Shopify menyatakan pesanan yang dirujuk AI tumbuh hampir 13 kali lipat secara tahunan pada kuartal I 2026, sementara sesi rujukan dari chatbot AI naik lebih dari 8 kali lipat. Agentic Storefronts dan Universal Commerce Protocol yang dikembangkan bersama Google dirancang agar agen AI dapat menemukan produk, membaca d...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Shopify’s growing “agentic commerce” strategy—driven by sharply rising AI-referred traffic, orders, and average order values; integra. Article summary: Shopify is shifting commerce from a website-led funnel to a conversational, agent-led one: AI can discover, compare, recommend, and increasingly complete purchases using current product, inventory, pricing, and checkout . Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Belanja online bisa semakin sering dimulai bukan dari kolom pencarian atau situs sebuah merek, melainkan dari percakapan dengan AI. Pengguna cukup menjelaskan kebutuhan—misalnya model, anggaran, warna, atau tenggat pengiriman—lalu agen AI dapat mencari produk, membandingkan pilihan dengan harga dan stok terkini, serta mengarahkan pengguna ke proses checkout.
Bagi Shopify, perubahan ini disebut agentic commerce: model perdagangan digital ketika agen AI membantu proses riset, penemuan, perbandingan, hingga dalam kondisi tertentu pembelian. Indikasi awalnya cukup kuat, meski belum berarti pola belanja lama akan tergantikan. Shopify melaporkan pesanan dari rujukan AI tumbuh hampir 13 kali lipat secara tahunan pada kuartal I 2026. Sesi yang dirujuk chatbot AI juga meningkat lebih dari 8 kali lipat. Rata-rata nilai pesanan pelanggan dari rujukan AI disebut 14% lebih tinggi dibanding pelanggan dari pencarian organik. 7
9
Dalam e-commerce konvensional, perjalanan belanja lazimnya dimulai dari mesin pencari, iklan, media sosial, atau kunjungan langsung ke situs toko. Dalam model baru ini, titik masuknya adalah percakapan. Agen AI menerjemahkan permintaan pembeli, menyaring pilihan dari katalog terstruktur, lalu menyajikan produk yang dianggap sesuai.
Melalui Agentic Storefronts, Shopify ingin membuat produk merchant yang memenuhi syarat dapat ditemukan dan dibeli lewat kanal AI, termasuk ChatGPT, Google AI Mode dan Gemini, Microsoft Copilot, serta Meta. Merchant dapat mengelola kanal penjualan AI tersebut dari Shopify Admin. 19
Fondasinya adalah Shopify Catalog, lapisan data yang menstandarkan informasi produk—judul, deskripsi, gambar, harga, inventaris, dan pengiriman—agar dapat digunakan sistem AI secara aktual, bukan semata mengandalkan perayapan web yang mungkin memuat data usang. 6 Artinya, halaman produk bukan lagi satu-satunya tempat sebuah merek harus meyakinkan calon pembeli. Data produknya juga harus cukup jelas bagi agen AI yang menentukan rekomendasi.
Shopify dan Google mengembangkan Universal Commerce Protocol (UCP), sebuah standar terbuka untuk menjelaskan cara agen AI terhubung dan bertransaksi dengan merchant. Protokol ini mencakup unsur yang membuat aktivitas niaga dapat dijalankan oleh perangkat lunak, seperti penemuan katalog, sesi checkout, pesanan, dan kemampuan terkait. 3
15
Perangkat pengembang Shopify menggunakan server MCP yang sesuai dengan UCP untuk mendukung tindakan terstruktur sepanjang proses pembelian: mencari katalog, membuat keranjang, membuat checkout, mengalihkan pembeli, hingga melacak pesanan. 1
Ini bukan berarti setiap percakapan AI akan berakhir dengan pembelian otomatis. Namun, UCP berpotensi mengurangi kebutuhan setiap platform AI dan merchant untuk membangun integrasi khusus secara terpisah. Target strategis merchant adalah hadir di mana pun pelanggan mengajukan pertanyaan belanja; bagi pelanggan, proses menyaring pilihan dari banyak situs dapat menjadi lebih ringkas.
Katalog yang tidak lengkap atau ambigu akan membatasi kemampuan AI untuk memberikan rekomendasi dengan yakin. Shopify mendefinisikan data produk yang siap untuk agentic commerce sebagai informasi produk yang terstruktur, dapat diurai mesin, dan real-time sehingga dapat dicari, ditafsirkan, serta ditindaklanjuti oleh agen AI. 22
Hal-hal mendasar kini menjadi jauh lebih penting:
Merek pakaian Aviator Nation menjadi gambaran awal dari pekerjaan tersebut. Merek asal California ini menambahkan metafield yang lebih detail, informasi produk, dan gambar ke katalog mereka. Dalam 30 hari, mereka mencatat sekitar 20 pesanan melalui ChatGPT—masih kecil dari sisi volume, tetapi cukup untuk menjadi alasan menyiapkan kanal belanja yang dipimpin AI. 17
Katalog memang penting, tetapi merek tidak hanya terdiri atas spesifikasi produk. Tim Aviator Nation mendapati deskripsi dari model bahasa besar dapat terlalu menonjolkan kolaborasi yang paling terlihat, termasuk dengan MLB dan festival, alih-alih menyampaikan identitas merek yang lebih luas. 17
Karena itu, pembenahan katalog perlu berjalan beriringan dengan narasi publik yang kaya dan konsisten melalui visual, konten editorial, PR, serta sinyal dari komunitas. Data produk menjelaskan apa barang itu kepada agen AI. Storytelling merek membantu menjelaskan mengapa pembeli perlu peduli.
Pemisahan ini terutama relevan untuk fesyen premium dan kategori yang sarat pertimbangan emosional. Kecocokan ukuran, kualitas bahan saat disentuh, ekspresi personal, rasa percaya diri, dan identitas merek sulit diringkas dalam daftar atribut. AI dapat mengurangi hambatan saat mencari dan membandingkan barang, tetapi tidak otomatis menggantikan aspirasi maupun kedekatan emosional yang sering mendorong pembelian bernilai tinggi.
Aplikasi Shop milik Shopify juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Shopify menggambarkan pendekatan rekomendasinya sebagai upaya memperkenalkan pengguna pada merchant relevan yang lebih beragam, bukan hanya mengulang merek atau produk yang sebelumnya telah dilihat pengguna. Menurut Shopify, hampir setengah pembelian di Shop berasal dari merek yang dibeli pengguna untuk pertama kalinya. 7
Ini berbeda dari retargeting klasik, yaitu strategi untuk kembali menjangkau orang yang pernah berinteraksi dengan merek atau meninggalkan keranjang belanja. 43 Jika Shop mampu secara konsisten mempertemukan pembeli berintensi tinggi dengan merek yang belum mereka kenal tetapi relevan, aplikasi itu dapat berfungsi sebagai kanal discovery, bukan sekadar ruang untuk iklan tindak lanjut.
Bagi merchant, peluangnya adalah akuisisi pelanggan. Risikonya, rekomendasi bisa makin bergantung pada sistem pemeringkatan platform yang tidak transparan. Karena itu, data produk yang kuat dan representasi merek yang jelas dibutuhkan bukan hanya untuk mendorong konversi, melainkan juga untuk memastikan merek dipahami secara tepat ketika pertemuan pertama terjadi di luar situs milik sendiri.
Shopify bukan satu-satunya pemain yang mengejar peran dalam perdagangan berbasis agen. Pada September 2026, Anthropic mengumumkan blueprint bagi retailer untuk membangun agen yang menghadap pembeli maupun agen untuk merchant menggunakan Claude. Reuters menyebut blueprint itu sebagai panduan bagi perusahaan ritel, perjalanan, dan tiket; agen pembeli dapat memberi saran berdasarkan preferensi dan memasukkan produk ke keranjang. 27
Perbedaannya penting: alih-alih hanya mengoperasikan tujuan belanja konsumen, pendekatan Anthropic menawarkan blok bangunan agar retailer membuat agen dalam pengalaman pelanggan dan operasional mereka sendiri. Peserta awal yang disebut dalam laporan mencakup Shopify, Visa, Mastercard, dan Accenture. 28
Persaingan yang terbentuk karena itu bukan semata perebutan status sebagai chatbot belanja nomor satu. Pertaruhannya meliputi standar, koneksi katalog, alur pembayaran, pengalihan checkout, dan perangkat merchant yang memungkinkan banyak agen melakukan transaksi.
Respons paling masuk akal saat ini bukan spekulasi, melainkan perbaikan operasional:
Laju pertumbuhan yang dilaporkan Shopify membuat perdagangan dari rujukan AI layak diperhatikan, khususnya karena nilai pesanan dan indikator konversi awalnya terlihat lebih baik daripada pencarian organik. 7
9 Namun, angka tersebut merupakan metrik platform yang dilaporkan Shopify dan eksperimen merek individual—bukan bukti bahwa AI akan menggantikan mesin pencari, situs merek, toko fisik, atau kurasi manusia dalam skala luas.
Perubahan yang lebih dekat adalah cara produk ditemukan: semakin percakapan-sentris dan dimediasi mesin. Merek yang membuat informasi produknya andal, inventarisnya selalu terkini, dan identitasnya tetap jelas akan lebih siap, baik ketika pembelian dimulai dari etalase mereka sendiri, hasil pencarian, maupun percakapan dengan AI.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Shopify menyatakan pesanan yang dirujuk AI tumbuh hampir 13 kali lipat secara tahunan pada kuartal I 2026, sementara sesi rujukan dari chatbot AI naik lebih dari 8 kali lipat.
Shopify menyatakan pesanan yang dirujuk AI tumbuh hampir 13 kali lipat secara tahunan pada kuartal I 2026, sementara sesi rujukan dari chatbot AI naik lebih dari 8 kali lipat. Agentic Storefronts dan Universal Commerce Protocol yang dikembangkan bersama Google dirancang agar agen AI dapat menemukan produk, membaca data niaga terkini, dan membawa pembeli menuju checkout.
Bagi merek, pekerjaan mendesaknya adalah melengkapi data produk agar mudah dipahami mesin, tanpa membiarkan identitas serta daya tarik emosional merek tereduksi menjadi sekadar atribut katalog.