Armada drone pertanian global DJI menembus 700.000 unit pada Juni 2026, meningkat lebih dari lima kali lipat dalam lima tahun, dengan fungsi yang meluas dari penyemprotan hingga patroli mandiri dan angkut hasil panen. Negara berkembang menjadi pangsa pasar utama pertumbuhan: penjualan drone semprot di Meksiko melonj...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is China's drone-farming boom reshaping agricultural automation, and what does DJI's global sales milestone of over 700,000 agricultural. Article summary: China's drone-farming boom is rapidly transforming agricultural automation, and DJI's milestone of surpassing 700,000 agricultural drones globally — a more than fivefold increase in five years — signals a paradigm shift . Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Lonjakan penggunaan drone pertanian di China tengah mengubah lanskap otomatisasi pertanian secara dramatis. Capaian DJI yang berhasil menembus 700.000 unit drone pertanian secara global — meningkat lebih dari lima kali lipat dalam lima tahun — menandakan pergeseran paradigma yang sangat penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kekurangan tenaga kerja, tekanan pada ketahanan pangan, dan hambatan perdagangan .
Dari penyemprotan hingga armada serbaguna. Drone pertanian kini tidak lagi hanya untuk menyemprot pestisida. Mereka telah berevolusi untuk menangani penaburan benih presisi, pemupukan dengan dosis variabel, patroli lahan otonom, hingga mengangkut pasokan pertanian — secara kolektif telah memindahkan lebih dari 17 juta ton material pertanian . Di Kabupaten Zigui, China, drone digunakan untuk mengangkut jeruk dari kebun di lereng gunung yang tidak bisa dijangkau truk
.
Substitusi tenaga kerja dalam skala besar. Dengan populasi petani yang menua dan semakin sedikit anak muda yang terjun ke dunia pertanian, drone menjadi pengganti langsung tenaga kerja manual. Satu drone mampu mengelola 500 mu (sekitar 33 hektar) lahan pertanian dalam budidaya tanpa awak sepenuhnya . Di Guangzhou, drone dapat menabur benih padi di lahan seluas hampir 300 mu (20 hektar) dalam satu misi otomatis, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan puluhan buruh tani
.
Integrasi AI dan data. Drone kini bekerja berdampingan dengan sensor tanah, satelit, dan sistem deteksi penyakit tanaman bertenaga AI, menciptakan sistem pertanian presisi loop tertutup yang memonitor kelembaban tanah, kadar nutrisi, dan kesehatan tanaman secara real-time . Hal ini mengubah pertanian menjadi operasi berbasis data, bukan lagi sekadar pekerjaan padat karya.
Skala domestik China. Pada akhir tahun 2025, China memiliki lebih dari 320.000 drone pertanian yang beroperasi di dalam negeri, dan Kementerian Pertanian China mengerahkan lebih dari 300.000 drone secara khusus di lahan pertanian standar tinggi . Pemerintah China secara aktif mendorong adopsi drone sebagai pilar utama modernisasi pertanian
.
Lompatan lima kali lipat dalam lima tahun. Armada global DJI tumbuh dari sekitar 130.000–140.000 unit pada 2021 menjadi lebih dari 700.000 unit pada Juni 2026 — tingkat pertumbuhan yang mencerminkan penurunan biaya, regulasi yang semakin baik, dan laba atas investasi yang terbukti bagi petani . Pasar drone pertanian global kini diperkirakan bernilai $6,5 miliar (2026) dan diproyeksikan mencapai $24,8 miliar pada 2036
.
Negara berkembang adalah perbatasan pertumbuhan baru. Sebagian besar pertumbuhan penjualan DJI kini berasal dari negara berkembang. Meksiko mencatat pertumbuhan penjualan drone semprot sebesar 56 kali lipat dalam enam tahun . Brasil, India, Asia Tenggara, dan Afrika menjadi target ekspansi utama. Jaringan layanan DJI telah berkembang hingga lebih dari 3.500 pusat perawatan dan 7.000 instruktur pelatihan tersertifikasi di seluruh dunia — sebuah faktor krusial di pasar yang minim dukungan teknis lokal
.
Biaya dan kemudahan penggunaan semakin selaras. Seiring harga drone yang terus turun dan otoritas penerbangan lokal yang melonggarkan pembatasan, hambatan untuk masuk ke pasar ini berkurang drastis. Lebih dari 700.000 operator drone berlisensi telah dilatih di seluruh dunia, menciptakan tenaga kerja terampil baru di daerah pedesaan . Ini mengubah kesenjangan teknologi menjadi peluang penciptaan lapangan kerja.
Hambatan perdagangan AS membentuk ulang rantai pasok, bukan menghentikan permintaan. AS telah memberlakukan tarif dan kontrol ekspor pada teknologi drone China, tetapi drone pertanian DJI tidak menghadapi larangan langsung di sebagian besar negara berkembang, dan perusahaan terus berekspansi secara global . Pembatasan ini justru mempercepat fokus DJI pada pasar non-AS dan mendorongnya untuk membangun infrastruktur layanan dan pelatihan yang lebih terlokalisasi di negara-negara Selatan Global.
Mengompensasi angkatan kerja yang menua adalah pendorong utama. Para analis mencatat bahwa faktor tunggal terbesar yang mendorong adopsi di negara berkembang sama dengan yang terjadi di China: anak muda meninggalkan daerah pedesaan, dan tidak cukup banyak pekerja tani untuk mempertahankan hasil panen . Drone menawarkan pengganti langsung yang efisien secara modal untuk tenaga kerja yang hilang — dan bagi pemerintah negara berkembang, alternatif dari otomatisasi drone adalah penurunan hasil pertanian dan peningkatan impor pangan.
Lonjakan drone pertanian China telah menunjukkan bahwa drone pertanian dapat meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia, konsumsi air, dan biaya tenaga kerja. Menurut laporan industri DJI, praktik pertanian dengan bantuan drone telah menghemat sekitar 410 juta ton air dan mengurangi emisi karbon sebesar 51 juta ton secara global . Bagi negara berkembang, capaian 700.000 unit DJI berarti teknologi ini kini sudah terbukti, terjangkau, dan didukung oleh jaringan global — menjadikannya semakin layak sebagai solusi inti untuk ketahanan pangan dan kekurangan tenaga kerja di pedesaan, bahkan di tengah gesekan perdagangan geopolitik.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Armada drone pertanian global DJI menembus 700.000 unit pada Juni 2026, meningkat lebih dari lima kali lipat dalam lima tahun, dengan fungsi yang meluas dari penyemprotan hingga patroli mandiri dan angkut hasil panen.
Armada drone pertanian global DJI menembus 700.000 unit pada Juni 2026, meningkat lebih dari lima kali lipat dalam lima tahun, dengan fungsi yang meluas dari penyemprotan hingga patroli mandiri dan angkut hasil panen. Negara berkembang menjadi pangsa pasar utama pertumbuhan: penjualan drone semprot di Meksiko melonjak 56 kali dalam enam tahun; DJI kini memiliki 3.500 pusat perawatan dan 7.000 instruktur tersertifikasi secara global.
Faktor pendorong utamanya adalah populasi petani yang menua dan eksodus generasi muda dari sektor pertanian, menjadikan drone sebagai pengganti tenaga kerja yang efisien secara modal, bukan sekadar gawai mewah.