Sebaliknya, sistem tanda tangan berbasis ECC jauh lebih rentan terhadap serangan ala Shor.
Hoskinson berpendapat bahwa industri sebaiknya mulai bersiap sekarang, bukan menunggu sampai ada terobosan besar yang pasti.
Ia merujuk pada berbagai program benchmarking yang didukung pemerintah untuk menilai apakah komputer kuantum yang benar‑benar berguna bisa muncul sekitar 2033. Menurutnya, dalam 12–24 bulan ke depan mungkin sudah ada indikasi lebih jelas apakah ancaman ini dekat atau masih beberapa dekade lagi .
Dalam laporan lain yang dikutip media kripto, Hoskinson bahkan memperkirakan probabilitas lebih dari 50% bahwa komputer kuantum dapat memecahkan sebagian kriptografi sistem terdesentralisasi pada waktu tersebut .
Meski demikian, ia juga menekankan bahwa ancaman ini belum bersifat langsung. Banyak skema kriptografi pasca‑kuantum saat ini masih memiliki kompromi besar dalam hal performa, sehingga implementasi terlalu dini bisa membuat jaringan blockchain jauh lebih lambat atau mahal .
Solusi jangka panjang yang dibahas dalam riset Cardano adalah post‑quantum cryptography (PQC)—algoritma kriptografi yang dirancang tetap aman bahkan terhadap komputer kuantum besar.
Salah satu pendekatan utama adalah lattice‑based cryptography, yang didasarkan pada masalah matematika yang hingga kini dianggap sulit dipecahkan baik oleh komputer klasik maupun kuantum.
Arah ini sejalan dengan standar baru dari National Institute of Standards and Technology (NIST) di Amerika Serikat. Pada Agustus 2024, NIST merilis standar kriptografi pasca‑kuantum pertama mereka:
Standar tersebut dirancang khusus untuk bertahan dari serangan komputer kuantum dan menjadi panduan migrasi bagi industri teknologi global .
Beberapa ringkasan industri juga menyebut kemungkinan standar tambahan seperti FIPS 206, tetapi pengumuman resmi NIST pada 2024 hanya memfinalisasi tiga standar di atas .
Diskusi riset Cardano menunjukkan kecenderungan untuk menyesuaikan desain upgrade masa depan dengan standar‑standar tersebut.
Mengganti kriptografi di blockchain yang sudah berjalan bukan perkara sederhana. Setiap komponen—mulai dari wallet, exchange, smart contract, hingga node jaringan—harus beradaptasi.
Hoskinson menggambarkan pendekatan migrasi bertahap yang kemungkinan terdiri dari beberapa fase:
Perubahan besar seperti ini kemungkinan tidak diputuskan secara sepihak oleh tim pengembang. Dalam ekosistem Cardano, upgrade protokol biasanya melalui proposal formal, diskusi komunitas, dan mekanisme tata kelola jaringan.
Hingga saat ini, belum ada Cardano Improvement Proposal final atau jadwal aktivasi resmi untuk upgrade pasca‑kuantum. Tahapnya masih eksplorasi dan perencanaan strategis.
Kriptografi pasca‑kuantum membawa konsekuensi teknis.
Dibanding tanda tangan elliptic‑curve, banyak sistem PQC memiliki:
Semua faktor tersebut bisa mempengaruhi ukuran transaksi, kapasitas blok, serta performa jaringan. Hoskinson menyebut beberapa protokol yang aman terhadap kuantum bahkan bisa jauh lebih lambat dan mahal dibanding sistem yang dipakai blockchain saat ini .
Karena itu, tantangan utamanya adalah menemukan algoritma yang tetap aman tanpa membuat transaksi sehari‑hari menjadi tidak praktis.
Beberapa diskusi komunitas menyebut kemungkinan menguji kriptografi baru di lingkungan eksperimen dalam ekosistem Cardano, seperti sidechain privasi Midnight.
Namun, bukti publik yang jelas tentang proyek bernama “Nightstream” sebagai mekanisme resmi migrasi pasca‑kuantum masih sangat terbatas. Pengujian di sidechain memang masuk akal secara teknis, tetapi belum dikonfirmasi sebagai strategi inti jaringan.
Cardano bukan satu‑satunya blockchain yang memikirkan masa depan pasca‑kuantum.
Komunitas pengembang Bitcoin juga mulai mendiskusikan rencana migrasi. Proposal seperti BIP‑360 dan BIP‑361 mengusulkan kerangka untuk beralih dari tanda tangan ECDSA atau Schnorr ke alternatif yang tahan kuantum .
Beberapa versi proposal tersebut bahkan menyebut kemungkinan pengguna harus memindahkan dana mereka ke alamat baru yang lebih aman—atau berisiko kehilangan kemampuan menggunakan koin lama.
Hal ini memicu perdebatan besar di komunitas Bitcoin karena bisa menyebabkan situasi kontroversial, misalnya koin lama yang tidak dimigrasikan menjadi tidak dapat digunakan.
Pendekatan Cardano sejauh ini lebih menekankan riset jangka panjang, migrasi bertahap, dan keputusan melalui tata kelola jaringan dibandingkan tenggat waktu keras atau perubahan paksa.
Dalam sumber yang tersedia, rencana migrasi pasca‑kuantum untuk XRP Ledger tidak terdokumentasi sedetail Cardano atau diskusi proposal di komunitas Bitcoin.
Walaupun ekosistem Ripple sering terlibat dalam diskusi kriptografi tingkat enterprise, belum ada roadmap protokol publik yang setara dengan arah riset Cardano atau proposal teknis di Bitcoin.
Respons Cardano terhadap ancaman komputasi kuantum saat ini masih berupa peta jalan strategis, bukan solusi yang sudah diterapkan.
Fokusnya adalah meneliti kriptografi berbasis lattice yang selaras dengan standar NIST serta merancang migrasi bertahap melalui tata kelola jaringan.
Apakah persiapan ini akan segera menjadi mendesak masih bergantung pada satu pertanyaan besar: kapan—atau apakah—komputer kuantum skala besar yang mampu memecahkan kriptografi modern benar‑benar muncul.
Untuk saat ini, konsensus di industri kripto semakin jelas: ancaman kuantum mungkin masih bertahun‑tahun lagi, tetapi proses beralih ke kriptografi yang tahan kuantum kemungkinan akan memakan waktu yang sama lamanya.
Comments
0 comments