Pendiri Cardano Charles Hoskinson memperingatkan komputer kuantum berpotensi memecahkan kriptografi blockchain sekitar 2033, sehingga industri harus mulai mempersiapkan migrasi keamanan dari sekarang. Cardano meneliti kriptografi pasca‑kuantum berbasis lattice yang selaras dengan standar NIST seperti FIPS 203, 204,...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Cardano responding to the growing quantum-computing threat to blockchain security, including Charles Hoskinson’s 2033 timeline warnin. Article summary: Cardano’s response is still mostly a roadmap, not a completed protocol migration: Hoskinson is urging early preparation, pointing to a possible 2033 quantum-risk window, and framing Cardano’s path around lattice-based po. Topic tags: general, general web, user generated, government, academic. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Bitcoin, Cardano, Shiba Inu, Ethereum, Ripple, and Dogecoin physical coins laying on top of 100 and 10 Euro bills. “The quantum threat is real and it’s coming much faster than ever" source context "Cardano Founder Warns Quantum Threat 'Coming Faster Than ..." Reference image 2: visual subjec
Komputasi kuantum dulu sering dianggap ancaman yang masih sangat jauh bagi keamanan blockchain. Namun dalam beberapa tahun terakhir, percepatan riset membuat banyak proyek kripto mulai memikirkan skenario ketika enkripsi yang dipakai saat ini bisa ditembus.
Cardano termasuk jaringan yang mencoba bersiap lebih awal. Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, berulang kali menekankan bahwa industri seharusnya mulai merancang jalur migrasi sebelum ancaman itu benar‑benar terjadi.
Sebagian besar blockchain modern menggunakan elliptic‑curve cryptography (ECC) untuk membuat dan memverifikasi tanda tangan transaksi.
Keamanan metode ini bergantung pada sulitnya memecahkan masalah matematika tertentu, yaitu elliptic‑curve discrete logarithm problem.
Masalahnya: komputer kuantum berpotensi mengubah asumsi tersebut.
Pada tahun 1994, matematikawan Peter Shor menunjukkan bahwa komputer kuantum yang cukup kuat dapat memecahkan masalah faktorisasi bilangan besar dan logaritma diskret secara jauh lebih efisien. Jika mesin kuantum skala besar benar‑benar terwujud, algoritma seperti RSA dan ECC—yang digunakan luas di internet dan kripto—secara teoritis dapat ditembus .
Dalam konteks blockchain, itu berarti penyerang yang melihat public key di jaringan dapat menghitung private key yang sesuai dan kemudian menghabiskan dana tersebut.
Tidak semua komponen kriptografi blockchain sama rentannya. Algoritma pencarian kuantum seperti Grover’s algorithm hanya mengurangi kekuatan keamanan fungsi hash sekitar setengahnya. Artinya, ukuran hash yang lebih besar biasanya cukup untuk mempertahankan keamanan .
Sebaliknya, sistem tanda tangan berbasis ECC jauh lebih rentan terhadap serangan ala Shor.
Hoskinson berpendapat bahwa industri sebaiknya mulai bersiap sekarang, bukan menunggu sampai ada terobosan besar yang pasti.
Ia merujuk pada berbagai program benchmarking yang didukung pemerintah untuk menilai apakah komputer kuantum yang benar‑benar berguna bisa muncul sekitar 2033. Menurutnya, dalam 12–24 bulan ke depan mungkin sudah ada indikasi lebih jelas apakah ancaman ini dekat atau masih beberapa dekade lagi .
Dalam laporan lain yang dikutip media kripto, Hoskinson bahkan memperkirakan probabilitas lebih dari 50% bahwa komputer kuantum dapat memecahkan sebagian kriptografi sistem terdesentralisasi pada waktu tersebut .
Meski demikian, ia juga menekankan bahwa ancaman ini belum bersifat langsung. Banyak skema kriptografi pasca‑kuantum saat ini masih memiliki kompromi besar dalam hal performa, sehingga implementasi terlalu dini bisa membuat jaringan blockchain jauh lebih lambat atau mahal .
Solusi jangka panjang yang dibahas dalam riset Cardano adalah post‑quantum cryptography (PQC)—algoritma kriptografi yang dirancang tetap aman bahkan terhadap komputer kuantum besar.
Salah satu pendekatan utama adalah lattice‑based cryptography, yang didasarkan pada masalah matematika yang hingga kini dianggap sulit dipecahkan baik oleh komputer klasik maupun kuantum.
Arah ini sejalan dengan standar baru dari National Institute of Standards and Technology (NIST) di Amerika Serikat. Pada Agustus 2024, NIST merilis standar kriptografi pasca‑kuantum pertama mereka:
Standar tersebut dirancang khusus untuk bertahan dari serangan komputer kuantum dan menjadi panduan migrasi bagi industri teknologi global .
Beberapa ringkasan industri juga menyebut kemungkinan standar tambahan seperti FIPS 206, tetapi pengumuman resmi NIST pada 2024 hanya memfinalisasi tiga standar di atas .
Diskusi riset Cardano menunjukkan kecenderungan untuk menyesuaikan desain upgrade masa depan dengan standar‑standar tersebut.
Mengganti kriptografi di blockchain yang sudah berjalan bukan perkara sederhana. Setiap komponen—mulai dari wallet, exchange, smart contract, hingga node jaringan—harus beradaptasi.
Hoskinson menggambarkan pendekatan migrasi bertahap yang kemungkinan terdiri dari beberapa fase:
Perubahan besar seperti ini kemungkinan tidak diputuskan secara sepihak oleh tim pengembang. Dalam ekosistem Cardano, upgrade protokol biasanya melalui proposal formal, diskusi komunitas, dan mekanisme tata kelola jaringan.
Hingga saat ini, belum ada Cardano Improvement Proposal final atau jadwal aktivasi resmi untuk upgrade pasca‑kuantum. Tahapnya masih eksplorasi dan perencanaan strategis.
Kriptografi pasca‑kuantum membawa konsekuensi teknis.
Dibanding tanda tangan elliptic‑curve, banyak sistem PQC memiliki:
Semua faktor tersebut bisa mempengaruhi ukuran transaksi, kapasitas blok, serta performa jaringan. Hoskinson menyebut beberapa protokol yang aman terhadap kuantum bahkan bisa jauh lebih lambat dan mahal dibanding sistem yang dipakai blockchain saat ini .
Karena itu, tantangan utamanya adalah menemukan algoritma yang tetap aman tanpa membuat transaksi sehari‑hari menjadi tidak praktis.
Beberapa diskusi komunitas menyebut kemungkinan menguji kriptografi baru di lingkungan eksperimen dalam ekosistem Cardano, seperti sidechain privasi Midnight.
Namun, bukti publik yang jelas tentang proyek bernama “Nightstream” sebagai mekanisme resmi migrasi pasca‑kuantum masih sangat terbatas. Pengujian di sidechain memang masuk akal secara teknis, tetapi belum dikonfirmasi sebagai strategi inti jaringan.
Cardano bukan satu‑satunya blockchain yang memikirkan masa depan pasca‑kuantum.
Komunitas pengembang Bitcoin juga mulai mendiskusikan rencana migrasi. Proposal seperti BIP‑360 dan BIP‑361 mengusulkan kerangka untuk beralih dari tanda tangan ECDSA atau Schnorr ke alternatif yang tahan kuantum .
Beberapa versi proposal tersebut bahkan menyebut kemungkinan pengguna harus memindahkan dana mereka ke alamat baru yang lebih aman—atau berisiko kehilangan kemampuan menggunakan koin lama.
Hal ini memicu perdebatan besar di komunitas Bitcoin karena bisa menyebabkan situasi kontroversial, misalnya koin lama yang tidak dimigrasikan menjadi tidak dapat digunakan.
Pendekatan Cardano sejauh ini lebih menekankan riset jangka panjang, migrasi bertahap, dan keputusan melalui tata kelola jaringan dibandingkan tenggat waktu keras atau perubahan paksa.
Dalam sumber yang tersedia, rencana migrasi pasca‑kuantum untuk XRP Ledger tidak terdokumentasi sedetail Cardano atau diskusi proposal di komunitas Bitcoin.
Walaupun ekosistem Ripple sering terlibat dalam diskusi kriptografi tingkat enterprise, belum ada roadmap protokol publik yang setara dengan arah riset Cardano atau proposal teknis di Bitcoin.
Respons Cardano terhadap ancaman komputasi kuantum saat ini masih berupa peta jalan strategis, bukan solusi yang sudah diterapkan.
Fokusnya adalah meneliti kriptografi berbasis lattice yang selaras dengan standar NIST serta merancang migrasi bertahap melalui tata kelola jaringan.
Apakah persiapan ini akan segera menjadi mendesak masih bergantung pada satu pertanyaan besar: kapan—atau apakah—komputer kuantum skala besar yang mampu memecahkan kriptografi modern benar‑benar muncul.
Untuk saat ini, konsensus di industri kripto semakin jelas: ancaman kuantum mungkin masih bertahun‑tahun lagi, tetapi proses beralih ke kriptografi yang tahan kuantum kemungkinan akan memakan waktu yang sama lamanya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pendiri Cardano Charles Hoskinson memperingatkan komputer kuantum berpotensi memecahkan kriptografi blockchain sekitar 2033, sehingga industri harus mulai mempersiapkan migrasi keamanan dari sekarang.
Pendiri Cardano Charles Hoskinson memperingatkan komputer kuantum berpotensi memecahkan kriptografi blockchain sekitar 2033, sehingga industri harus mulai mempersiapkan migrasi keamanan dari sekarang. Cardano meneliti kriptografi pasca‑kuantum berbasis lattice yang selaras dengan standar NIST seperti FIPS 203, 204, dan 205 untuk menggantikan sistem tanda tangan berbasis elliptic‑curve.
Pendekatan Cardano adalah migrasi bertahap melalui tata kelola jaringan, berbeda dengan beberapa proposal Bitcoin yang bisa memaksa pengguna memindahkan koin ke alamat yang tahan kuantum.