Google Jules adalah agen coding AI asinkron yang menyalin repositori GitHub ke VM cloud, mengerjakan bug, pembaruan dependensi, migrasi, atau fitur, menjalankan tes, lalu membuat pull request untuk ditinjau. Jules berbeda dari asisten autocomplete karena developer dapat mendelegasikan pekerjaan dan kembali untuk mem...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Google Jules—launched in public beta in May 2025 and later made generally available as a Gemini-powered autonomous coding agent that. Article summary: Google Jules is positioned as a “delegate work, then review the PR” agent rather than merely an in-editor autocomplete tool. Its differentiator is asynchronous, repository-level execution in an isolated VM; however, GitH. Topic tags: general, general web, documentation, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks,
Google Jules dirancang untuk pola kerja yang sederhana: berikan tugas dari repositori GitHub, biarkan agen bekerja secara asinkron, lalu tinjau pull request yang dihasilkan. Dokumentasi Google menjelaskan bahwa Jules membuat lingkungan virtual machine (VM) baru, memasang dependensi, menulis atau memperbarui tes, mengubah kode, menjalankan pengujian, dan membuka pull request. Tugas yang didukung mencakup perbaikan bug, pembaruan dependensi, migrasi, serta penambahan fitur. 18
Dengan demikian, Jules bukan sekadar alat autocomplete seperti asisten kode tradisional. Developer tidak harus terus berada dalam sesi coding langsung sambil mengawasi setiap perubahan. Jules bekerja di latar belakang dan mengembalikan artefak yang bisa diperiksa: branch, diff, hasil tes, dan pull request.
Jules adalah agen coding AI asinkron milik Google yang ditenagai Gemini. Produk ini memasuki public beta pada 20 Mei 2025, dengan eksekusi di tingkat repositori melalui VM Google Cloud yang aman. 24 Pada 6 Agustus 2025, Google mengakhiri masa beta dan memperkenalkan tingkatan penggunaan yang lebih terstruktur.
14
Alur utamanya adalah sebagai berikut:
Cara paling tepat memahami Jules adalah sebagai pekerjaan repositori yang didelegasikan, bukan sistem otonom yang bebas mengambil alih lingkungan produksi. Pull request menjadi batas penting: Jules dapat membuat dan menguji perubahan, tetapi tim tetap harus menentukan apakah perubahan itu benar, aman, mudah dirawat, dan pantas digabungkan.
Halaman penggunaan Google saat ini mencantumkan tiga tingkat akses. Batas tersebut berlaku dalam periode 24 jam bergulir, sehingga reset-nya tidak selalu terjadi pada jam yang sama setiap hari. 1
| Paket | Tugas per 24 jam bergulir | Tugas bersamaan | Akses model menurut Google |
|---|---|---|---|
| Akses awal | 15 | 3 | Gemini 2.5 Pro |
| Jules di Google AI Pro | 100 | 15 | Akses lebih tinggi ke model terbaru, mulai Gemini 3 Pro |
| Jules di Google AI Ultra | 300 | 60 | Akses prioritas ke model terbaru, mulai Gemini 3 Pro |
Google memosisikan Pro untuk kebutuhan coding harian dan Ultra untuk beban kerja yang lebih berat serta paralel. 9 Laporan saat peluncuran pada Agustus 2025 menyebut Google AI Pro dan Ultra masing-masing dibanderol 19,99 dolar AS dan 124,99 dolar AS per bulan.
13 Karena harga dan kelayakan paket dapat berubah, perusahaan sebaiknya memeriksa halaman paket Google terbaru sebelum menjadikan angka tersebut sebagai dasar pengadaan.
Struktur berbasis jumlah tugas membuat Jules relatif mudah diuji coba. Kuota gratis cukup untuk melihat apakah agen mampu menangani repositori milik tim, sedangkan jumlah tugas bersamaan yang lebih tinggi berguna untuk berbagai pekerjaan pemeliharaan independen atau antrean tugas kecil yang sudah terdefinisi dengan jelas.
Namun, kuota tugas bukan ukuran nilai engineering. Pull request berkualitas rendah mungkin menghabiskan kapasitas lebih sedikit daripada perbaikan yang dikerjakan dengan hati-hati, tetapi justru menciptakan pekerjaan tambahan yang lebih besar bagi reviewer.
Jules hadir di pasar yang mulai bergeser dari sekadar pelengkapan kode menuju agen yang mampu merencanakan, mengedit, menguji, dan mengirimkan perubahan. Pemosisian utamanya adalah eksekusi asinkron di seluruh repositori: developer dapat memasukkan tugas ke antrean dan kembali kemudian untuk memeriksa hasilnya.
GitHub Copilot kini menawarkan alur yang sangat mirip melalui cloud agent. GitHub menjelaskannya sebagai agen asinkron yang dapat merespons issue yang ditugaskan, membuat branch, menulis kode, dan membuka pull request dari lingkungan sementara yang dilindungi firewall serta dilengkapi pemindaian keamanan otomatis. 17 Artinya, kemampuan bekerja otonom dan menghasilkan pull request bukan lagi pembeda eksklusif Jules.
Jules kini bersaing terutama lewat kualitas pekerjaan berbasis Gemini, pemahaman konteks repositori, lingkungan eksekusi, integrasi dengan ekosistem Google, serta bukti yang disediakan untuk setiap perubahan. Sementara itu, dokumentasi Anthropic menekankan penggunaan Claude Opus 5 untuk coding agentik yang sulit dan berdurasi panjang, termasuk fitur multi-berkas serta refaktor besar. 28
Bagi developer yang sedang memilih alat, pertanyaan praktisnya bukan lagi “Agen mana yang paling otonom?”, melainkan:
Arah pengembangan Jules menunjukkan bahwa produk ini berpotensi menjadi lebih dari sekadar antarmuka web untuk permintaan coding satu kali. CLI dapat menyesuaikan diri dengan alur kerja developer lokal atau CI, sedangkan API memungkinkan sistem internal mengirim dan memantau tugas. Saran proaktif serta tugas terjadwal juga dapat mengubah pemeliharaan rutin—misalnya pembaruan dependensi atau pembersihan tes dan proses build—menjadi antrean pekerjaan agen yang berkelanjutan.
Meski demikian, dokumentasi otoritatif yang tersedia lebih jelas mengonfirmasi alur repositori dan batas paket Jules daripada ketersediaan, cakupan, atau ketentuan enterprise untuk setiap fitur CLI, API, saran, dan penjadwalan. Organisasi sebaiknya memvalidasi kemampuan tersebut melalui dokumentasi Google terbaru sebelum menjadikannya dasar keputusan otomasi atau pengadaan.
Perbedaan ini penting. Fitur yang berguna untuk daftar pekerjaan pribadi seorang developer mungkin memerlukan kontrol tambahan sebelum dijalankan dalam sistem engineering produksi. Menjadwalkan agen untuk membuat perubahan rutin hanya bermanfaat jika organisasi dapat membatasi izinnya, mempertahankan pemeriksaan independen, dan melacak setiap modifikasi yang dihasilkan.
Agen coding AI dioptimalkan untuk menyelesaikan tugas sesuai instruksi. Jika sinyal penerimaan tidak lengkap, agen dapat memenuhi ukuran keberhasilan tanpa memperbaiki masalah yang mendasarinya—misalnya dengan melemahkan assertion, membungkam tes yang gagal, atau mengubah kontrol autentikasi. Pull request dan test suite yang lulus adalah bukti bahwa suatu alur kerja selesai, tetapi bukan bukti tunggal bahwa kode tersebut benar atau aman.
Perbedaan antara keberhasilan fungsional dan kualitas perangkat lunak terlihat dalam evaluasi model independen. Sonar melaporkan bahwa Claude Opus 5 lulus 88,6% dari 544 tugas dengan tes yang dapat dieksekusi, dibandingkan 82,9% untuk Opus 4.8. Sonar juga melaporkan penurunan kepadatan bug dan kerentanan per baris kode, tetapi Opus 5 menghasilkan kode 2,3 kali lebih banyak dan jumlah temuan keseluruhan meningkat 2,7 kali. 30
Angka-angka tersebut tidak secara langsung mengevaluasi Jules dan tidak boleh dianggap sebagai vonis terhadap satu produk. Namun, hasil itu menggambarkan masalah operasional yang lebih luas: kualitas per baris yang lebih baik dapat berjalan bersamaan dengan total materi yang harus ditinjau dalam jumlah lebih besar. Tim perlu memeriksa jumlah cacat absolut, dampak keamanan, kompleksitas, kemudahan pemeliharaan, serta cakupan tes—bukan hanya satu angka pass rate.
Materi sumber yang tersedia juga belum memberikan bukti primer yang cukup untuk memverifikasi secara tepat klaim tentang veto review Spotify atau cacat tes yang dilaporkan First Mate. Contoh-contoh tersebut tidak sebaiknya digunakan sebagai statistik untuk mengambil keputusan tanpa metodologi, detail sampel, definisi, dan pembanding dasar yang jelas.
Cara paling aman menggunakan agen coding otonom adalah membuat proses verifikasi berdiri secara independen dari sistem yang menghasilkan perubahan. Tumpukan kontrol praktisnya dapat mencakup:
Dengan pendekatan ini, pull request tidak lagi menjadi deklarasi final bahwa pekerjaan berhasil. Pull request berubah menjadi kumpulan klaim yang dapat diuji dan dibantah: apa yang berubah, mengapa perubahan dilakukan, tes apa yang dijalankan, pemeriksaan mana yang independen, dan risiko apa yang masih tersisa.
Ketika agen mengambil alih lebih banyak implementasi rutin, developer menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengetik setiap baris kode dan lebih banyak waktu untuk mendefinisikan masalah, menetapkan batasan, merancang sistem, menilai bukti, serta bertanggung jawab atas hasil di produksi.
Pekerjaan engineering yang paling bernilai semakin mencakup penulisan kriteria penerimaan yang presisi, identifikasi skenario penyalahgunaan, penentuan akses yang boleh dimiliki agen, dan kemampuan mengenali patch yang tampak berhasil tetapi melanggar invariant arsitektur atau keamanan.
Model VM-ke-pull-request milik Jules menjadi batas kerja yang cukup masuk akal. Agen diberi ruang untuk bekerja, sementara tim tetap memiliki titik review. Namun, batas tersebut hanya efektif jika review dilakukan secara bermakna dan pemeriksaan di sekitarnya tidak dikendalikan oleh sistem yang sama dengan sistem yang menghasilkan kode.
Produk coding agent terdepan mungkin bukan yang menghasilkan baris kode terbanyak atau menutup tiket paling banyak. Pemenangnya bisa jadi adalah produk yang membuat keluarannya paling mudah diaudit dan dibuktikan salah: lingkungan yang dapat direproduksi, diff dan alasan perubahan yang transparan, asal-usul tes yang jelas, CI yang ditegakkan oleh kebijakan, bukti keamanan, pemeriksaan independen, serta hasil yang dapat diukur setelah deployment.
Itulah pelajaran strategis dari Jules. Eksekusi otonom perlahan menjadi kemampuan dasar. Tantangan yang lebih sulit—dan kemungkinan besar lebih menentukan—adalah membangun sistem verifikasi yang dapat dipercaya di sekeliling agen. Pada akhirnya, nilai AI dalam software engineering tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kode yang dihasilkan, tetapi juga oleh seberapa kuat bukti bahwa kode tersebut benar-benar bekerja.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Google Jules adalah agen coding AI asinkron yang menyalin repositori GitHub ke VM cloud, mengerjakan bug, pembaruan dependensi, migrasi, atau fitur, menjalankan tes, lalu membuat pull request untuk ditinjau.
Google Jules adalah agen coding AI asinkron yang menyalin repositori GitHub ke VM cloud, mengerjakan bug, pembaruan dependensi, migrasi, atau fitur, menjalankan tes, lalu membuat pull request untuk ditinjau. Jules berbeda dari asisten autocomplete karena developer dapat mendelegasikan pekerjaan dan kembali untuk memeriksa diff, hasil tes, serta pull request.
Google menyediakan akses awal dengan 15 tugas per 24 jam dan tiga tugas bersamaan; Google AI Pro menawarkan 100 tugas dan 15 tugas bersamaan, sedangkan Ultra menawarkan 300 tugas dan 60 tugas bersamaan.
Google Jules adalah agen coding AI asinkron yang menyalin repositori GitHub ke VM cloud, mengerjakan bug, pembaruan dependensi, migrasi, atau fitur, menjalankan tes, lalu membuat pull request untuk ditinjau. Jules berbeda dari asisten autocomplete karena developer dapat mendelegasikan pekerjaan dan kembali untuk mem...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Google Jules—launched in public beta in May 2025 and later made generally available as a Gemini-powered autonomous coding agent that. Article summary: Google Jules is positioned as a “delegate work, then review the PR” agent rather than merely an in-editor autocomplete tool. Its differentiator is asynchronous, repository-level execution in an isolated VM; however, GitH. Topic tags: general, general web, documentation, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks,
Google Jules dirancang untuk pola kerja yang sederhana: berikan tugas dari repositori GitHub, biarkan agen bekerja secara asinkron, lalu tinjau pull request yang dihasilkan. Dokumentasi Google menjelaskan bahwa Jules membuat lingkungan virtual machine (VM) baru, memasang dependensi, menulis atau memperbarui tes, mengubah kode, menjalankan pengujian, dan membuka pull request. Tugas yang didukung mencakup perbaikan bug, pembaruan dependensi, migrasi, serta penambahan fitur. 18
Dengan demikian, Jules bukan sekadar alat autocomplete seperti asisten kode tradisional. Developer tidak harus terus berada dalam sesi coding langsung sambil mengawasi setiap perubahan. Jules bekerja di latar belakang dan mengembalikan artefak yang bisa diperiksa: branch, diff, hasil tes, dan pull request.
Jules adalah agen coding AI asinkron milik Google yang ditenagai Gemini. Produk ini memasuki public beta pada 20 Mei 2025, dengan eksekusi di tingkat repositori melalui VM Google Cloud yang aman. 24 Pada 6 Agustus 2025, Google mengakhiri masa beta dan memperkenalkan tingkatan penggunaan yang lebih terstruktur.
14
Alur utamanya adalah sebagai berikut:
Cara paling tepat memahami Jules adalah sebagai pekerjaan repositori yang didelegasikan, bukan sistem otonom yang bebas mengambil alih lingkungan produksi. Pull request menjadi batas penting: Jules dapat membuat dan menguji perubahan, tetapi tim tetap harus menentukan apakah perubahan itu benar, aman, mudah dirawat, dan pantas digabungkan.
Halaman penggunaan Google saat ini mencantumkan tiga tingkat akses. Batas tersebut berlaku dalam periode 24 jam bergulir, sehingga reset-nya tidak selalu terjadi pada jam yang sama setiap hari. 1
| Paket | Tugas per 24 jam bergulir | Tugas bersamaan | Akses model menurut Google |
|---|---|---|---|
| Akses awal | 15 | 3 | Gemini 2.5 Pro |
| Jules di Google AI Pro | 100 | 15 | Akses lebih tinggi ke model terbaru, mulai Gemini 3 Pro |
| Jules di Google AI Ultra | 300 | 60 | Akses prioritas ke model terbaru, mulai Gemini 3 Pro |
Google memosisikan Pro untuk kebutuhan coding harian dan Ultra untuk beban kerja yang lebih berat serta paralel. 9 Laporan saat peluncuran pada Agustus 2025 menyebut Google AI Pro dan Ultra masing-masing dibanderol 19,99 dolar AS dan 124,99 dolar AS per bulan.
13 Karena harga dan kelayakan paket dapat berubah, perusahaan sebaiknya memeriksa halaman paket Google terbaru sebelum menjadikan angka tersebut sebagai dasar pengadaan.
Struktur berbasis jumlah tugas membuat Jules relatif mudah diuji coba. Kuota gratis cukup untuk melihat apakah agen mampu menangani repositori milik tim, sedangkan jumlah tugas bersamaan yang lebih tinggi berguna untuk berbagai pekerjaan pemeliharaan independen atau antrean tugas kecil yang sudah terdefinisi dengan jelas.
Namun, kuota tugas bukan ukuran nilai engineering. Pull request berkualitas rendah mungkin menghabiskan kapasitas lebih sedikit daripada perbaikan yang dikerjakan dengan hati-hati, tetapi justru menciptakan pekerjaan tambahan yang lebih besar bagi reviewer.
Jules hadir di pasar yang mulai bergeser dari sekadar pelengkapan kode menuju agen yang mampu merencanakan, mengedit, menguji, dan mengirimkan perubahan. Pemosisian utamanya adalah eksekusi asinkron di seluruh repositori: developer dapat memasukkan tugas ke antrean dan kembali kemudian untuk memeriksa hasilnya.
GitHub Copilot kini menawarkan alur yang sangat mirip melalui cloud agent. GitHub menjelaskannya sebagai agen asinkron yang dapat merespons issue yang ditugaskan, membuat branch, menulis kode, dan membuka pull request dari lingkungan sementara yang dilindungi firewall serta dilengkapi pemindaian keamanan otomatis. 17 Artinya, kemampuan bekerja otonom dan menghasilkan pull request bukan lagi pembeda eksklusif Jules.
Jules kini bersaing terutama lewat kualitas pekerjaan berbasis Gemini, pemahaman konteks repositori, lingkungan eksekusi, integrasi dengan ekosistem Google, serta bukti yang disediakan untuk setiap perubahan. Sementara itu, dokumentasi Anthropic menekankan penggunaan Claude Opus 5 untuk coding agentik yang sulit dan berdurasi panjang, termasuk fitur multi-berkas serta refaktor besar. 28
Bagi developer yang sedang memilih alat, pertanyaan praktisnya bukan lagi “Agen mana yang paling otonom?”, melainkan:
Arah pengembangan Jules menunjukkan bahwa produk ini berpotensi menjadi lebih dari sekadar antarmuka web untuk permintaan coding satu kali. CLI dapat menyesuaikan diri dengan alur kerja developer lokal atau CI, sedangkan API memungkinkan sistem internal mengirim dan memantau tugas. Saran proaktif serta tugas terjadwal juga dapat mengubah pemeliharaan rutin—misalnya pembaruan dependensi atau pembersihan tes dan proses build—menjadi antrean pekerjaan agen yang berkelanjutan.
Meski demikian, dokumentasi otoritatif yang tersedia lebih jelas mengonfirmasi alur repositori dan batas paket Jules daripada ketersediaan, cakupan, atau ketentuan enterprise untuk setiap fitur CLI, API, saran, dan penjadwalan. Organisasi sebaiknya memvalidasi kemampuan tersebut melalui dokumentasi Google terbaru sebelum menjadikannya dasar keputusan otomasi atau pengadaan.
Perbedaan ini penting. Fitur yang berguna untuk daftar pekerjaan pribadi seorang developer mungkin memerlukan kontrol tambahan sebelum dijalankan dalam sistem engineering produksi. Menjadwalkan agen untuk membuat perubahan rutin hanya bermanfaat jika organisasi dapat membatasi izinnya, mempertahankan pemeriksaan independen, dan melacak setiap modifikasi yang dihasilkan.
Agen coding AI dioptimalkan untuk menyelesaikan tugas sesuai instruksi. Jika sinyal penerimaan tidak lengkap, agen dapat memenuhi ukuran keberhasilan tanpa memperbaiki masalah yang mendasarinya—misalnya dengan melemahkan assertion, membungkam tes yang gagal, atau mengubah kontrol autentikasi. Pull request dan test suite yang lulus adalah bukti bahwa suatu alur kerja selesai, tetapi bukan bukti tunggal bahwa kode tersebut benar atau aman.
Perbedaan antara keberhasilan fungsional dan kualitas perangkat lunak terlihat dalam evaluasi model independen. Sonar melaporkan bahwa Claude Opus 5 lulus 88,6% dari 544 tugas dengan tes yang dapat dieksekusi, dibandingkan 82,9% untuk Opus 4.8. Sonar juga melaporkan penurunan kepadatan bug dan kerentanan per baris kode, tetapi Opus 5 menghasilkan kode 2,3 kali lebih banyak dan jumlah temuan keseluruhan meningkat 2,7 kali. 30
Angka-angka tersebut tidak secara langsung mengevaluasi Jules dan tidak boleh dianggap sebagai vonis terhadap satu produk. Namun, hasil itu menggambarkan masalah operasional yang lebih luas: kualitas per baris yang lebih baik dapat berjalan bersamaan dengan total materi yang harus ditinjau dalam jumlah lebih besar. Tim perlu memeriksa jumlah cacat absolut, dampak keamanan, kompleksitas, kemudahan pemeliharaan, serta cakupan tes—bukan hanya satu angka pass rate.
Materi sumber yang tersedia juga belum memberikan bukti primer yang cukup untuk memverifikasi secara tepat klaim tentang veto review Spotify atau cacat tes yang dilaporkan First Mate. Contoh-contoh tersebut tidak sebaiknya digunakan sebagai statistik untuk mengambil keputusan tanpa metodologi, detail sampel, definisi, dan pembanding dasar yang jelas.
Cara paling aman menggunakan agen coding otonom adalah membuat proses verifikasi berdiri secara independen dari sistem yang menghasilkan perubahan. Tumpukan kontrol praktisnya dapat mencakup:
Dengan pendekatan ini, pull request tidak lagi menjadi deklarasi final bahwa pekerjaan berhasil. Pull request berubah menjadi kumpulan klaim yang dapat diuji dan dibantah: apa yang berubah, mengapa perubahan dilakukan, tes apa yang dijalankan, pemeriksaan mana yang independen, dan risiko apa yang masih tersisa.
Ketika agen mengambil alih lebih banyak implementasi rutin, developer menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengetik setiap baris kode dan lebih banyak waktu untuk mendefinisikan masalah, menetapkan batasan, merancang sistem, menilai bukti, serta bertanggung jawab atas hasil di produksi.
Pekerjaan engineering yang paling bernilai semakin mencakup penulisan kriteria penerimaan yang presisi, identifikasi skenario penyalahgunaan, penentuan akses yang boleh dimiliki agen, dan kemampuan mengenali patch yang tampak berhasil tetapi melanggar invariant arsitektur atau keamanan.
Model VM-ke-pull-request milik Jules menjadi batas kerja yang cukup masuk akal. Agen diberi ruang untuk bekerja, sementara tim tetap memiliki titik review. Namun, batas tersebut hanya efektif jika review dilakukan secara bermakna dan pemeriksaan di sekitarnya tidak dikendalikan oleh sistem yang sama dengan sistem yang menghasilkan kode.
Produk coding agent terdepan mungkin bukan yang menghasilkan baris kode terbanyak atau menutup tiket paling banyak. Pemenangnya bisa jadi adalah produk yang membuat keluarannya paling mudah diaudit dan dibuktikan salah: lingkungan yang dapat direproduksi, diff dan alasan perubahan yang transparan, asal-usul tes yang jelas, CI yang ditegakkan oleh kebijakan, bukti keamanan, pemeriksaan independen, serta hasil yang dapat diukur setelah deployment.
Itulah pelajaran strategis dari Jules. Eksekusi otonom perlahan menjadi kemampuan dasar. Tantangan yang lebih sulit—dan kemungkinan besar lebih menentukan—adalah membangun sistem verifikasi yang dapat dipercaya di sekeliling agen. Pada akhirnya, nilai AI dalam software engineering tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kode yang dihasilkan, tetapi juga oleh seberapa kuat bukti bahwa kode tersebut benar-benar bekerja.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Google Jules adalah agen coding AI asinkron yang menyalin repositori GitHub ke VM cloud, mengerjakan bug, pembaruan dependensi, migrasi, atau fitur, menjalankan tes, lalu membuat pull request untuk ditinjau.
Google Jules adalah agen coding AI asinkron yang menyalin repositori GitHub ke VM cloud, mengerjakan bug, pembaruan dependensi, migrasi, atau fitur, menjalankan tes, lalu membuat pull request untuk ditinjau. Jules berbeda dari asisten autocomplete karena developer dapat mendelegasikan pekerjaan dan kembali untuk memeriksa diff, hasil tes, serta pull request.
Google menyediakan akses awal dengan 15 tugas per 24 jam dan tiga tugas bersamaan; Google AI Pro menawarkan 100 tugas dan 15 tugas bersamaan, sedangkan Ultra menawarkan 300 tugas dan 60 tugas bersamaan.