Deutsche Bank mengambil posisi ‘underweight’ pada obligasi korporasi berdenominasi euro pada 15 Juni 2026, memperkirakan spread untuk obligasi investment grade dan high yield akan melebar pada akhir tahun karena dampa... Penurunan peringkat ini didorong oleh Selat Hormuz yang hampir tertutup, dengan normalisasi lalu...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How have the aftermath of the Iran war and the recent U.S.-Iran ceasefire agreement led Deutsche Bank to downgrade euro-denominated corporat. Article summary: Now I have sufficient evidence from the primary Bloomberg article and supporting sources. Let me compile the answer.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Hopes for a 2026 Ukraine ceasefire have fallen sharply since December. AI adoption at work has increased meaningfully since December. Respondents are" source context "Thematic Research: DB CoTD: What you think about the war in Iran (and other things) - Deutsche Bank Research Institute" Reference image 2: visual subject "Hopes for a 2026 Ukraine ceasefire have fallen sharply since December. AI adoption at work
Dampak lanjutan dari perang Iran sedang membentuk ulang lanskap kredit global, dan Deutsche Bank baru saja memasang taruhan yang jelas tentang pasar mana yang akan lebih menderita. Pada 15 Juni 2026, para ahli strategi yang dipimpin oleh Steve Caprio menurunkan peringkat kredit korporasi berdenominasi euro ke posisi underweight relatif terhadap obligasi dalam dolar AS . Bank tersebut memperkirakan spread pada obligasi korporasi Eropa, baik investment grade maupun high yield, akan melebar pada akhir tahun, membalikkan rasa puas diri pasar baru-baru ini yang membuat spread kredit lebih ketat daripada sebelum konflik dimulai
.
Catatan dari Deutsche Bank berpendapat bahwa dampak perang Iran "berlangsung lebih cepat" dan lebih parah di Eropa daripada di Amerika Serikat . Kerentanan intinya adalah ketergantungan Eropa yang jauh lebih besar pada impor energi yang melewati Selat Hormuz. Sementara perusahaan-perusahaan AS diuntungkan oleh produksi energi domestik yang lebih kuat dan status dolar sebagai aset safe haven, perusahaan-perusahaan Eropa menghadapi pukulan langsung dan berkelanjutan pada struktur biaya mereka
.
Kelemahan relatif ini diperparah oleh perbedaan ekspektasi kebijakan moneter. Pasar saat ini memperhitungkan hingga tiga kali kenaikan suku bunga tambahan dari Bank Sentral Eropa (ECB) pada Maret 2027, sementara The Fed diperkirakan akan tetap menahan suku bunganya . Penetapan harga ulang ECB yang hawkish ini meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan-perusahaan Eropa tepat ketika margin mereka sudah di bawah tekanan dari harga energi dan input yang tinggi.
Penurunan peringkat oleh Deutsche Bank mengidentifikasi sekelompok faktor negatif yang secara tidak proporsional memengaruhi Eropa.
1. Inflasi Membandel dan Biaya Energi
Hampir ditutupnya Selat Hormuz telah membuat harga minyak dan gas alam tetap tinggi. Sebelum konflik, sekitar 47 kapal per hari transit dari timur ke barat melalui selat tersebut; sejak 27 Februari, rata-rata itu anjlok menjadi sekitar 2 kapal per hari . Deutsche Bank dan analis lainnya memproyeksikan bahwa normalisasi penuh lalu lintas secara realistis baru akan terjadi pada akhir tahun 2026, yang berarti gangguan pasokan energi dan biaya input yang lebih tinggi akan tetap tertanam dalam biaya korporasi Eropa sepanjang sisa tahun ini
. Paparan Eropa yang lebih besar terhadap kenaikan harga energi ini telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman dan spread kredit yang lebih tajam daripada di AS selama konflik
.
2. Kenaikan Biaya Pengiriman
Gangguan berkepanjangan di titik kemacetan Hormuz secara langsung telah meningkatkan biaya pengiriman untuk barang dan bahan baku. Bagi produsen dan pengecer Eropa yang mengandalkan rantai pasokan global, biaya logistik yang tinggi ini datang di atas tagihan energi yang sudah mahal, menciptakan efek berlipat pada margin operasional .
3. Ketidakpastian Tarif
Catatan dari Deutsche Bank secara eksplisit menyebut ketidakpastian tarif yang sedang berlangsung sebagai faktor negatif, terutama bagi Eropa . Para pengekspor Eropa menghadapi lingkungan kebijakan perdagangan yang tidak dapat diprediksi yang membatasi kemampuan mereka untuk merencanakan dan berinvestasi, sementara pada saat yang sama menghadapi biaya input yang lebih tinggi di dalam negeri.
4. Daya Tawar Harga Korporasi yang Lemah
Mungkin yang paling kritis, perusahaan-perusahaan Eropa memiliki kemampuan terbatas untuk membebankan biaya yang lebih tinggi ini kepada pelanggan. Analisis Deutsche Bank menunjukkan daya tawar harga (pricing power) yang lemah di kawasan euro, yang berarti margin korporasi menghadapi tekanan ganda: kenaikan biaya yang tidak dapat sepenuhnya dipulihkan melalui kenaikan harga . Perusahaan-perusahaan AS, sebaliknya, telah menunjukkan ketahanan margin yang lebih kuat.
Pada awal Mei, Deutsche Bank menandai bahwa spread kredit di AS dan Eropa "berlawanan dengan intuisi" lebih ketat daripada sebelum konflik Iran dimulai, meskipun ada guncangan energi, ekspektasi pertumbuhan yang lebih lemah, dan penetapan harga ulang bank sentral yang hawkish . Penurunan peringkat pada bulan Juni untuk kredit euro menjadi underweight menandakan bahwa bank sekarang mengharapkan anomali ini terkoreksi, terutama melalui kinerja buruk Eropa.
Gencatan senjata yang diumumkan pada bulan April memang memberikan reli sementara—imbal hasil obligasi Jerman 10-tahun turun 18 basis poin dan imbal hasil Italia turun 33 basis poin pada 8 April—tetapi beban biaya energi yang mendasar pada korporasi Eropa tidak hilang . Christian Nolting, CIO global Deutsche Bank untuk bank privat, menekankan setelah gencatan senjata bahwa signifikansi kritis dari Selat Hormuz masih belum terselesaikan, mendesak agar pasar tetap berhati-hati
.
Pesan dari Deutsche Bank jelas: permusuhan langsung dari perang mungkin telah berhenti, tetapi untuk obligasi korporasi Eropa, perhitungan ekonomi yang sebenarnya baru saja dimulai.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Deutsche Bank mengambil posisi ‘underweight’ pada obligasi korporasi berdenominasi euro pada 15 Juni 2026, memperkirakan spread untuk obligasi investment grade dan high yield akan melebar pada akhir tahun karena dampa...
Deutsche Bank mengambil posisi ‘underweight’ pada obligasi korporasi berdenominasi euro pada 15 Juni 2026, memperkirakan spread untuk obligasi investment grade dan high yield akan melebar pada akhir tahun karena dampa... Penurunan peringkat ini didorong oleh Selat Hormuz yang hampir tertutup, dengan normalisasi lalu lintas penuh yang realistis baru terjadi akhir 2026, membuat biaya energi tetap tinggi dan inflasi sulit turun bagi peru...
Pasar saat ini memperhitungkan hingga tiga kali kenaikan suku bunga tambahan dari Bank Sentral Eropa (ECB) pada Maret 2027, sementara The Fed diperkirakan akan menahannya.
Loading comments...
Comments
0 comments