Selain perdagangan spot, Binance juga menambahkan RLUSD ke berbagai produk lain, termasuk:
Integrasi semacam ini penting karena memperluas cara pengguna memanfaatkan stablecoin. RLUSD tidak hanya dipakai untuk trading, tetapi juga dapat menjadi aset untuk tabungan kripto, jaminan pinjaman, atau likuiditas perdagangan.
Ketika sebuah stablecoin terintegrasi ke berbagai produk di bursa besar, permintaan biasanya meningkat — dan hal itu sering berujung pada pertumbuhan pasokan beredar.
Pertumbuhan RLUSD juga didukung oleh integrasi dengan infrastruktur institusional. Penyedia layanan kustodi aset digital Copper menambahkan RLUSD ke dalam Stablecoin Rewards Program miliknya.
Program ini memungkinkan klien institusional untuk:
Model seperti ini menarik bagi hedge fund, market maker, dan perusahaan trading karena memberikan cara yang lebih sederhana dan terkontrol untuk memperoleh imbal hasil dari stablecoin.
Faktor struktural lain adalah meningkatnya tren tokenisasi aset dunia nyata. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai instrumen seperti obligasi, dana investasi, deposito bank, hingga komoditas mulai diterbitkan atau diperdagangkan dalam bentuk token di blockchain.
Data terbaru menunjukkan bahwa XRP Ledger kini menampung sekitar $4,1 miliar aset yang ditokenisasi, menjadikannya salah satu jaringan aktif dalam ekosistem RWA.
Dalam sistem tersebut, stablecoin sering berfungsi sebagai mata uang penyelesaian (settlement currency) — mirip dengan peran uang tunai di pasar keuangan tradisional. Jika lebih banyak aset diperdagangkan di blockchain, permintaan terhadap stablecoin yang stabil dan likuid juga cenderung meningkat.
Salah satu contoh eksplorasi institusional datang dari Project Acacia, proyek penelitian yang dipimpin oleh Reserve Bank of Australia (RBA) bersama Digital Finance Cooperative Research Centre.
Program ini meneliti bagaimana uang digital dan teknologi distributed ledger dapat mendukung pasar aset tokenisasi untuk transaksi skala institusi (wholesale). Beberapa uji coba dilakukan di berbagai platform blockchain, termasuk XRP Ledger.
Beberapa laporan sekunder menyebut bahwa salah satu pilot melibatkan obligasi pemerintah Australia yang ditokenisasi di XRP Ledger dengan penyelesaian menggunakan RLUSD.
Namun, laporan resmi RBA hanya mengonfirmasi adanya eksperimen tokenisasi lintas platform, tanpa memverifikasi secara eksplisit semua detail tentang penggunaan RLUSD dalam skenario tersebut. Karena itu, klaim yang lebih spesifik tersebut perlu dipandang dengan kehati‑hatian.
Meski demikian, proyek seperti ini menunjukkan bagaimana stablecoin dapat digunakan dalam eksperimen pasar keuangan institusional berbasis blockchain.
Dengan pasokan beredar sekitar $1,76 miliar, RLUSD hanya membutuhkan sekitar $240 juta tambahan untuk mencapai tonggak $2 miliar.
Beberapa tren yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut antara lain:
Jika penggunaan RLUSD terus meluas sebagai unit akun dan mata uang penyelesaian dalam ekosistem blockchain, permintaan terhadap stablecoin ini berpotensi terus meningkat.
Meski tren pertumbuhannya kuat, pencapaian $2 miliar masih merupakan proyeksi, bukan kepastian. Pasokan stablecoin sangat bergantung pada permintaan likuiditas pasar, yang bisa berubah mengikuti kondisi pasar kripto maupun keuangan global.
Namun kombinasi antara infrastruktur bursa, integrasi institusional, dan eksperimen tokenisasi aset menunjukkan bahwa RLUSD mulai diposisikan sebagai kandidat stablecoin untuk penggunaan institusional dalam ekosistem keuangan berbasis blockchain.
Comments
0 comments