Kenaikan harga BBM di Eropa pada 2026 bukan hanya soal minyak mentah yang mahal. Lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu, sejumlah kilang di kawasan Teluk mengalami kerusakan, dan produksi kilang Rusia tertekan. Akibatnya, pasokan bahan bakar yang sudah diolah, terutama solar, ikut menyusut. Bagi kilang yang masih bisa beroperasi, kelangkaan ini dapat memperlebar selisih antara harga jual bahan bakar dan harga minyak mentah.
32
34
Mengapa kelangkaan solar menguntungkan kilang?
Menurut data yang dilaporkan Reuters, ekspor solar Timur Tengah turun separuh menjadi sekitar 800.000 barel per hari antara Maret dan Agustus. Pada 10 September, stok solar di sebuah pusat perdagangan Eropa mencapai level terendah untuk periode yang sama dalam setahun. Serangan Ukraina turut mengurangi produksi kilang Rusia, sementara Rusia memberlakukan larangan ekspor solar pada Juli. Jadi, persoalannya bukan semata kekurangan minyak mentah, melainkan juga berkurangnya bahan bakar siap pakai yang dapat dikirim ke pasar.
34
32
38
Selisih antara harga bahan bakar hasil olahan dan harga minyak mentah untuk membuatnya dikenal sebagai crack spread. Saat bahan bakar jadi langka, selisih itu dapat membesar. Namun, angka tersebut menunjukkan peluang pendapatan dari pengilangan, bukan laba bersih setelah biaya operasi dan pengeluaran lain. Repsol memberi contoh dampaknya pada kinerja perusahaan: laba kuartal II yang dilaporkannya naik tiga kali lipat, didukung margin pengilangan yang lebih kuat serta harga minyak.
3
1
Besarnya gangguan juga perlu dibaca dengan cermat. Laporan yang tersedia tidak menetapkan bahwa sedikitnya 10% kapasitas pengilangan dunia berhenti beroperasi atau sekitar 40% kapasitas Rusia telah lumpuh. Angka yang dikutip Reuters dari Badan Energi Internasional (IEA) adalah bahwa volume minyak mentah yang diolah kilang Rusia pada Juni turun 30% dibanding setahun sebelumnya. Kapasitas yang terdampak, volume yang benar-benar diolah, dan jumlah bahan bakar yang bisa diekspor adalah tiga ukuran berbeda.
33
Saham naik, tetapi kenaikannya bukan seluruhnya dari pengilangan
Di tengah tekanan pasokan, saham perusahaan energi Eropa ikut menguat. Hingga 23 September, kenaikan yang dilaporkan mencapai 87,2% untuk Repsol dan 40,6% untuk TotalEnergies. Indikator margin pengilangan TotalEnergies di Eropa juga naik dari US$4,7 menjadi US$13,5 per barel. Angka-angka itu menunjukkan daya tarik bisnis pengilangan saat pasokan ketat, tetapi seluruh kenaikan harga saham tidak bisa dianggap berasal dari pengilangan: kedua perusahaan memiliki kegiatan usaha lain, dan imbal hasil saham bukan angka laba.
19
18
Ukuran margin pun tidak boleh dicampuradukkan. Euronews melaporkan perkiraan bahwa margin solar menyumbang sekitar 41 sen euro per liter, hampir seperlima harga di SPBU. Itu adalah komponen harga, bukan berarti perusahaan mengantongi laba bersih 41 sen euro dari setiap liter yang terjual. Angka tersebut juga berbeda dari indikator margin khusus milik TotalEnergies.
4
Dampaknya meluas ke inflasi dan suku bunga
Menurut analisis KBC pada September, inflasi energi di kawasan pengguna euro naik dari 10,3% pada Juli menjadi 14,3% pada Agustus. Bank Sentral Eropa (ECB) kemudian menaikkan tiga suku bunga utamanya masing-masing 25 basis poin pada 10 September, dengan menyebut tekanan inflasi akibat konflik di Timur Tengah. Staf ECB memperkirakan inflasi keseluruhan mencapai puncak 3,6% pada kuartal IV, tetapi menekankan ketidakpastian mengenai kapan guncangan energi akan mereda.
55
49
47
Jalan pintas untuk menambah pasokan juga terbatas. Presiden AS Donald Trump mendukung gagasan larangan ekspor solar, tetapi para pejabat saat itu masih mengkajinya. Menteri Energi AS memperingatkan bahwa langkah tersebut justru dapat menaikkan harga di pesisir timur dan barat negaranya. Para analis yang diwawancarai Reuters menilai larangan itu mungkin hanya sedikit membantu harga di AS, sembari memperburuk kekurangan pasokan di tempat lain.
36
38
Rute pengiriman alternatif pun menghadapi hambatan. International Road Transport Union melaporkan lalu lintas melalui Hormuz sangat terbatas dan pipa minyak East-West milik Arab Saudi berhenti beroperasi. Sejak perang dimulai, pipa itu diperkirakan mengalirkan 4–5 juta barel per hari menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Ancaman terhadap pelayaran di sekitar Selat Bab el-Mandeb menambah kerumitan rute Laut Merah. Meski demikian, pipa tersebut mengangkut minyak, bukan jalur pengganti untuk gas alam cair (LNG); gangguan ini juga tidak berarti semua rute lain mustahil digunakan.
2
Bagi konsumen maupun investor, pertanyaan utamanya adalah berapa lama kelangkaan bahan bakar olahan akan berlangsung. Jika gangguan berlanjut, margin kilang yang masih beroperasi bisa tetap kuat. Sebaliknya, pasokan yang pulih atau permintaan yang melemah dapat mempersempit margin. ECB pun memperkirakan guncangan energi pada akhirnya mereda, tanpa kepastian tinggi tentang waktunya.
1
47