Fernando Alonso belum mengambil keputusan untuk menjalani musim Formula 1 ke-25 pada 2027. Bagi pebalap berusia 45 tahun itu, masa depannya bukan semata-mata referendum atas hasil Aston Martin sepanjang 2026, melainkan soal apakah F1 mampu menyempurnakan arah teknis baru yang menurutnya membuat pebalap terlalu banyak mengelola energi listrik dan sistem perangkat lunak. Kontraknya berakhir setelah musim 2026.
21
22
Regulasi lebih penting daripada posisi Aston Martin
Alonso mengatakan masa depannya “lebih berkaitan dengan regulasi” ketimbang daya saing Aston Martin. Ia percaya Honda pada akhirnya dapat menyediakan unit tenaga yang mampu memperebutkan gelar, tetapi menilai paket aturan saat ini belum berada pada standar yang seharusnya dimiliki Formula 1.
22
24
Pokok perdebatan itu adalah peran tenaga listrik yang jauh lebih besar dalam formula hybrid 2026. Aturan baru membuat distribusi tenaga mendekati pembagian seimbang antara mesin pembakaran internal dan tenaga listrik. Algoritma perangkat lunak pun memegang peran sentral dalam menentukan penggunaan energi baterai sepanjang satu putaran.
17
Menurut Alonso, kondisi ini mengubah pengalaman membalap. Ia mengkritik format yang memaksa pebalap menghemat, memanen kembali, atau mengatur penyaluran energi secara hati-hati alih-alih menyerang konsisten dengan kecepatan penuh. Alonso menilai situasi tersebut tidak menyerupai Formula 1 yang ia kenal sejak awal kariernya, sehingga sejumlah elemen paket aturan perlu diubah dari waktu ke waktu.
21
24
Perbaikan yang diinginkan Alonso
Kritik Alonso bukan berarti ia ingin F1 meninggalkan teknologi hybrid. Fokusnya adalah dampak praktis sistem manajemen energi terhadap balapan, terutama algoritma yang mengatur penggunaan baterai. Ia meminta adanya “perbaikan dan penyempurnaan” di area tersebut.
17
30
Ambisinya adalah ikut membentuk regulasi yang mengembalikan apa yang ia anggap sebagai “Formula 1 yang sesungguhnya”: mobil dan balapan yang memungkinkan pebalap mendorong lebih natural, tanpa satu putaran terlalu didikte rencana penggunaan energi yang telah dipetakan sebelumnya. Sejauh mana pembuat aturan bisa membuat kemajuan pada aspek itu akan menjadi faktor penting dalam keputusannya untuk tetap membalap.
23
24
Musim sulit Aston Martin hanyalah konteks
Musim Aston Martin tentu tidak memudahkan pertimbangannya. Menjelang Grand Prix Italia, Alonso mengoleksi tiga poin dan berada di posisi ke-19 klasemen pebalap. Finis kesembilan di Zandvoort—setelah bangkit dari posisi ke-18 di grid—menunjukkan sasis revisi tim dapat bekerja lebih baik di karakter lintasan yang sesuai. Namun, Alonso mengingatkan agar hasil itu tidak dianggap sebagai titik balik besar.
18
64
Tim juga telah menetapkan batas kebangkitan mereka pada 2026. Paket Hungaria dan penyempurnaan kecil di Zandvoort merupakan pengembangan aerodinamika terakhir yang direncanakan untuk AMR26, kecuali ada komponen yang berguna diuji untuk korelasi proyek 2027.
53
61
Artinya, sisa musim ini kemungkinan lebih berfungsi untuk mengumpulkan data bagi mobil tahun depan daripada mengubah drastis daya saing Aston Martin. Itu menguatkan pandangan Alonso: satu hasil bagus atau satu akhir pekan buruk tidak akan menentukan keputusan kariernya.
Mengapa Monza menjadi ujian yang relevan
Monza adalah lintasan yang keras bagi tim yang masih membenahi drivability unit tenaga dan penggunaan energi. Kepala insinyur Honda, Shintaro Orihara, menyebut Monza sebagai salah satu sirkuit dengan persentase gas penuh tertinggi di kalender. Lintasan lurus panjang dan energi yang terbatas membuat strategi penyaluran tenaga sangat penting, terutama saat kualifikasi. Prioritas Honda untuk akhir pekan itu adalah meningkatkan drivability.
59
Karakter tersebut membuat Monza menjadi ujian langsung bagi isu yang dibahas Alonso. Aston Martin memang memperlihatkan kemajuan sasis di Zandvoort, tetapi trek yang sensitif terhadap tenaga seperti Monza diperkirakan lebih menyulitkan.
52
54
Peta pasar pebalap 2027
Jika Alonso ingin tetap berada di grid F1, Aston Martin tampak sebagai jalur paling sederhana berdasarkan informasi yang tersedia. Alpine—tim yang memiliki hubungan panjang dengannya—telah memastikan susunan pebalap 2027 tidak berubah: Pierre Gasly dan Franco Colapinto.
4
Hal itu tidak membuktikan bahwa tidak ada opsi lain, tetapi menutup salah satu kemungkinan yang kerap dibicarakan. Karena Alonso belum mengumumkan perpanjangan kontrak, pertanyaan praktisnya bukan hanya di tim mana ia bisa membalap, melainkan apakah arah regulasi F1 memberi alasan yang cukup untuk terus membalap.
Helm bernuansa Spanyol untuk Adrián Campos
Pada Grand Prix Italia di Monza, Alonso akan memakai helm spesial untuk mengenang mendiang mentor sekaligus manajer pertamanya, Adrián Campos. Desainnya meninggalkan tema biru-kuning khas Alonso dan beralih ke merah-kuning bendera Spanyol, terinspirasi helm balap klasik milik Campos.
36
Itu menjadi sentuhan personal di akhir pekan yang dibayangi persimpangan profesional besar. Hasil langsung Alonso memang penting, tetapi jawaban jangka panjangnya bergantung pada apakah Formula 1 dapat membuat era baru balap unit tenaga ini terasa seperti olahraga yang masih ingin ia jalani.
21
24