasti.
Alih‑alih hanya berfokus pada pola sejarah bulan Mei, investor kemungkinan akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas dengan memantau tiga faktor utama:
Pola pelemahan pada bulan Mei memang pernah terjadi di tahun pemilu paruh waktu. Namun struktur pasar Bitcoin telah berubah cukup besar sejak siklus terakhir. Arus modal institusional, ETF, dan dinamika regulasi membuat kemungkinan pengulangan crash yang sama persis menjadi jauh dari pasti.
Bagi investor, pendekatan paling realistis mungkin bukan bertaruh pada satu narasi ekstrem—baik crash besar maupun bull run tak terhentikan—melainkan mempersiapkan diri menghadapi volatilitas yang tetap tinggi.