Dengan memasukkan konektivitas seluler ke dalam arsitektur WAN utama, perusahaan dapat membangun jaringan yang tetap berfungsi meskipun satu jalur koneksi atau satu operator mengalami gangguan.
W2255 dirancang sebagai adaptor performa tinggi yang dapat langsung dihubungkan ke router atau infrastruktur jaringan yang sudah ada. Beberapa fitur teknis membuatnya lebih dari sekadar perangkat backup.
Adaptor ini menggunakan modem berbasis 3GPP 5G Standalone (SA) Release 17, yang membuka fitur lanjutan seperti network slicing dan kontrol latensi yang lebih baik.
Network slicing memungkinkan operator telekomunikasi membuat jaringan virtual khusus untuk kebutuhan tertentu—misalnya aplikasi industri dengan latensi rendah, trafik data perusahaan, atau komunikasi kritis—di atas infrastruktur 5G yang sama.
Salah satu elemen penting desain W2255 adalah dukungan untuk integrasi satelit Low Earth Orbit (LEO). Dengan pendekatan ini, organisasi dapat menggabungkan konektivitas seluler darat dengan koneksi satelit sebagai jalur tambahan.
Model jaringan hibrida seperti ini memberi jalur komunikasi alternatif ketika jaringan fiber, kabel, atau bahkan jaringan seluler terganggu—misalnya di lokasi terpencil, operasi lapangan, atau situasi darurat.
W2255 memiliki port Ethernet dual‑mode 2.5 Gbps, yang memungkinkan adaptor terhubung langsung ke router perusahaan tanpa perlu mengganti perangkat jaringan yang sudah ada.
Perangkat ini juga mendukung berbagai opsi SIM serta akses non‑terestrial sebagai jalur tambahan, sehingga meningkatkan redundansi jaringan di berbagai operator dan teknologi konektivitas.
Perangkat keras saja tidak cukup untuk menjalankan wireless WAN pada skala perusahaan. Karena itu Ericsson melengkapinya dengan orkestrasi Wireless WAN melalui platform NetCloud.
NetCloud menyediakan visibilitas dan kontrol terpusat bagi tim IT untuk mengelola banyak lokasi sekaligus. Melalui satu antarmuka cloud, administrator dapat memantau performa jaringan, melakukan troubleshooting, serta menerapkan konfigurasi baru ke ratusan atau bahkan ribuan lokasi.
Pendekatan ini sangat penting bagi organisasi dengan jaringan luas seperti kantor cabang, armada kendaraan, fasilitas industri, atau lokasi edge.
Ericsson juga memasarkan solusi wireless enterprise dengan fokus pada keamanan dan kepatuhan untuk sektor pemerintah dan industri yang sangat diatur. Perusahaan menyebut upaya menuju layanan cloud yang mendapat otorisasi FedRAMP, standar keamanan yang digunakan oleh lembaga federal Amerika Serikat.
Teknologi Cradlepoint juga telah lama digunakan dalam implementasi public safety, termasuk jaringan broadband untuk kepolisian dan layanan darurat. Kolaborasi sebelumnya dengan Axon, misalnya, mendukung konektivitas kendaraan patroli dan alur kerja pengelolaan bukti digital menggunakan router Cradlepoint dan perangkat lunak NetCloud.
Namun dokumentasi publik saat ini tidak secara jelas mengonfirmasi klaim sertifikasi “FedRAMP High” khusus dalam kemitraan dengan Axon, sehingga klaim tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut.
Strategi enterprise Ericsson juga bergantung pada kerja sama dengan operator telekomunikasi dan mitra distribusi. Contohnya, perusahaan pernah menjalin kerja sama dengan operator seperti AT&T, yang memungkinkan pelanggan membeli solusi wireless edge Cradlepoint langsung melalui operator tersebut.
Model distribusi ini mempermudah perusahaan memperoleh perangkat, paket konektivitas, serta dukungan layanan dari satu penyedia—yang dapat mempercepat implementasi jaringan di banyak lokasi sekaligus.
Cradlepoint W2255 ditujukan untuk organisasi dengan operasi terdistribusi dan kebutuhan uptime tinggi. Beberapa contoh sektor yang dapat memanfaatkannya antara lain:
Di lingkungan seperti ini, gangguan konektivitas dapat menghentikan transaksi, mengganggu sistem IoT, memutus aliran data, atau bahkan menghambat komunikasi darurat. Wireless WAN menyediakan jalur konektivitas alternatif yang tetap aktif ketika infrastruktur kabel gagal.
Cradlepoint W2255 mencerminkan perubahan cara perusahaan merancang jaringan mereka. Alih‑alih bergantung pada satu koneksi utama dengan backup nirkabel, organisasi kini dapat membangun arsitektur multi‑WAN di mana koneksi kabel, seluler, dan satelit bekerja bersama sebagai lapisan jaringan yang setara.
Dengan performa 5G, konektivitas hibrida, serta manajemen terpusat melalui NetCloud, Ericsson mencoba memposisikan wireless WAN sebagai infrastruktur strategis yang dirancang sejak awal untuk mendukung operasi digital yang selalu aktif.
Comments
0 comments