Pada Mei 2026, volume perdagangan DEX Solana dan Ethereum hampir sama, masing‑masing sekitar $45 miliar per bulan, dengan Solana turun ke sekitar 94% dari volume Ethereum. Penurunan terjadi setelah aktivitas memecoin di Solana runtuh, menyebabkan volume DEX mingguan anjlok sekitar 62% hanya dalam beberapa minggu.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How has Solana’s DEX trading volume fallen from dominating Ethereum to near parity in May 2026, what role did the collapse of the memecoin b. Article summary: Solana’s DEX lead appears to have compressed because its earlier dominance was heavily volume-led, while Ethereum retained deeper “sticky” DeFi capital. By May 2026, Solana and Ethereum were reportedly both near $45 bill. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Solana DEX monthly trading volume falls to near parity with Ethereum at ~$45B each, down from 218% peak in January, signaling shifting DeFi" source context "Solana DEX Volume Drops To Near Parity With Ethereum As DeFi Momentum Shifts" Reference image 2: visual subject "Exodus slashes Bitcoin holdings by 50% in Q1
Pada awal 2026, Solana tampak memenangkan persaingan volume di decentralized exchange (DEX). Selama beberapa bulan, jaringan ini memproses lebih banyak volume perdagangan on‑chain dibandingkan Ethereum dan seluruh ekosistem layer‑2‑nya.
Namun pada Mei 2026, keunggulan itu hampir hilang. Kedua jaringan kini menangani sekitar $45 miliar volume perdagangan DEX per bulan, dengan volume Solana turun ke sekitar 94% dari Ethereum.
Perubahan ini bukan hanya soal Ethereum merebut kembali pangsa pasar. Lebih dalam dari itu, perbedaan struktur likuiditas di kedua ekosistem membuat lonjakan Solana sangat bergantung pada siklus spekulatif—khususnya boom memecoin.
Akhir 2025 hingga awal 2026 menjadi periode DeFi paling aktif dalam sejarah Solana.
Pada Q1 2026 saja, jaringan ini mencatat sekitar $284,5 miliar volume perdagangan DEX on‑chain, atau sekitar 41% dari seluruh perdagangan spot on‑chain, bahkan sempat melampaui Ethereum dan seluruh jaringan layer‑2‑nya secara gabungan.
Beberapa faktor yang mendorong lonjakan ini antara lain:
Siklus memecoin memainkan peran sangat besar. Ribuan token baru muncul di Solana sepanjang 2025 hingga awal 2026, menciptakan aktivitas trading berfrekuensi tinggi dari trader ritel.
Masalahnya, sebagian besar aktivitas ini bukan likuiditas jangka panjang—melainkan perdagangan spekulatif dengan churn sangat tinggi.
Titik balik terjadi pada Februari 2026 ketika ekosistem memecoin Solana tiba‑tiba mendingin.
Dalam waktu sekitar tiga minggu:
Karena sebagian besar volume Solana berasal dari perdagangan memecoin, penurunan ini langsung berdampak pada total volume jaringan.
Itulah sebabnya Solana bisa beralih dari dominasi DEX terhadap Ethereum menjadi hampir seimbang hanya dalam beberapa bulan. Keunggulan sebelumnya nyata—tetapi sangat dipengaruhi oleh siklus spekulatif.
Berbeda dengan Solana, ekosistem DeFi Ethereum relatif stabil karena didukung oleh struktur likuiditas yang lebih dalam.
Pada 2026, Ethereum masih memegang basis likuiditas terbesar dengan sekitar $45,4 miliar total value locked (TVL) dan sekitar 54% dari seluruh pasar DeFi.
Beberapa faktor struktural membantu menjaga stabilitas tersebut:
1. Pasar pinjaman dan kolateral besar
Ethereum menjadi rumah bagi banyak protokol lending terbesar di DeFi. Likuiditas di protokol ini cenderung terkunci lebih lama dan tidak bergantung pada aktivitas trading harian.
2. Dominasi settlement stablecoin
Ratusan miliar dolar stablecoin beredar di ekosistem Ethereum dan digunakan untuk pembayaran, pinjaman, serta penyediaan likuiditas—bukan hanya trading spekulatif.
3. Partisipasi institusional
Modal institusi semakin masuk ke infrastruktur Ethereum. ETF spot ETH saja menarik sekitar $9,8 miliar arus masuk bersih selama 2025.
Gabungan faktor ini menciptakan apa yang sering disebut analis sebagai "sticky liquidity"—modal yang tetap berada di ekosistem bahkan ketika aktivitas trading menurun.
Menyempitnya selisih volume DEX antara Solana dan Ethereum menunjukkan perubahan struktural dalam distribusi likuiditas DeFi.
Alih‑alih satu blockchain dominan, ekosistem kini semakin terlihat multi‑chain dengan spesialisasi berbeda.
Secara garis besar:
Perubahan ini juga terlihat pada pangsa pasar TVL. Pangsa Ethereum turun dari 63,5% pada awal 2025 menjadi sekitar 54% pada 2026, tetapi jaringan tersebut masih memegang basis likuiditas terbesar di industri.
Dengan kata lain, Ethereum kehilangan sebagian dominasi—namun tetap menjadi fondasi utama DeFi.
Siklus 2026 kemungkinan akan memengaruhi ke mana developer dan modal akan mengalir selanjutnya.
Jika Solana mampu mempertahankan volume DEX mendekati Ethereum setelah berakhirnya boom memecoin, jaringan ini bisa mengukuhkan diri sebagai pusat DeFi kedua yang kuat—terutama untuk:
Di sisi lain, ekosistem Ethereum masih menarik developer yang membangun:
Artinya, persaingan ke depan mungkin bukan lagi soal "blockchain mana yang memiliki volume terbesar", tetapi "blockchain mana yang menampung jenis likuiditas tertentu."
Jawabannya kemungkinan berada di tengah.
Infrastruktur Solana memang memungkinkan permintaan nyata: biaya sangat murah dan eksekusi cepat membuatnya ideal untuk gelombang trading ritel. Namun dominasi volume pada awal 2026 juga diperbesar oleh siklus memecoin yang terbukti tidak bertahan lama.
Penurunan cepat dari dominasi menuju hampir seimbang menunjukkan bahwa lonjakan tersebut kemungkinan melampaui tingkat aktivitas yang benar‑benar berkelanjutan.
Namun ada sisi positifnya. Bahkan setelah runtuhnya boom memecoin, volume DEX Solana masih relatif setara dengan Ethereum. Ini menunjukkan bahwa jaringan tersebut berhasil mempertahankan sebagian besar pengguna dan likuiditas yang datang selama periode lonjakan.
Pertanyaan jangka panjangnya sekarang adalah apakah aktivitas di Solana bisa berkembang dari trading spekulatif menjadi penggunaan ekonomi yang lebih stabil—seperti stablecoin, lending, pembayaran, dan aplikasi keuangan nyata.
Jika transisi itu berhasil, rivalitas antara Solana dan Ethereum kemungkinan akan menjadi salah satu faktor utama yang membentuk fase berikutnya dari decentralized finance.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada Mei 2026, volume perdagangan DEX Solana dan Ethereum hampir sama, masing‑masing sekitar $45 miliar per bulan, dengan Solana turun ke sekitar 94% dari volume Ethereum.
Pada Mei 2026, volume perdagangan DEX Solana dan Ethereum hampir sama, masing‑masing sekitar $45 miliar per bulan, dengan Solana turun ke sekitar 94% dari volume Ethereum. Penurunan terjadi setelah aktivitas memecoin di Solana runtuh, menyebabkan volume DEX mingguan anjlok sekitar 62% hanya dalam beberapa minggu.
Ethereum relatif stabil karena memiliki likuiditas DeFi yang lebih dalam, TVL sekitar $45,4 miliar, dominasi stablecoin, dan aliran modal institusional seperti ETF ETH.