Shanghai mulai menempatkan semikonduktor generasi keempat sebagai prioritas industri masa depan pada Maret 2024. Strategi Lingang bukan janji bahwa semikonduktor generasi keempat akan segera diproduksi massal.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Shanghai’s Lingang accelerating the commercialization of fourth-generation semiconductors—covering ultra-wide-bandgap materials such. Article summary: Lingang is trying to compress a normally decades-long materials-to-market cycle by investing before the technology is mature, then coupling research teams with validation facilities, pilot manufacturing, demand-side part. Topic tags: general, general web, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake num
Shanghai Lingang mengambil pendekatan yang tidak biasa untuk semikonduktor generasi keempat: membangun infrastruktur industri terlebih dahulu, lalu menunggu teknologi dan pasar berkembang. Shanghai mulai memasukkan bidang ini ke dalam prioritas industri masa depan pada Maret 2024. Pada Mei 2025, Lingang meluncurkan klaster industri masa depan khusus semikonduktor generasi keempat. Setahun kemudian, pada Juli 2026, pemerintah kawasan tersebut menerbitkan rencana aksi pembangunan klaster untuk periode 2026–2028.1
8
Targetnya cukup konkret: pada 2028, Lingang ingin menghimpun sedikitnya 50 perusahaan terkait dan mendorong skala industri melampaui RMB 5 miliar atau sekitar 50 miliar yuan.1
16 Angka itu sebaiknya dibaca sebagai sasaran pembangunan ekosistem, bukan bukti bahwa seluruh teknologi semikonduktor generasi keempat akan segera mencapai produksi massal.
Perjalanan Lingang sejauh ini dapat diringkas dalam tiga tahap:
Rencana tersebut membagi fokus material ke dalam dua jalur utama. Jalur pertama adalah semikonduktor celah pita ultra lebar, yang mencakup oksida galium (Ga₂O₃), berlian, dan aluminium nitrida (AlN). Jalur kedua adalah semikonduktor celah pita ultra sempit, yang mencakup indium antimonida (InSb) dan galium antimonida (GaSb).1
Material-material ini dikaitkan dengan sejumlah peluang aplikasi, seperti perangkat daya bertegangan tinggi, komunikasi frekuensi radio, optoelektronik ultraviolet jauh, deteksi inframerah, sensor kuantum, serta elektronik untuk lingkungan ekstrem.1 Hingga 2026, Lingang telah menghimpun lebih dari sepuluh perusahaan material dan perangkat yang bergerak di bidang oksida galium, berlian, aluminium nitrida, dan antimonida. Jumlah tersebut dilaporkan mencakup lebih dari separuh perusahaan terkait di Shanghai.
2
6
Alasan utama Lingang adalah mengejar keunggulan waktu. Dalam industri semikonduktor, munculnya material baru tidak otomatis menghasilkan produk. Material tersebut harus diikuti pengembangan desain perangkat, proses manufaktur, peralatan, rantai pasok, standar pengujian, serta pelanggan dan aplikasi di sisi hilir.
Jika semua itu baru dibangun setelah permintaan pasar terlihat jelas, sebuah wilayah bisa kehilangan waktu bertahun-tahun untuk mengejar pesaing. Karena itu, Lingang berupaya mengubah masa tunggu tersebut menjadi periode untuk menguji teknologi, membangun kemampuan rekayasa, dan membentuk hubungan dengan calon pelanggan.2
Namun, risikonya juga jelas. Hasil perangkat berbasis oksida galium baru mulai dilaporkan secara terbuka pada 2012. Seorang pejabat sains dan teknologi Shanghai memperkirakan, jika mengikuti lintasan perkembangan semikonduktor generasi ketiga, penerapan praktis teknologi ini mungkin baru terjadi setelah 2040.7
Dengan kata lain, Lingang saat ini berada dalam fase investasi, observasi, dan validasi rekayasa. Kawasan ini tidak sedang mengklaim bahwa semikonduktor generasi keempat akan segera menggantikan material yang sudah mapan. Tujuannya adalah mengurangi hambatan ketika teknologi tersebut akhirnya mencapai ambang kinerja, biaya, dan keandalan yang dibutuhkan pasar.
Oksida galium menjadi salah satu material yang paling banyak mendapat perhatian karena karakteristik celah pitanya yang sangat lebar. Perusahaan yang mengembangkannya di Lingang menargetkan perangkat daya untuk aplikasi menengah, tinggi, hingga sangat tinggi tegangannya.
Dalam kendaraan listrik dan jaringan listrik bertegangan ultra tinggi, misalnya, pengembang di Lingang menilai silikon karbida—salah satu material semikonduktor generasi ketiga—dapat menghadapi keterbatasan ketika digunakan pada skenario di atas 3.300 volt. Oksida galium diposisikan sebagai kandidat untuk menjangkau rentang tegangan yang lebih tinggi.49
Faktor biaya juga menjadi daya tarik penting. Oksida galium dapat ditumbuhkan menggunakan metode berbasis cairan atau lelehan. Dibandingkan proses fase uap yang lebih berat dan ketat pada silikon karbida, pendekatan ini secara teori dapat membuka ruang penghematan besar ketika produksi telah mencapai skala industri.7
53
Akan tetapi, klaim penghematan tersebut masih merupakan ekspektasi teknologi untuk masa depan, bukan harga pasar yang sudah terbukti. Kualitas kristal, pengendalian cacat, proses epitaksi, keandalan perangkat, kapasitas produksi, dan tingkat hasil produksi tetap akan menentukan seberapa cepat oksida galium dapat dikomersialkan.
Peluang lain muncul pada komponen frekuensi tinggi, termasuk filter komunikasi. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa material yang digunakan saat ini dapat semakin mendekati batas fisiknya dalam komponen komunikasi frekuensi tinggi di masa depan. Kondisi itu berpotensi mendorong produsen sistem untuk mencari material dan arsitektur perangkat baru.7
Berlian, aluminium nitrida, dan material antimonida memiliki jalur peluang yang berbeda—mulai dari pembuangan panas berdaya tinggi, komunikasi frekuensi radio, ultraviolet jauh, hingga deteksi inframerah. Karena tingkat kematangan teknis dan jalur komersialisasinya tidak sama, material-material tersebut tidak dapat dianggap sebagai satu jalur produksi massal yang seragam.
Fondasi Lingang bukan hanya laboratorium tunggal, melainkan jaringan yang menghubungkan riset, validasi, manufaktur, aplikasi, dan modal. Sinan Semiconductor Super Incubator berfokus pada cip kelas otomotif dan semikonduktor celah pita lebar. Modelnya menggabungkan sumber inovasi, layanan profesional, fasilitas kawasan industri, hubungan inkubasi-investasi, serta insentif investasi lanjutan.36
37
Pusat validasi konsep semikonduktor celah pita ultra lebar yang dipimpin inkubator tersebut mencakup pembuatan material maju, desain perangkat, verifikasi proses manufaktur, pengujian, dan pembuktian pasar. Dengan demikian, tim universitas dan lembaga riset dapat dinilai bukan hanya dari kelayakan teknis, tetapi juga dari potensi komersialnya.37
Model ini membalik pola lama yang menunggu hasil riset benar-benar matang sebelum mencari pelanggan. Kebutuhan industri dapat dimasukkan sejak tahap desain perangkat dan verifikasi proses. Tahapannya kemudian bergerak dari validasi sampel, penentuan jalur produksi uji coba, pengujian aplikasi, hingga evaluasi komersial.5
37
Pendekatan tersebut juga diperluas ke pembiayaan awal. Melalui mekanisme “hibah menjadi investasi”, sebagian dukungan teknologi publik diarahkan agar dapat berfungsi lebih mirip investasi ekuitas untuk proyek yang memiliki prospek. Pada 2025, delapan proyek percontohan pertama menandatangani kesepakatan dalam mekanisme tersebut.33
Lingang juga dilaporkan menyiapkan Lingang Qihang Fund senilai RMB 500 juta untuk perusahaan teknologi tahap benih dan rintisan. Namun, dana tersebut merupakan dana malaikat umum untuk perusahaan teknologi awal yang berkembang di Lingang, bukan dana yang terbukti hanya berinvestasi pada semikonduktor generasi keempat.33
Salah satu contoh kerja inkubator adalah Xinjing Energy, perusahaan yang didirikan oleh tim dari Shanghai Jiao Tong University. Setelah masuk ke ekosistem inkubasi, tim tersebut memperoleh dukungan berupa penghubung ke investor, laboratorium bersih, pembangunan lini produksi percontohan, pemasok peralatan, dan akses ke skenario industri. Inkubator juga membantu menghubungkan proyek dengan pabrik hot-rolling Baosteel untuk memvalidasi teknologi pemulihan panas buangan industri.22
Contoh ini menunjukkan cara Lingang mengorganisasi alih teknologi dari laboratorium ke aplikasi industri. Namun, proyek tersebut berfokus pada cip termoelektrik, bukan semikonduktor generasi keempat. Karena itu, kasus tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa oksida galium atau material semikonduktor generasi keempat lainnya telah mencapai komersialisasi massal.22
Ujian sebenarnya bagi Lingang bukanlah membuktikan bahwa semua semikonduktor generasi keempat sudah dapat diproduksi massal dalam dua tahun. Ukuran yang lebih realistis adalah apakah kawasan tersebut mampu membangun ekosistem yang cukup rapat antara material, perangkat, proses, peralatan, aplikasi, dan pembiayaan.
Jika pada 2028 Lingang berhasil menghimpun lebih dari 50 perusahaan, menyediakan fasilitas riset publik dan produksi uji coba, melahirkan demonstrasi aplikasi, serta menciptakan kesinambungan antara modal awal dan pelanggan industri, kawasan itu akan berada dalam posisi yang lebih kuat ketika oksida galium, berlian, aluminium nitrida, atau material antimonida melewati ambang teknis dan biaya.1
5
Inilah inti strategi “membangun jalan sebelum lalu lintas ramai”. Keuntungannya, waktu tunggu menuju kematangan pasar dapat dipakai untuk mengumpulkan kemampuan rekayasa dan membangun relasi industri. Risikonya, siklus teknologi dapat berjalan jauh lebih panjang daripada siklus kebijakan; sebagian material juga bisa bertahan lama di tahap laboratorium atau produksi skala kecil.
Bagi Lingang, indikator terpenting bukanlah seberapa cepat kawasan itu mengumumkan keberhasilan. Yang lebih menentukan adalah apakah pengujian nyata, produksi percobaan, dan kebutuhan pelanggan dapat terus menyaring jalur yang tidak layak—seraya mendorong proyek paling menjanjikan menjadi produk yang dapat diproduksi dan diadopsi berulang kali.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Shanghai mulai menempatkan semikonduktor generasi keempat sebagai prioritas industri masa depan pada Maret 2024.
Shanghai mulai menempatkan semikonduktor generasi keempat sebagai prioritas industri masa depan pada Maret 2024. Strategi Lingang bukan janji bahwa semikonduktor generasi keempat akan segera diproduksi massal.
Oksida galium berpotensi unggul untuk perangkat bertegangan tinggi dan mungkin menawarkan penghematan biaya besar dibandingkan silikon karbida melalui metode pertumbuhan berbasis cairan atau lelehan.
Shanghai mulai menempatkan semikonduktor generasi keempat sebagai prioritas industri masa depan pada Maret 2024. Strategi Lingang bukan janji bahwa semikonduktor generasi keempat akan segera diproduksi massal.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Shanghai’s Lingang accelerating the commercialization of fourth-generation semiconductors—covering ultra-wide-bandgap materials such. Article summary: Lingang is trying to compress a normally decades-long materials-to-market cycle by investing before the technology is mature, then coupling research teams with validation facilities, pilot manufacturing, demand-side part. Topic tags: general, general web, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake num
Shanghai Lingang mengambil pendekatan yang tidak biasa untuk semikonduktor generasi keempat: membangun infrastruktur industri terlebih dahulu, lalu menunggu teknologi dan pasar berkembang. Shanghai mulai memasukkan bidang ini ke dalam prioritas industri masa depan pada Maret 2024. Pada Mei 2025, Lingang meluncurkan klaster industri masa depan khusus semikonduktor generasi keempat. Setahun kemudian, pada Juli 2026, pemerintah kawasan tersebut menerbitkan rencana aksi pembangunan klaster untuk periode 2026–2028.1
8
Targetnya cukup konkret: pada 2028, Lingang ingin menghimpun sedikitnya 50 perusahaan terkait dan mendorong skala industri melampaui RMB 5 miliar atau sekitar 50 miliar yuan.1
16 Angka itu sebaiknya dibaca sebagai sasaran pembangunan ekosistem, bukan bukti bahwa seluruh teknologi semikonduktor generasi keempat akan segera mencapai produksi massal.
Perjalanan Lingang sejauh ini dapat diringkas dalam tiga tahap:
Rencana tersebut membagi fokus material ke dalam dua jalur utama. Jalur pertama adalah semikonduktor celah pita ultra lebar, yang mencakup oksida galium (Ga₂O₃), berlian, dan aluminium nitrida (AlN). Jalur kedua adalah semikonduktor celah pita ultra sempit, yang mencakup indium antimonida (InSb) dan galium antimonida (GaSb).1
Material-material ini dikaitkan dengan sejumlah peluang aplikasi, seperti perangkat daya bertegangan tinggi, komunikasi frekuensi radio, optoelektronik ultraviolet jauh, deteksi inframerah, sensor kuantum, serta elektronik untuk lingkungan ekstrem.1 Hingga 2026, Lingang telah menghimpun lebih dari sepuluh perusahaan material dan perangkat yang bergerak di bidang oksida galium, berlian, aluminium nitrida, dan antimonida. Jumlah tersebut dilaporkan mencakup lebih dari separuh perusahaan terkait di Shanghai.
2
6
Alasan utama Lingang adalah mengejar keunggulan waktu. Dalam industri semikonduktor, munculnya material baru tidak otomatis menghasilkan produk. Material tersebut harus diikuti pengembangan desain perangkat, proses manufaktur, peralatan, rantai pasok, standar pengujian, serta pelanggan dan aplikasi di sisi hilir.
Jika semua itu baru dibangun setelah permintaan pasar terlihat jelas, sebuah wilayah bisa kehilangan waktu bertahun-tahun untuk mengejar pesaing. Karena itu, Lingang berupaya mengubah masa tunggu tersebut menjadi periode untuk menguji teknologi, membangun kemampuan rekayasa, dan membentuk hubungan dengan calon pelanggan.2
Namun, risikonya juga jelas. Hasil perangkat berbasis oksida galium baru mulai dilaporkan secara terbuka pada 2012. Seorang pejabat sains dan teknologi Shanghai memperkirakan, jika mengikuti lintasan perkembangan semikonduktor generasi ketiga, penerapan praktis teknologi ini mungkin baru terjadi setelah 2040.7
Dengan kata lain, Lingang saat ini berada dalam fase investasi, observasi, dan validasi rekayasa. Kawasan ini tidak sedang mengklaim bahwa semikonduktor generasi keempat akan segera menggantikan material yang sudah mapan. Tujuannya adalah mengurangi hambatan ketika teknologi tersebut akhirnya mencapai ambang kinerja, biaya, dan keandalan yang dibutuhkan pasar.
Oksida galium menjadi salah satu material yang paling banyak mendapat perhatian karena karakteristik celah pitanya yang sangat lebar. Perusahaan yang mengembangkannya di Lingang menargetkan perangkat daya untuk aplikasi menengah, tinggi, hingga sangat tinggi tegangannya.
Dalam kendaraan listrik dan jaringan listrik bertegangan ultra tinggi, misalnya, pengembang di Lingang menilai silikon karbida—salah satu material semikonduktor generasi ketiga—dapat menghadapi keterbatasan ketika digunakan pada skenario di atas 3.300 volt. Oksida galium diposisikan sebagai kandidat untuk menjangkau rentang tegangan yang lebih tinggi.49
Faktor biaya juga menjadi daya tarik penting. Oksida galium dapat ditumbuhkan menggunakan metode berbasis cairan atau lelehan. Dibandingkan proses fase uap yang lebih berat dan ketat pada silikon karbida, pendekatan ini secara teori dapat membuka ruang penghematan besar ketika produksi telah mencapai skala industri.7
53
Akan tetapi, klaim penghematan tersebut masih merupakan ekspektasi teknologi untuk masa depan, bukan harga pasar yang sudah terbukti. Kualitas kristal, pengendalian cacat, proses epitaksi, keandalan perangkat, kapasitas produksi, dan tingkat hasil produksi tetap akan menentukan seberapa cepat oksida galium dapat dikomersialkan.
Peluang lain muncul pada komponen frekuensi tinggi, termasuk filter komunikasi. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa material yang digunakan saat ini dapat semakin mendekati batas fisiknya dalam komponen komunikasi frekuensi tinggi di masa depan. Kondisi itu berpotensi mendorong produsen sistem untuk mencari material dan arsitektur perangkat baru.7
Berlian, aluminium nitrida, dan material antimonida memiliki jalur peluang yang berbeda—mulai dari pembuangan panas berdaya tinggi, komunikasi frekuensi radio, ultraviolet jauh, hingga deteksi inframerah. Karena tingkat kematangan teknis dan jalur komersialisasinya tidak sama, material-material tersebut tidak dapat dianggap sebagai satu jalur produksi massal yang seragam.
Fondasi Lingang bukan hanya laboratorium tunggal, melainkan jaringan yang menghubungkan riset, validasi, manufaktur, aplikasi, dan modal. Sinan Semiconductor Super Incubator berfokus pada cip kelas otomotif dan semikonduktor celah pita lebar. Modelnya menggabungkan sumber inovasi, layanan profesional, fasilitas kawasan industri, hubungan inkubasi-investasi, serta insentif investasi lanjutan.36
37
Pusat validasi konsep semikonduktor celah pita ultra lebar yang dipimpin inkubator tersebut mencakup pembuatan material maju, desain perangkat, verifikasi proses manufaktur, pengujian, dan pembuktian pasar. Dengan demikian, tim universitas dan lembaga riset dapat dinilai bukan hanya dari kelayakan teknis, tetapi juga dari potensi komersialnya.37
Model ini membalik pola lama yang menunggu hasil riset benar-benar matang sebelum mencari pelanggan. Kebutuhan industri dapat dimasukkan sejak tahap desain perangkat dan verifikasi proses. Tahapannya kemudian bergerak dari validasi sampel, penentuan jalur produksi uji coba, pengujian aplikasi, hingga evaluasi komersial.5
37
Pendekatan tersebut juga diperluas ke pembiayaan awal. Melalui mekanisme “hibah menjadi investasi”, sebagian dukungan teknologi publik diarahkan agar dapat berfungsi lebih mirip investasi ekuitas untuk proyek yang memiliki prospek. Pada 2025, delapan proyek percontohan pertama menandatangani kesepakatan dalam mekanisme tersebut.33
Lingang juga dilaporkan menyiapkan Lingang Qihang Fund senilai RMB 500 juta untuk perusahaan teknologi tahap benih dan rintisan. Namun, dana tersebut merupakan dana malaikat umum untuk perusahaan teknologi awal yang berkembang di Lingang, bukan dana yang terbukti hanya berinvestasi pada semikonduktor generasi keempat.33
Salah satu contoh kerja inkubator adalah Xinjing Energy, perusahaan yang didirikan oleh tim dari Shanghai Jiao Tong University. Setelah masuk ke ekosistem inkubasi, tim tersebut memperoleh dukungan berupa penghubung ke investor, laboratorium bersih, pembangunan lini produksi percontohan, pemasok peralatan, dan akses ke skenario industri. Inkubator juga membantu menghubungkan proyek dengan pabrik hot-rolling Baosteel untuk memvalidasi teknologi pemulihan panas buangan industri.22
Contoh ini menunjukkan cara Lingang mengorganisasi alih teknologi dari laboratorium ke aplikasi industri. Namun, proyek tersebut berfokus pada cip termoelektrik, bukan semikonduktor generasi keempat. Karena itu, kasus tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa oksida galium atau material semikonduktor generasi keempat lainnya telah mencapai komersialisasi massal.22
Ujian sebenarnya bagi Lingang bukanlah membuktikan bahwa semua semikonduktor generasi keempat sudah dapat diproduksi massal dalam dua tahun. Ukuran yang lebih realistis adalah apakah kawasan tersebut mampu membangun ekosistem yang cukup rapat antara material, perangkat, proses, peralatan, aplikasi, dan pembiayaan.
Jika pada 2028 Lingang berhasil menghimpun lebih dari 50 perusahaan, menyediakan fasilitas riset publik dan produksi uji coba, melahirkan demonstrasi aplikasi, serta menciptakan kesinambungan antara modal awal dan pelanggan industri, kawasan itu akan berada dalam posisi yang lebih kuat ketika oksida galium, berlian, aluminium nitrida, atau material antimonida melewati ambang teknis dan biaya.1
5
Inilah inti strategi “membangun jalan sebelum lalu lintas ramai”. Keuntungannya, waktu tunggu menuju kematangan pasar dapat dipakai untuk mengumpulkan kemampuan rekayasa dan membangun relasi industri. Risikonya, siklus teknologi dapat berjalan jauh lebih panjang daripada siklus kebijakan; sebagian material juga bisa bertahan lama di tahap laboratorium atau produksi skala kecil.
Bagi Lingang, indikator terpenting bukanlah seberapa cepat kawasan itu mengumumkan keberhasilan. Yang lebih menentukan adalah apakah pengujian nyata, produksi percobaan, dan kebutuhan pelanggan dapat terus menyaring jalur yang tidak layak—seraya mendorong proyek paling menjanjikan menjadi produk yang dapat diproduksi dan diadopsi berulang kali.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Shanghai mulai menempatkan semikonduktor generasi keempat sebagai prioritas industri masa depan pada Maret 2024.
Shanghai mulai menempatkan semikonduktor generasi keempat sebagai prioritas industri masa depan pada Maret 2024. Strategi Lingang bukan janji bahwa semikonduktor generasi keempat akan segera diproduksi massal.
Oksida galium berpotensi unggul untuk perangkat bertegangan tinggi dan mungkin menawarkan penghematan biaya besar dibandingkan silikon karbida melalui metode pertumbuhan berbasis cairan atau lelehan.