Iran melanjutkan produksi gas di tiga platform South Pars pada 31 Mei 2026, dengan mengalihkan gas mentah dari fasilitas darat yang rusak akibat serangan Israel pada 18 Maret—ini adalah pemulihan parsial yang belum se... Israel menyerang kilang, tangki, dan jaringan pipa di Asaluyeh pada 18 Maret, memutus sekitar 12...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How has Iran restored natural gas output at the South Pars field after Israeli strikes, what infrastructure was affected, what workarounds a. Article summary: On May 31, 2026, Iran restored gas production at three offshore platforms in the South Pars field that had been forced offline after Israeli strikes on March 18, 2026, damaged onshore processing facilities — a partial re. Topic tags: general, general web, education, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Skip links[Skip to Content](https://www.aljazeera.com/news/2026/5/31/iran-%E2%81%A0says-some-gas-production-restored-at-south-pars-facility#main-content-area). * [Asia](https://w" source context "Iran restores some gas production at South Pars facility - Al Jazeera" Reference image 2: visual subject "
Iran kembali memproduksi gas alam di tiga platform lepas pantai di ladang South Pars pada 31 Mei 2026, setelah lebih dari dua setengah bulan terhenti akibat serangan udara Israel. Platform-platform itu sendiri sebenarnya tidak pernah mengalami kerusakan fisik. Produksi terpaksa dihentikan karena rudal-rudal Israel menghantam fasilitas pemrosesan di darat yang bertugas menerima dan mengolah gas dari lepas pantai . Dimulainya kembali operasi ini adalah sebuah akal-akalan taktis—mengalihkan gas mentah ke pabrik pengolahan alternatif—dan belum bisa disebut sebagai pemulihan strategis penuh. Semua ini terjadi dalam pusaran perang yang lebih besar yang telah mengacaukan arus energi di Teluk Persia.
Pada 18 Maret 2026, pasukan Israel menghantam pusat petrokimia Asaluyeh dan instalasi yang terhubung ke ladang South Pars di Provinsi Bushehr. Serangan itu merusak tangki penyimpanan, instalasi gas, kilang, serta jaringan pipa pasokan dan transmisi . Serangan ini membuat sekitar 12% dari total produksi gas alam Iran terhenti karena melumpuhkan dua kilang
. Salah satu target spesifiknya adalah Kilang South Pars Fase 14, di mana kebakaran di satu dari empat rangkaian pemrosesan (train) untuk sementara menghentikan produksi gas sekitar 12 juta meter kubik per hari
. Secara terpisah, kompleks pemrosesan gas Fajr Jam juga ikut terkena, namun dua train-nya yang rusak berhasil diperbaiki sepenuhnya pada Januari 2026
.
Yang paling krusial, platform ekstraksi di lepas pantai sama sekali tidak mengalami kerusakan fisik. Platform ini hanya dihentikan operasinya karena pabrik di darat yang memproses hasil keluarannya tidak bisa beroperasi. Akibatnya, gas yang dipompa tidak punya tempat tujuan .
Iran menyalakan kembali tiga platform lepas pantai itu dengan cara mengalihkan aliran gas mentah ke pabrik pemrosesan lain di kawasan tersebut, sementara perbaikan di fasilitas darat yang rusak—termasuk kilang Fase 14—masih terus berlangsung . Touraj Dehqani, CEO Pars Oil and Gas Company, membenarkan strategi pengalihan ini dan memberikan penghargaan kepada para spesialis Iran atas kemajuan yang dicapai
.
Kisah Fase 14 dengan jelas menggambarkan pemulihan yang tidak merata. Unit yang rusak—salah satu dari empat train pemrosesan—sempat diperbaiki dan kembali beroperasi setelah sekitar sepuluh hari pada akhir Juni 2025 . Per awal Juli 2025, tiga dari empat train di pabrik berkapasitas 2 miliar kaki kubik per hari itu sudah kembali beroperasi, tetapi train keempat berkapasitas 500 juta kaki kubik per hari masih tetap mati
. Laporan per 31 Mei 2026 menyebutkan bahwa tiga platform lepas pantai telah berproduksi kembali dan hasilnya dialirkan ke pabrik alternatif, tetapi mereka tidak memastikan bahwa train keempat Fase 14 sudah pulih total
. Bukti yang ada menunjukkan bahwa Fase 14 masih beroperasi jauh di bawah kapasitasnya sebelum serangan.
Konsekuensi langsung dari lumpuhnya fasilitas pemrosesan darat adalah bahwa Iran menghentikan pasokan gasnya ke Irak setelah serangan 18 Maret .
Pengaktifan kembali sebagian ini mustahil dipisahkan dari konflik yang lebih besar. AS dan Israel melancarkan Operasi Epic Fury pada 28 Februari 2026, menghantam situs nuklir, komando, dan energi Iran serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei . Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke aset-aset AS dan infrastruktur energi di Teluk, termasuk fasilitas LNG Ras Laffan milik Qatar, yang memaksa QatarEnergy menyatakan force majeure pada beberapa kontrak pasokannya
.
Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz menggunakan serangan drone Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), ranjau laut, dan deklarasi zona larangan maritim. Langkah ini menghilangkan sekitar 80–90% dari volume transit normal 20 juta barel per hari pada pertengahan Maret . Pada Mei 2026, Iran semakin melembagakan kontrolnya dengan membentuk Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority / PGSA) untuk mengatur lalu lintas di selat tersebut, sementara Qatar, Arab Saudi, dan UEA menempuh jalur diplomatik terpisah demi mempertahankan pergerakan kapal tanker
.
Upaya diplomasi berjalan tersendat-sendat. Lusinan negara, tidak termasuk AS dan Israel, meluncurkan usaha untuk membuka kembali selat itu pada awal April 2026, tetapi belum ada terobosan komprehensif yang tercapai . Gencatan senjata sementara disepakati pada 8 April, dan pada akhir Mei 2026, para perunding AS dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan untuk membuka kembali selat itu serta memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sembari memulai perundingan damai yang lebih luas
. Namun, bahkan langkah-langkah itu pun masih menyisakan ketidakpastian besar pada arsitektur energi kawasan.
Dimulainya kembali produksi pada 31 Mei adalah solusi taktis, bukan pemulihan strategis. Total produksi gas Iran masih jauh di bawah level sebelum perang, kapasitas ekspornya lumpuh, dan arsitektur transit Selat Hormuz telah terganggu secara fundamental . Sementara para pejabat Iran membingkai pencapaian ini sebagai bukti kehebatan para ahli dalam negeri
, realitas yang lebih besar adalah bahwa pasokan energi Teluk Persia masih berada dalam ketidakpastian mendalam—nasibnya sangat ditentukan oleh apakah selat itu benar-benar dibuka kembali, sama seperti status kilang-kilang yang rusak di darat.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Iran melanjutkan produksi gas di tiga platform South Pars pada 31 Mei 2026, dengan mengalihkan gas mentah dari fasilitas darat yang rusak akibat serangan Israel pada 18 Maret—ini adalah pemulihan parsial yang belum se...
Iran melanjutkan produksi gas di tiga platform South Pars pada 31 Mei 2026, dengan mengalihkan gas mentah dari fasilitas darat yang rusak akibat serangan Israel pada 18 Maret—ini adalah pemulihan parsial yang belum se... Israel menyerang kilang, tangki, dan jaringan pipa di Asaluyeh pada 18 Maret, memutus sekitar 12% dari total produksi gas Iran.
Konflik yang lebih luas—Operasi Epic Fury, penutupan hampir total Selat Hormuz oleh Iran yang menghilangkan 80 90% dari transit 20 juta barel per hari, force majeure LNG Qatar, dan gencatan senjata yang tersendat—bera...