Chery menargetkan ekspor lebih dari 1,5 juta kendaraan pada 2026, hampir setengah dari target penjualan globalnya sebesar 3,2 juta unit. Pertumbuhan akan didorong oleh kendaraan listrik (EV) dan plug‑in hybrid, dengan proyeksi penjualan EV luar negeri menembus 1 juta unit.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is China’s largest car exporter, Chery Automobile, expanding its global presence in 2026—including its goal to export more than 1.5 mill. Article summary: Chery is accelerating overseas expansion in 2026 by pushing exports above 1.5 million vehicles, leaning harder into EVs and plug-in hybrids, and deepening market entry in Europe and potentially North America. The energy . Topic tags: general, general web, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "As the first quarter of 2026 wraps up, CHERY has continued to demonstrate strong growth momentum in the global market. Behind these impressive results, as the core brand of Chery G" source context "Global Expansion Accelerates: CHERY Upcoming Auto China ..." Reference image 2: visual subject "Latest in EV news, technologie
Produsen mobil asal Tiongkok Chery Automobile sedang mempercepat ekspansi internasionalnya. Targetnya cukup ambisius: mengekspor lebih dari 1,5 juta kendaraan pada 2026. Strategi ini bertumpu pada tiga hal utama—pertumbuhan kendaraan listrik, ekspansi pasar global terutama di Eropa, serta eksplorasi pasar Amerika Utara.
Langkah agresif tersebut muncul di tengah perubahan besar industri otomotif global. Permintaan kendaraan listrik terus meningkat, sementara produsen mobil China lain seperti BYD dan Geely juga berlomba memperluas penjualan di luar negeri.
Chery saat ini dikenal sebagai eksportir mobil terbesar dari China berdasarkan volume pengiriman. Perusahaan ini menargetkan pengiriman lebih dari 1,5 juta kendaraan ke luar negeri pada 2026, melanjutkan tren pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, ekspor Chery melonjak 33,2% dibanding tahun sebelumnya menjadi sekitar 1,29 juta unit. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya pasar internasional bagi pertumbuhan perusahaan.
Secara keseluruhan, Chery Group menargetkan penjualan global 3,2 juta kendaraan pada 2026, naik sekitar 14% dari tahun sebelumnya. Jika target ekspor tercapai, pasar luar negeri bisa menyumbang hampir setengah dari total penjualan perusahaan.
Momentum ekspor juga terlihat dari performa bulanan. Pada April 2026, Chery mengekspor sekitar 177.600 kendaraan, melampaui BYD dan SAIC dalam penjualan luar negeri pada bulan tersebut.
Kendaraan listrik dan plug‑in hybrid menjadi pusat strategi global Chery.
Eksekutif perusahaan memperkirakan penjualan EV Chery di luar negeri bisa melampaui 1 juta unit, seiring meningkatnya permintaan kendaraan rendah emisi di berbagai negara.
Chery juga berinvestasi dalam teknologi baterai baru. Dalam beberapa laporan industri, perusahaan menyebut sedang mengembangkan sistem baterai yang berpotensi memberikan jarak tempuh hingga 1.500 kilometer dalam sekali pengisian.
Perkembangan ini sejalan dengan tren industri otomotif China yang menjadikan elektrifikasi sebagai keunggulan kompetitif global, berkat teknologi baru dan biaya produksi yang relatif lebih rendah.
Perubahan geopolitik juga ikut memengaruhi pasar kendaraan listrik.
Ketegangan di Timur Tengah, termasuk gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz—jalur penting yang dilalui sebagian besar perdagangan minyak dunia—telah memicu kenaikan harga energi global.
Kenaikan harga bahan bakar membuat banyak negara, terutama yang bergantung pada impor energi, semakin serius beralih ke teknologi alternatif. Laporan menunjukkan pemerintah dan perusahaan di berbagai wilayah mulai mencari kendaraan listrik, baterai, dan teknologi energi bersih dari China untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.
Situasi ini secara tidak langsung menguntungkan produsen seperti Chery yang memiliki portofolio EV yang terus berkembang.
Eropa menjadi salah satu pilar utama strategi global Chery.
Perusahaan menyatakan pendekatan internasionalnya kini beralih dari sekadar ekspansi cepat menuju "pendalaman kualitas pasar", yang berarti fokus pada jaringan distribusi, layanan purna jual, dan penguatan merek di pasar yang sudah dimasuki.
Beberapa langkah yang sudah dilakukan antara lain:
Produksi yang lebih dekat dengan konsumen Eropa dapat membantu mengurangi biaya logistik serta mengatasi hambatan perdagangan.
Selain Eropa, Chery juga mulai mempelajari peluang di Amerika Utara.
Eksekutif perusahaan menyatakan bahwa mereka berharap dapat memasuki pasar Amerika Serikat “pada waktu yang tepat”, meskipun belum ada jadwal pasti. Pasar AS sangat besar, tetapi juga memiliki hambatan regulasi dan politik yang kompleks bagi produsen mobil China.
Di Kanada, Chery dilaporkan sedang mengkaji pasar dan menjajaki kemitraan lokal, serta mulai merekrut staf terkait merek Omoda dan Jaecoo. Langkah ini menunjukkan tahap persiapan awal, bukan peluncuran resmi.
Dominasi ekspor Chery juga menghadapi tekanan dari pesaing domestik.
Strategi masing‑masing berbeda. BYD banyak fokus pada Amerika Tengah dan Selatan, sedangkan Geely memperluas pasar di negara‑negara CIS dan Asia Tenggara.
Persaingan ini berarti Chery harus terus memperkuat teknologi, merek, dan kemitraan lokal untuk mempertahankan posisinya sebagai eksportir mobil terbesar dari China.
Strategi Chery mencerminkan perubahan besar dalam industri otomotif global.
Banyak produsen mobil China kini menjadikan pasar internasional sebagai mesin pertumbuhan utama, terutama ketika pertumbuhan pasar domestik mulai melambat.
Jika Chery berhasil mencapai target 1,5 juta kendaraan ekspor pada 2026, pencapaian itu akan menjadi salah satu ekspansi internasional paling signifikan dari produsen mobil China—sekaligus mempercepat persaingan global di era kendaraan listrik.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Chery menargetkan ekspor lebih dari 1,5 juta kendaraan pada 2026, hampir setengah dari target penjualan globalnya sebesar 3,2 juta unit.
Chery menargetkan ekspor lebih dari 1,5 juta kendaraan pada 2026, hampir setengah dari target penjualan globalnya sebesar 3,2 juta unit. Pertumbuhan akan didorong oleh kendaraan listrik (EV) dan plug‑in hybrid, dengan proyeksi penjualan EV luar negeri menembus 1 juta unit.
Kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik mendorong banyak negara beralih ke EV, sementara Chery juga memperluas jaringan di Eropa dan menjajaki pasar Amerika Utara.