Singapura sedang meninjau apakah kerangka aturan yang ada perlu disesuaikan atau diperkuat seiring AI agen menjadi semakin otonom. Pemerintah juga memantau perkembangan internasional. Namun, peninjauan ini bukan berarti aturan yang berlaku saat ini ditangguhkan.
17
22
AI agen berbeda dari sistem yang hanya menghasilkan jawaban: agen dapat menjalankan tindakan dan berinteraksi dengan sistem lain. Jika pengawasan manusia berkurang, kesalahan juga berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.
17
Risiko bergantung pada apa yang boleh dilakukan AI
Menurut pendekatan yang dijelaskan Tan Kiat How, pengamanan perlu disesuaikan dengan tingkat risiko. Pertimbangannya mencakup seberapa sensitif data dan sistem yang diakses, seberapa besar otonomi yang diberikan kepada AI, serta seberapa serius potensi dampaknya dan apakah kerugian itu dapat dipulihkan. Semakin besar risikonya, semakin kuat pula perlindungan yang diperlukan.
2
3
Dengan kata lain, bukan hanya kemampuan AI yang perlu diperhatikan. Organisasi juga perlu memikirkan akses apa yang diberikan, tindakan mana yang boleh dilakukan sendiri, dan bagaimana tindakan agen dapat diawasi.
Aturan yang ada tetap berlaku
Dalam jawaban di Parlemen, Tan menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengkaji cara menyesuaikan atau memperkuat kerangka yang ada sambil mengikuti perkembangan internasional.
22 Ringkasan debat Parlemen menyebut aturan keamanan siber, perlindungan data pribadi, dan perlindungan infrastruktur informasi penting sudah mencakup AI agen dan sedang ditinjau.
35
Laporan terpisah juga menyatakan bahwa ketentuan manajemen risiko dan pelaporan insiden tetap berlaku.
24 Jadi, hadirnya teknologi baru ini tidak serta-merta menghapus tanggung jawab yang sudah melekat pada organisasi.
Uji coba untuk menilai kebutuhan perlindungan
Pemerintah Singapura menjalankan uji coba dan eksperimen untuk memahami bagaimana AI agen dapat diterapkan secara bertanggung jawab.
23 Arah kebijakannya berbasis risiko: penggunaan dengan tingkat otonomi, sensitivitas sistem, atau potensi dampak yang lebih besar mungkin memerlukan pengamanan lebih kuat.
2
Laporan yang tersedia menyebut kemungkinan adanya pengujian lebih ketat, kontrol saat penerapan, dan pengawasan untuk layanan esensial. Namun, laporan itu juga menyatakan Singapura saat ini belum mewajibkan pengembang AI frontier—model AI yang berada di garis terdepan pengembangan—menyerahkan model mereka untuk evaluasi sebelum peluncuran. Artinya, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan kontrol tambahan; belum ada bukti bahwa kewajiban pengujian sebelum peluncuran telah diumumkan untuk semua model.
24
Pesan untuk organisasi: jangan menunggu insiden
Tan juga mengingatkan perusahaan agar tidak pasif menunggu pihak lain memberi tahu bahwa sistem mereka telah diretas. “Kita tidak bisa hanya menunggu orang lain memberi tahu bahwa kita sedang diretas,” katanya, seraya menekankan tanggung jawab organisasi—terutama pengelola infrastruktur informasi penting—untuk mengambil langkah pengamanan yang diperlukan.
31
Bagi organisasi yang menggunakan AI agen, pesan praktisnya adalah memasukkan tata kelola AI ke dalam pengelolaan keamanan dan risiko yang sudah berjalan. Bentuk perlindungan yang tepat akan bergantung pada tujuan penggunaan dan kemungkinan dampaknya. Laporan yang tersedia belum menetapkan satu paket pengamanan wajib yang berlaku bagi semua sektor.
2
24