Pengiriman ponsel lipat diperkirakan tumbuh sekitar 20–21% pada 2026, tetapi kategorinya masih menjadi segmen premium dan diproyeksikan tetap di bawah 3% pasar smartphone global pada 2030. Model bergaya buku diperkirakan menguasai sekitar 65–76% pengiriman foldable pada 2026, meningkat dari 52% pada 2025.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is the global foldable smartphone market evolving in 2026, particularly the dominance of book-type devices, Samsung’s Galaxy Z Fold 8 pe. Article summary: Foldables are growing quickly in 2026, but the evidence still supports a “premium-growth niche” rather than an imminent replacement for conventional smartphones. The decisive shift is toward book-style devices that open . Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Pasar ponsel lipat berkembang pesat pada 2026, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda akan menggantikan smartphone konvensional dalam waktu dekat. Perubahan paling penting justru terjadi di dalam kategori foldable itu sendiri: model bergaya buku—yang terbuka menjadi layar besar menyerupai tablet—mulai mengambil porsi lebih besar dari model clamshell atau model lipat vertikal. 10
15
Perubahan ini juga mendorong produsen besar menggelontorkan investasi perangkat keras ke segmen premium. Jika Apple benar-benar meluncurkan iPhone lipat tahun ini, format tersebut berpotensi dikenal oleh lebih banyak konsumen. Namun, gelombang pertama kemungkinan tetap mahal dan jumlahnya terbatas. Gambaran yang muncul adalah segmen premium yang makin besar dan kompetitif, bukan pengambilalihan pasar secara massal.
Ponsel lipat bergaya buku memiliki layar luar seperti smartphone biasa dan layar internal yang lebih besar saat perangkat dibuka. Daya tarik utamanya bukan sekadar mudah dimasukkan ke saku, melainkan ruang layar yang lebih lega untuk produktivitas, multitasking, membaca, menonton video, dan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.
Counterpoint memperkirakan model bergaya buku akan menyumbang sekitar 65% dari total pengiriman ponsel lipat pada 2026, naik dari 52% pada 2025. 15 Proyeksi Counterpoint lainnya bahkan menempatkan pangsanya di 76%, sementara data pengiriman Omdia pada semester pertama 2026 mencatat kontribusi model ini sebesar 69%.
10
1
Angka-angka tersebut tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan periode pengamatan dan metodologi yang berbeda. Namun, arahnya konsisten: ponsel lipat dengan format lebar dan bukaan seperti buku tumbuh lebih cepat daripada model flip.
Data Omdia juga menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Huawei menguasai 57% pengiriman global ponsel lipat bergaya buku pada semester pertama 2026, disusul Samsung dengan 18%, HONOR 9%, OPPO 7%, dan vivo 6%. 4 Samsung tetap menjadi pemain besar di pasar foldable secara keseluruhan, tetapi tidak lagi menjadi pemimpin tanpa tanding di setiap subsegmen.
Galaxy Z Fold8 mencerminkan tren menuju desain foldable bergaya buku yang lebih lebar dan lebih nyaman digunakan seperti ponsel biasa. Perangkat ini memiliki layar luar 5,5 inci dengan rasio 10:16 serta layar internal 7,6 inci dengan rasio 4:3. Saat tertutup, layar luarnya dirancang agar lebih praktis untuk pesan, penelusuran web, dan video pendek. Saat dibuka, layar internal menyediakan bidang yang lebih luas untuk multitasking dan hiburan. 18
22
Galaxy Z Fold8 menggunakan platform Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan tersedia dalam pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, serta 1TB. 22 Samsung mencantumkan baterai 4.800mAh. Spesifikasi independen menyebut varian 256GB dan 512GB memiliki RAM 12GB, sedangkan varian 1TB menggunakan RAM 16GB.
18
19
Harga di Amerika Serikat menempatkannya jelas di kelas ponsel mewah:
Dengan bobot 201 gram dan ketebalan 4,5mm saat dibuka, Fold8 menjadi Galaxy Z Fold paling ringan dari Samsung hingga saat ini. 17
19 Peningkatan tersebut menjawab dua keluhan lama tentang ponsel lipat bergaya buku—bodi yang tebal dan bobot yang berat—tetapi belum menyelesaikan persoalan harga.
Belum tersedia data pengiriman spesifik model yang cukup untuk menyimpulkan apakah Galaxy Z Fold8 sukses atau gagal secara penjualan. Indikator yang lebih dapat diandalkan adalah proyeksi pasar secara keseluruhan. Counterpoint memperkirakan Samsung tetap menjadi vendor foldable terbesar pada 2026 dengan pangsa 32%, turun dari 40% pada 2025 karena tekanan dari Huawei, HONOR, dan Apple yang diperkirakan semakin kuat. 11
HONOR Magic V6 membidik pasar yang sama melalui pendekatan berbeda. Fokus utamanya bukan hanya menawarkan layar lebih besar, tetapi juga membuat ponsel lipat yang terasa lebih dekat dengan smartphone konvensional saat digenggam.
Model globalnya memiliki ketebalan 8,75mm saat tertutup dan 4,0mm saat dibuka untuk varian warna putih, dengan bobot sekitar 219 gram. Perangkat ini dilengkapi layar luar 6,52 inci dan layar internal 7,95 inci, keduanya mendukung refresh rate adaptif hingga 120Hz. 53
Spesifikasi utama yang dilaporkan mencakup Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16GB, penyimpanan 512GB untuk konfigurasi Eropa, baterai sekitar 6.600mAh, serta sistem kamera belakang 50MP, 64MP, dan 50MP. 49
54
56
HONOR meluncurkan Magic V6 secara global pada Juni. Harga resminya di Eropa tercatat £1.999,99 di Inggris dan €2.299,99 di kawasan euro. 53
56 Harga tersebut menjadikannya pesaing serius dari sisi perangkat keras, tetapi bukan alternatif terjangkau bagi ponsel flagship biasa.
Magic V6 juga memperlihatkan paradoks pasar foldable saat ini. Produsen terus memperbaiki ketebalan, bobot, kapasitas baterai, serta daya tahan perangkat, tetapi ponsel lipat bergaya buku tetap berada di kelas ultra-premium.
Apple belum mengumumkan iPhone lipat secara resmi. Karena itu, laporan dan perkiraan analis perlu dibedakan dari spesifikasi maupun harga yang sudah dikonfirmasi.
Rumor yang beredar saat ini mengarah pada perangkat bergaya buku dengan layar sekitar 7,8 inci saat dibuka. Apple diperkirakan memperkenalkannya bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026, meski nama, spesifikasi, dan ketersediaannya belum dipastikan. 33
39
47
Perkiraan harganya cukup beragam. Sebagian proyeksi menempatkan harga awal di kisaran US$1.800–US$2.000, sementara laporan lain memperkirakannya antara US$2.000 dan US$2.500. Kesimpulan yang paling aman bukan angka tunggal, melainkan posisinya: iPhone lipat pertama Apple diperkirakan berharga lebih dari US$2.000 dalam banyak proyeksi. 39
Pasokan awal juga berpotensi terbatas. Salah satu perkiraan menyebut pemasok Apple mungkin hanya mengirim sekitar 7–8 juta unit pada 2026. Artinya, ketersediaan bisa menjadi kendala, bahkan jika permintaan konsumen kuat. 33 Laporan lain menyebut target produksi yang lebih tinggi, sehingga prospek pasokan masih belum pasti.
Dampak Apple terhadap pasar kemungkinan lebih besar daripada sekadar jumlah unit yang terjual pada tahun pertama. iPhone lipat dapat membuat format bergaya buku lebih familier bagi basis pengguna iPhone yang besar dan mendorong pengembang mengoptimalkan aplikasi untuk layar lebar menyerupai tablet. Counterpoint memproyeksikan Apple dapat meraih 25% pengiriman foldable pada tahun pertama, tetapi angka ini masih berupa perkiraan, bukan hasil penjualan yang telah diamati. 11
Lembaga riset berbeda dalam memperkirakan ukuran pasar secara persis, tetapi sepakat bahwa foldable tumbuh dari basis yang masih kecil. Counterpoint memperkirakan pengiriman global ponsel lipat meningkat 21% secara tahunan pada 2026. 9
11 Omdia memproyeksikan pertumbuhan tahunan lebih dari 20% hingga 2028, dengan pengiriman mencapai sekitar 36 juta unit.
5
6
Data dasar tiap lembaga riset juga berbeda. Omdia mencatat 18,2 juta smartphone lipat dikirim sepanjang 2025, sedangkan estimasi IDC yang dikutip Analytics Insight menempatkan pengiriman tahun tersebut di 20,6 juta unit. 6
2 Perbedaan ini menunjukkan bahwa proyeksi pasar sebaiknya dibaca berdasarkan arah trennya, bukan dianggap sebagai angka yang sepenuhnya sebanding.
Omdia memperkirakan pengiriman foldable mendekati 45 juta unit pada 2030, tetapi tetap menyumbang kurang dari 3% total pengiriman smartphone dunia. 7 Dengan kata lain, pasar ini dapat meningkat lebih dari dua kali lipat secara absolut dan tetap menjadi bagian khusus dari industri ponsel.
Hambatan utamanya adalah nilai yang diterima konsumen. Ponsel lipat bergaya buku memang dapat menggabungkan fungsi smartphone dan layar produktivitas yang lebih besar, tetapi harga model saat ini sering berada di kisaran US$1.800–US$2.500.
Pembeli juga harus mempertimbangkan sejumlah kompromi: bodi yang lebih tebal saat tertutup dibandingkan ponsel premium biasa, kekhawatiran tentang daya tahan engsel dan layar fleksibel, biaya perbaikan, lipatan pada layar, serta perangkat lunak yang belum selalu memanfaatkan ruang layar tambahan secara maksimal.
Ketebalan dan bobot memang terus membaik. Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 201 gram, sedangkan HONOR Magic V6 sekitar 219 gram. Perkembangan ini menunjukkan produsen mulai memperkecil kesenjangan ergonomi dengan smartphone premium konvensional. 17
19
53 Namun, perbaikan perangkat keras saja belum membuktikan bahwa konsumen benar-benar membutuhkan ponsel lipat, alih-alih ponsel besar yang dipasangkan dengan tablet.
Agar mampu keluar dari status niche, industri perlu menghadirkan beberapa hal berikut:
Masuknya Apple dapat mempercepat kesadaran konsumen dan dukungan pengembang. Namun, harga iPhone lipat yang diperkirakan tinggi justru menunjukkan bahwa generasi pertamanya kemungkinan akan memperkuat citra premium kategori ini, bukan membuatnya terjangkau bagi pasar massal.
Pasar ponsel lipat sedang bergerak menuju perangkat bergaya buku yang lebih lebar. Galaxy Z Fold8, HONOR Magic V6, dan iPhone lipat Apple yang masih dirumorkan sama-sama memperkuat arah tersebut. Pertumbuhan terbesar kemungkinan datang dari ponsel yang menawarkan layar kerja lebih besar dan benar-benar berguna, bukan sekadar perangkat yang dapat dilipat demi keunikan atau kemudahan dibawa.
Meski demikian, proyeksi yang tersedia belum mendukung anggapan bahwa foldable akan menjadi format smartphone default pada 2028 atau 2030. Proyeksi tersebut menggambarkan segmen premium yang tumbuh cepat dan dapat mencapai puluhan juta unit per tahun, tetapi tetap berada di bawah 3% pasar smartphone secara keseluruhan. 5
7
Fase berikutnya akan ditentukan bukan hanya oleh kemampuan produsen membuat ponsel yang bisa dilipat, melainkan oleh kemampuan mereka membuat layar besar itu cukup berguna, cukup tahan lama, dan cukup terjangkau untuk membenarkan komprominya.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pengiriman ponsel lipat diperkirakan tumbuh sekitar 20–21% pada 2026, tetapi kategorinya masih menjadi segmen premium dan diproyeksikan tetap di bawah 3% pasar smartphone global pada 2030.
Pengiriman ponsel lipat diperkirakan tumbuh sekitar 20–21% pada 2026, tetapi kategorinya masih menjadi segmen premium dan diproyeksikan tetap di bawah 3% pasar smartphone global pada 2030. Model bergaya buku diperkirakan menguasai sekitar 65–76% pengiriman foldable pada 2026, meningkat dari 52% pada 2025.
Samsung Galaxy Z Fold8 dibanderol mulai US$1.899,99, sedangkan HONOR Magic V6 menonjolkan bodi tipis, bobot ringan, serta baterai besar.
Pengiriman ponsel lipat diperkirakan tumbuh sekitar 20–21% pada 2026, tetapi kategorinya masih menjadi segmen premium dan diproyeksikan tetap di bawah 3% pasar smartphone global pada 2030. Model bergaya buku diperkirakan menguasai sekitar 65–76% pengiriman foldable pada 2026, meningkat dari 52% pada 2025.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is the global foldable smartphone market evolving in 2026, particularly the dominance of book-type devices, Samsung’s Galaxy Z Fold 8 pe. Article summary: Foldables are growing quickly in 2026, but the evidence still supports a “premium-growth niche” rather than an imminent replacement for conventional smartphones. The decisive shift is toward book-style devices that open . Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Pasar ponsel lipat berkembang pesat pada 2026, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda akan menggantikan smartphone konvensional dalam waktu dekat. Perubahan paling penting justru terjadi di dalam kategori foldable itu sendiri: model bergaya buku—yang terbuka menjadi layar besar menyerupai tablet—mulai mengambil porsi lebih besar dari model clamshell atau model lipat vertikal. 10
15
Perubahan ini juga mendorong produsen besar menggelontorkan investasi perangkat keras ke segmen premium. Jika Apple benar-benar meluncurkan iPhone lipat tahun ini, format tersebut berpotensi dikenal oleh lebih banyak konsumen. Namun, gelombang pertama kemungkinan tetap mahal dan jumlahnya terbatas. Gambaran yang muncul adalah segmen premium yang makin besar dan kompetitif, bukan pengambilalihan pasar secara massal.
Ponsel lipat bergaya buku memiliki layar luar seperti smartphone biasa dan layar internal yang lebih besar saat perangkat dibuka. Daya tarik utamanya bukan sekadar mudah dimasukkan ke saku, melainkan ruang layar yang lebih lega untuk produktivitas, multitasking, membaca, menonton video, dan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.
Counterpoint memperkirakan model bergaya buku akan menyumbang sekitar 65% dari total pengiriman ponsel lipat pada 2026, naik dari 52% pada 2025. 15 Proyeksi Counterpoint lainnya bahkan menempatkan pangsanya di 76%, sementara data pengiriman Omdia pada semester pertama 2026 mencatat kontribusi model ini sebesar 69%.
10
1
Angka-angka tersebut tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan periode pengamatan dan metodologi yang berbeda. Namun, arahnya konsisten: ponsel lipat dengan format lebar dan bukaan seperti buku tumbuh lebih cepat daripada model flip.
Data Omdia juga menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Huawei menguasai 57% pengiriman global ponsel lipat bergaya buku pada semester pertama 2026, disusul Samsung dengan 18%, HONOR 9%, OPPO 7%, dan vivo 6%. 4 Samsung tetap menjadi pemain besar di pasar foldable secara keseluruhan, tetapi tidak lagi menjadi pemimpin tanpa tanding di setiap subsegmen.
Galaxy Z Fold8 mencerminkan tren menuju desain foldable bergaya buku yang lebih lebar dan lebih nyaman digunakan seperti ponsel biasa. Perangkat ini memiliki layar luar 5,5 inci dengan rasio 10:16 serta layar internal 7,6 inci dengan rasio 4:3. Saat tertutup, layar luarnya dirancang agar lebih praktis untuk pesan, penelusuran web, dan video pendek. Saat dibuka, layar internal menyediakan bidang yang lebih luas untuk multitasking dan hiburan. 18
22
Galaxy Z Fold8 menggunakan platform Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan tersedia dalam pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, serta 1TB. 22 Samsung mencantumkan baterai 4.800mAh. Spesifikasi independen menyebut varian 256GB dan 512GB memiliki RAM 12GB, sedangkan varian 1TB menggunakan RAM 16GB.
18
19
Harga di Amerika Serikat menempatkannya jelas di kelas ponsel mewah:
Dengan bobot 201 gram dan ketebalan 4,5mm saat dibuka, Fold8 menjadi Galaxy Z Fold paling ringan dari Samsung hingga saat ini. 17
19 Peningkatan tersebut menjawab dua keluhan lama tentang ponsel lipat bergaya buku—bodi yang tebal dan bobot yang berat—tetapi belum menyelesaikan persoalan harga.
Belum tersedia data pengiriman spesifik model yang cukup untuk menyimpulkan apakah Galaxy Z Fold8 sukses atau gagal secara penjualan. Indikator yang lebih dapat diandalkan adalah proyeksi pasar secara keseluruhan. Counterpoint memperkirakan Samsung tetap menjadi vendor foldable terbesar pada 2026 dengan pangsa 32%, turun dari 40% pada 2025 karena tekanan dari Huawei, HONOR, dan Apple yang diperkirakan semakin kuat. 11
HONOR Magic V6 membidik pasar yang sama melalui pendekatan berbeda. Fokus utamanya bukan hanya menawarkan layar lebih besar, tetapi juga membuat ponsel lipat yang terasa lebih dekat dengan smartphone konvensional saat digenggam.
Model globalnya memiliki ketebalan 8,75mm saat tertutup dan 4,0mm saat dibuka untuk varian warna putih, dengan bobot sekitar 219 gram. Perangkat ini dilengkapi layar luar 6,52 inci dan layar internal 7,95 inci, keduanya mendukung refresh rate adaptif hingga 120Hz. 53
Spesifikasi utama yang dilaporkan mencakup Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16GB, penyimpanan 512GB untuk konfigurasi Eropa, baterai sekitar 6.600mAh, serta sistem kamera belakang 50MP, 64MP, dan 50MP. 49
54
56
HONOR meluncurkan Magic V6 secara global pada Juni. Harga resminya di Eropa tercatat £1.999,99 di Inggris dan €2.299,99 di kawasan euro. 53
56 Harga tersebut menjadikannya pesaing serius dari sisi perangkat keras, tetapi bukan alternatif terjangkau bagi ponsel flagship biasa.
Magic V6 juga memperlihatkan paradoks pasar foldable saat ini. Produsen terus memperbaiki ketebalan, bobot, kapasitas baterai, serta daya tahan perangkat, tetapi ponsel lipat bergaya buku tetap berada di kelas ultra-premium.
Apple belum mengumumkan iPhone lipat secara resmi. Karena itu, laporan dan perkiraan analis perlu dibedakan dari spesifikasi maupun harga yang sudah dikonfirmasi.
Rumor yang beredar saat ini mengarah pada perangkat bergaya buku dengan layar sekitar 7,8 inci saat dibuka. Apple diperkirakan memperkenalkannya bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026, meski nama, spesifikasi, dan ketersediaannya belum dipastikan. 33
39
47
Perkiraan harganya cukup beragam. Sebagian proyeksi menempatkan harga awal di kisaran US$1.800–US$2.000, sementara laporan lain memperkirakannya antara US$2.000 dan US$2.500. Kesimpulan yang paling aman bukan angka tunggal, melainkan posisinya: iPhone lipat pertama Apple diperkirakan berharga lebih dari US$2.000 dalam banyak proyeksi. 39
Pasokan awal juga berpotensi terbatas. Salah satu perkiraan menyebut pemasok Apple mungkin hanya mengirim sekitar 7–8 juta unit pada 2026. Artinya, ketersediaan bisa menjadi kendala, bahkan jika permintaan konsumen kuat. 33 Laporan lain menyebut target produksi yang lebih tinggi, sehingga prospek pasokan masih belum pasti.
Dampak Apple terhadap pasar kemungkinan lebih besar daripada sekadar jumlah unit yang terjual pada tahun pertama. iPhone lipat dapat membuat format bergaya buku lebih familier bagi basis pengguna iPhone yang besar dan mendorong pengembang mengoptimalkan aplikasi untuk layar lebar menyerupai tablet. Counterpoint memproyeksikan Apple dapat meraih 25% pengiriman foldable pada tahun pertama, tetapi angka ini masih berupa perkiraan, bukan hasil penjualan yang telah diamati. 11
Lembaga riset berbeda dalam memperkirakan ukuran pasar secara persis, tetapi sepakat bahwa foldable tumbuh dari basis yang masih kecil. Counterpoint memperkirakan pengiriman global ponsel lipat meningkat 21% secara tahunan pada 2026. 9
11 Omdia memproyeksikan pertumbuhan tahunan lebih dari 20% hingga 2028, dengan pengiriman mencapai sekitar 36 juta unit.
5
6
Data dasar tiap lembaga riset juga berbeda. Omdia mencatat 18,2 juta smartphone lipat dikirim sepanjang 2025, sedangkan estimasi IDC yang dikutip Analytics Insight menempatkan pengiriman tahun tersebut di 20,6 juta unit. 6
2 Perbedaan ini menunjukkan bahwa proyeksi pasar sebaiknya dibaca berdasarkan arah trennya, bukan dianggap sebagai angka yang sepenuhnya sebanding.
Omdia memperkirakan pengiriman foldable mendekati 45 juta unit pada 2030, tetapi tetap menyumbang kurang dari 3% total pengiriman smartphone dunia. 7 Dengan kata lain, pasar ini dapat meningkat lebih dari dua kali lipat secara absolut dan tetap menjadi bagian khusus dari industri ponsel.
Hambatan utamanya adalah nilai yang diterima konsumen. Ponsel lipat bergaya buku memang dapat menggabungkan fungsi smartphone dan layar produktivitas yang lebih besar, tetapi harga model saat ini sering berada di kisaran US$1.800–US$2.500.
Pembeli juga harus mempertimbangkan sejumlah kompromi: bodi yang lebih tebal saat tertutup dibandingkan ponsel premium biasa, kekhawatiran tentang daya tahan engsel dan layar fleksibel, biaya perbaikan, lipatan pada layar, serta perangkat lunak yang belum selalu memanfaatkan ruang layar tambahan secara maksimal.
Ketebalan dan bobot memang terus membaik. Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 201 gram, sedangkan HONOR Magic V6 sekitar 219 gram. Perkembangan ini menunjukkan produsen mulai memperkecil kesenjangan ergonomi dengan smartphone premium konvensional. 17
19
53 Namun, perbaikan perangkat keras saja belum membuktikan bahwa konsumen benar-benar membutuhkan ponsel lipat, alih-alih ponsel besar yang dipasangkan dengan tablet.
Agar mampu keluar dari status niche, industri perlu menghadirkan beberapa hal berikut:
Masuknya Apple dapat mempercepat kesadaran konsumen dan dukungan pengembang. Namun, harga iPhone lipat yang diperkirakan tinggi justru menunjukkan bahwa generasi pertamanya kemungkinan akan memperkuat citra premium kategori ini, bukan membuatnya terjangkau bagi pasar massal.
Pasar ponsel lipat sedang bergerak menuju perangkat bergaya buku yang lebih lebar. Galaxy Z Fold8, HONOR Magic V6, dan iPhone lipat Apple yang masih dirumorkan sama-sama memperkuat arah tersebut. Pertumbuhan terbesar kemungkinan datang dari ponsel yang menawarkan layar kerja lebih besar dan benar-benar berguna, bukan sekadar perangkat yang dapat dilipat demi keunikan atau kemudahan dibawa.
Meski demikian, proyeksi yang tersedia belum mendukung anggapan bahwa foldable akan menjadi format smartphone default pada 2028 atau 2030. Proyeksi tersebut menggambarkan segmen premium yang tumbuh cepat dan dapat mencapai puluhan juta unit per tahun, tetapi tetap berada di bawah 3% pasar smartphone secara keseluruhan. 5
7
Fase berikutnya akan ditentukan bukan hanya oleh kemampuan produsen membuat ponsel yang bisa dilipat, melainkan oleh kemampuan mereka membuat layar besar itu cukup berguna, cukup tahan lama, dan cukup terjangkau untuk membenarkan komprominya.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pengiriman ponsel lipat diperkirakan tumbuh sekitar 20–21% pada 2026, tetapi kategorinya masih menjadi segmen premium dan diproyeksikan tetap di bawah 3% pasar smartphone global pada 2030.
Pengiriman ponsel lipat diperkirakan tumbuh sekitar 20–21% pada 2026, tetapi kategorinya masih menjadi segmen premium dan diproyeksikan tetap di bawah 3% pasar smartphone global pada 2030. Model bergaya buku diperkirakan menguasai sekitar 65–76% pengiriman foldable pada 2026, meningkat dari 52% pada 2025.
Samsung Galaxy Z Fold8 dibanderol mulai US$1.899,99, sedangkan HONOR Magic V6 menonjolkan bodi tipis, bobot ringan, serta baterai besar.