Bagi korban, pertanyaan pertama biasanya sederhana: lapor ke platform atau langsung ke lembaga pemerintah? Di Singapura, jawabannya bergantung pada jenis bahaya daring yang dialami. Melalui Online Safety (Relief and Accountability) Act 2025 (OSRAA), korban memiliki jalur untuk meminta penanganan konten berbahaya lewat Online Safety Commission (OSC), atau Komisi Keselamatan Daring.
14
3
Dalam acara apresiasi mitra pada 23 September 2026, Menteri Hukum Edwin Tong menyoroti dua pekerjaan berikutnya: mempercepat respons platform dan membuat proses pelaporan lebih mudah bagi korban.
3
Kapan bisa langsung melapor ke OSC?
Korban penyalahgunaan gambar intim, penyalahgunaan gambar yang menampilkan anak, atau doxxing—penyebaran informasi pribadi seseorang yang dapat membahayakannya—dapat melapor langsung melalui situs OSC. Untuk pelecehan daring atau penguntitan daring, korban perlu lebih dulu melaporkan konten kepada platform tempat konten itu muncul. Jika platform tidak segera merespons atau tanggapannya tidak memadai dalam 24 jam, korban dapat meneruskan laporan ke OSC.
23
Orang tua atau wali dapat melapor atas nama anak atau anak asuh berusia di bawah 18 tahun. Korban juga dapat memberi kuasa kepada orang lain untuk mengajukan laporan.
53 Saat melapor, korban mungkin perlu menjelaskan kejadian dan menyertakan bahan pendukung, seperti tautan atau tangkapan layar.
26
Apa yang bisa dilakukan OSC?
OSC mulai beroperasi pada 29 Juni 2026. Cakupan awalnya meliputi lima jenis bahaya: penyalahgunaan gambar intim, penyalahgunaan gambar yang menampilkan anak, doxxing, pelecehan daring, dan penguntitan daring. Komisi ini dapat mengarahkan pihak terkait, termasuk platform dan pengelola layanan daring, untuk menghapus konten berbahaya atau membatasi akun pelaku.
14
41
22
Sejak dibuka hingga 31 Agustus, OSC menerima lebih dari 500 laporan. Dari laporan yang memenuhi syarat, doxxing mencakup 44% bahaya yang dilaporkan, disusul pelecehan daring sebesar 38%.
44 Angka-angka itu menunjukkan banyaknya laporan pada masa awal operasi, tetapi belum menunjukkan apakah kejadian serupa sudah berkurang.
Mempercepat respons tanpa menambah beban korban
Pemerintah Singapura bekerja sama dengan platform daring yang ditunjuk agar penanganan laporan lebih cepat. Tenggat respons yang saat ini dilaporkan berkisar antara enam hingga 48 jam. Pemerintah juga ingin proses pelaporan lebih sederhana, antara lain melalui kanal khusus yang mudah ditemukan di platform. Saat ini, laporan menyebut adanya formulir pemberitahuan yang dapat diunduh dari situs Kementerian Hukum Singapura.
3
Penyederhanaan itu penting karena satu konten dapat menuntut beberapa langkah berbeda. Laporan sebelumnya mencatat bahwa korban bisa perlu mengisi formulir terpisah untuk meminta penghapusan konten, menuntut ganti rugi, atau mengidentifikasi pelaku anonim. Jika konten yang sama muncul di beberapa platform, pelaporannya pun dapat harus dilakukan berulang.
38
Tenggat respons platform enam hingga 48 jam berbeda dari aturan 24 jam untuk meneruskan laporan pelecehan atau penguntitan daring ke OSC. Yang pertama menyangkut waktu respons platform; yang kedua menentukan kapan korban dapat menghubungi OSC setelah lebih dulu melapor ke platform.
3
23 Informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan pembagian tenggat enam, 24, dan 48 jam menurut tiap jenis bahaya, daftar lengkap platform yang terkena ketentuan tersebut, ataupun tenggat baru yang akan menggantikannya. Belum ada pula rincian terkonfirmasi mengenai perubahan penanganan laporan saat konten asli tak dapat ditemukan atau beredar di aplikasi pesan tertutup. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan cara yang lebih mudah untuk menyampaikan dokumen pengadilan kepada pihak di luar negeri, tetapi prosedur barunya belum dijelaskan.
21
Bagi Tong, keberhasilan OSC pada akhirnya bukan semata-mata soal banyaknya laporan yang ditangani atau seberapa cepat kasus diselesaikan. Ukuran jangka panjangnya adalah apakah pelajaran dari kasus-kasus tersebut dapat mencegah bahaya berulang, sehingga makin sedikit orang yang membutuhkan bantuan komisi.
1
2