Impor minyak mentah China rata rata turun menjadi sekitar 8 juta barel per hari sejak April 2026, dari rata rata 11,5 juta barel per hari dalam lima tahun sebelumnya. Pelepasan 400 juta barel dari cadangan darurat negara anggota IEA memberi waktu bagi pasar, tetapi volumenya hanya setara sekitar empat hari konsumsi...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How has China’s cut in crude-oil imports from 11–12 million to about five million barrels per day—using strategic stockpiles and a growing s. Article summary: China’s demand retrenchment has been a major price stabilizer: it removed a large buyer from the spot market just as Hormuz disruptions constrained supply, freeing cargoes for other importers and dampening the risk premi. Topic tags: general, general web, government, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
China menjadi salah satu penyangga sisi permintaan yang penting ketika gangguan di Selat Hormuz membatasi pasokan. Dengan memakai persediaan minyak yang telah dikumpulkan sebelumnya dan mengurangi pembelian minyak mentah, importir minyak mentah terbesar dunia itu menurunkan tekanan permintaan atas kargo yang masih tersedia bagi negara lain. Langkah ini tidak menghapus kekurangan pasokan, tetapi membantu membatasi lonjakan harga bersama pelepasan stok darurat dan tambahan produksi dari negara lain. 17
18
23
Angka yang kerap disebut—impor China jatuh dari 11–12 juta barel per hari menjadi sekitar 5 juta barel per hari—perlu dibaca dengan hati-hati. Rata-rata impor China dalam lima tahun sebelum krisis adalah 11,5 juta barel per hari, sedangkan rata-rata sejak April sekitar 8 juta barel per hari. Pengiriman pada Juni turun menjadi sekitar 40% dari tingkat sebelum perang; itu menjelaskan mengapa estimasi untuk satu bulan dapat terlihat jauh lebih drastis dibanding rata-rata setelah April. 18
Harga minyak ditentukan bukan hanya oleh berapa banyak pasokan yang hilang, melainkan juga oleh seberapa besar volume yang harus segera dicari pembeli di pasar. Ketika China mengurangi impor, kebutuhan penggantian tersebut ikut menyusut.
Data bea cukai China yang dikutip U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan impor minyak mentah China rata-rata 8,1 juta barel per hari pada kuartal II 2026, turun 32% dibanding kuartal sebelumnya. EIA menyimpulkan bahwa penurunan impor China mengurangi permintaan global dan meredam dampak kenaikan harga akibat terganggunya arus minyak melalui Hormuz. 17
Secara praktis, China dapat memenuhi sebagian kebutuhan domestiknya dari stok yang dikumpulkan sebelum konflik, alih-alih bersaing membeli minyak di pasar laut. Reuters melaporkan bahwa kebijakan penambahan cadangan sebelumnya menempatkan Beijing dalam posisi lebih siap menyerap guncangan, sementara pengurangan pembelian membebaskan kargo untuk importir lain. 18
Dampaknya besar, walau bukan satu-satunya faktor. Dalam 30 hari hingga 8 Mei, impor bersih minyak mentah China melalui laut dilaporkan turun 5,5 juta barel per hari secara tahunan. Pada periode itu, Brent berada di kisaran US$100–US$110 per barel meski selat tersebut sebagian besar masih tertutup. 19 Menjelang akhir musim panas, Brent berada di sekitar US$90 per barel setelah sempat mencapai sekitar US$145 pada April, menurut CSIS.
23
Negara anggota International Energy Agency (IEA) menyetujui penyediaan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat. Ini merupakan pelepasan terkoordinasi terbesar dalam sejarah lembaga tersebut. 39
Pelepasan ini berperan dalam dua hal:
Namun, stok darurat adalah jembatan sementara. Sebanyak 400 juta barel hanya setara sekitar empat hari konsumsi minyak global pada laju permintaan 2026—bukan pengganti untuk gangguan berkepanjangan di jalur ekspor utama. 45
48 Hingga awal September, sekitar tiga perempat volume pelepasan itu dilaporkan sudah masuk ke pasar, sementara persediaan minyak global turun sekitar 400 juta barel sepanjang tahun berjalan.
33
34
Nuansa pentingnya: IEA menyatakan stok yang cukup besar masih tersedia. Risiko utamanya bukan pasar kehabisan minyak sama sekali, melainkan bantalan yang bisa segera digunakan makin menipis. Setiap gangguan baru atau keterlambatan pemulihan ekspor pun akan lebih mudah memicu sensitivitas harga. 33
42
Sebagian penurunan impor China jelas bersifat siklis. Harga tinggi, gangguan pelayaran, penurunan operasi kilang, dan penggunaan stok bisa berbalik ketika kondisi kembali normal. Impor dapat naik lagi apabila kilang meningkatkan operasi, harga turun, atau Beijing memutuskan membangun ulang persediaannya.
Namun, ada pula tanda perubahan yang lebih struktural pada kebutuhan bahan bakar transportasi:
Tren tersebut tidak berarti impor minyak mentah China pasti turun mulus setiap tahun. Angka impor juga dipengaruhi ekspor produk kilang, kebijakan penyimpanan, dan pembelian yang didorong harga. Akan tetapi, pola lama berupa kenaikan tanpa henti dalam permintaan bahan bakar transportasi kini jauh lebih tidak pasti.
Rentang sekitar US$55 hingga US$150 per barel sebaiknya dipahami sebagai hasil dari kondisi yang berbeda, bukan sebagai satu proyeksi harga.
| Skenario | Kisaran indikatif Brent | Kondisi pendukung |
|---|---|---|
| Normalisasi | Sekitar US$55/barel | Arus Hormuz dan kapasitas ekspor kawasan pulih secara berkelanjutan, penarikan stok darurat berakhir, persediaan komersial dibangun kembali, serta permintaan bahan bakar transportasi China tetap lemah. |
| Keseimbangan terbatas | Sekitar US$85–US$110/barel | Arus minyak hanya pulih sebagian, bantalan persediaan berangsur menyusut, dan China mempertahankan impor yang terbatas. Ini sejalan dengan periode Mei, ketika Brent berada di sekitar US$100–US$110 meski gangguan berat masih berlangsung. |
| Kekurangan pasokan kembali | Sekitar US$120–US$150/barel | Pembatasan transportasi berkepanjangan disertai kerusakan infrastruktur ekspor, persediaan yang makin terkuras, serta China kembali ke pasar spot untuk mengisi ulang stok. Analis yang dikutip ABC News menilai hambatan lalu lintas yang berlarut dapat mendorong harga ke US$95–US$120, sementara kerusakan infrastruktur besar dapat memicu lonjakan hingga US$150. |
Infrastruktur ekspor Arab Saudi sangat penting karena jalur yang memintas Hormuz dapat mengurangi ketergantungan pasar pada selat tersebut. Laporan pada September menyebut sebuah pipa minyak penting Arab Saudi menuju Laut Merah ditutup setelah serangan, sehingga membatasi salah satu jalur alternatif itu. 20 Artinya, pemulihan fisik infrastruktur ekspor—bukan sekadar pengumuman pembukaan kembali—menjadi syarat utama agar harga minyak dapat turun lebih jauh.
Pengurangan pembelian China menjadi penstabil kuat karena terjadi bersamaan dengan stok besar dan sistem transportasi yang semakin hemat minyak. Namun, China bukan sumber pasokan cadangan permanen bagi dunia.
Jika pelayaran kembali normal dan China mulai mengisi ulang stok, pembeliannya dapat pulih cepat pada saat minyak dari cadangan IEA tidak lagi menambah pasokan pasar. Sebaliknya, bila elektrifikasi dan permintaan bahan bakar yang lebih lemah terus menahan pembelian China saat jalur ekspor pulih, pasar memiliki lebih banyak ruang untuk membangun kembali persediaan.
Intinya, guncangan harga akibat Hormuz dapat diredam oleh gabungan penghancuran permintaan, cadangan strategis, dan penyesuaian pasokan. China merupakan salah satu komponen terbesar dari bantalan tersebut—tetapi keputusan pembeliannya ke depan juga dapat menentukan berapa lama bantalan itu bertahan. 17
18
33
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Impor minyak mentah China rata rata turun menjadi sekitar 8 juta barel per hari sejak April 2026, dari rata rata 11,5 juta barel per hari dalam lima tahun sebelumnya.
Impor minyak mentah China rata rata turun menjadi sekitar 8 juta barel per hari sejak April 2026, dari rata rata 11,5 juta barel per hari dalam lima tahun sebelumnya. Pelepasan 400 juta barel dari cadangan darurat negara anggota IEA memberi waktu bagi pasar, tetapi volumenya hanya setara sekitar empat hari konsumsi minyak dunia dan bukan pengganti arus ekspor yang terganggu.
Permintaan minyak China tampak melemah bukan hanya karena krisis: kendaraan listrik, truk berbahan bakar LNG, kereta cepat, dan perubahan ekonomi menahan kebutuhan bahan bakar transportasi.
Impor minyak mentah China rata rata turun menjadi sekitar 8 juta barel per hari sejak April 2026, dari rata rata 11,5 juta barel per hari dalam lima tahun sebelumnya. Pelepasan 400 juta barel dari cadangan darurat negara anggota IEA memberi waktu bagi pasar, tetapi volumenya hanya setara sekitar empat hari konsumsi...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How has China’s cut in crude-oil imports from 11–12 million to about five million barrels per day—using strategic stockpiles and a growing s. Article summary: China’s demand retrenchment has been a major price stabilizer: it removed a large buyer from the spot market just as Hormuz disruptions constrained supply, freeing cargoes for other importers and dampening the risk premi. Topic tags: general, general web, government, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
China menjadi salah satu penyangga sisi permintaan yang penting ketika gangguan di Selat Hormuz membatasi pasokan. Dengan memakai persediaan minyak yang telah dikumpulkan sebelumnya dan mengurangi pembelian minyak mentah, importir minyak mentah terbesar dunia itu menurunkan tekanan permintaan atas kargo yang masih tersedia bagi negara lain. Langkah ini tidak menghapus kekurangan pasokan, tetapi membantu membatasi lonjakan harga bersama pelepasan stok darurat dan tambahan produksi dari negara lain. 17
18
23
Angka yang kerap disebut—impor China jatuh dari 11–12 juta barel per hari menjadi sekitar 5 juta barel per hari—perlu dibaca dengan hati-hati. Rata-rata impor China dalam lima tahun sebelum krisis adalah 11,5 juta barel per hari, sedangkan rata-rata sejak April sekitar 8 juta barel per hari. Pengiriman pada Juni turun menjadi sekitar 40% dari tingkat sebelum perang; itu menjelaskan mengapa estimasi untuk satu bulan dapat terlihat jauh lebih drastis dibanding rata-rata setelah April. 18
Harga minyak ditentukan bukan hanya oleh berapa banyak pasokan yang hilang, melainkan juga oleh seberapa besar volume yang harus segera dicari pembeli di pasar. Ketika China mengurangi impor, kebutuhan penggantian tersebut ikut menyusut.
Data bea cukai China yang dikutip U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan impor minyak mentah China rata-rata 8,1 juta barel per hari pada kuartal II 2026, turun 32% dibanding kuartal sebelumnya. EIA menyimpulkan bahwa penurunan impor China mengurangi permintaan global dan meredam dampak kenaikan harga akibat terganggunya arus minyak melalui Hormuz. 17
Secara praktis, China dapat memenuhi sebagian kebutuhan domestiknya dari stok yang dikumpulkan sebelum konflik, alih-alih bersaing membeli minyak di pasar laut. Reuters melaporkan bahwa kebijakan penambahan cadangan sebelumnya menempatkan Beijing dalam posisi lebih siap menyerap guncangan, sementara pengurangan pembelian membebaskan kargo untuk importir lain. 18
Dampaknya besar, walau bukan satu-satunya faktor. Dalam 30 hari hingga 8 Mei, impor bersih minyak mentah China melalui laut dilaporkan turun 5,5 juta barel per hari secara tahunan. Pada periode itu, Brent berada di kisaran US$100–US$110 per barel meski selat tersebut sebagian besar masih tertutup. 19 Menjelang akhir musim panas, Brent berada di sekitar US$90 per barel setelah sempat mencapai sekitar US$145 pada April, menurut CSIS.
23
Negara anggota International Energy Agency (IEA) menyetujui penyediaan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat. Ini merupakan pelepasan terkoordinasi terbesar dalam sejarah lembaga tersebut. 39
Pelepasan ini berperan dalam dua hal:
Namun, stok darurat adalah jembatan sementara. Sebanyak 400 juta barel hanya setara sekitar empat hari konsumsi minyak global pada laju permintaan 2026—bukan pengganti untuk gangguan berkepanjangan di jalur ekspor utama. 45
48 Hingga awal September, sekitar tiga perempat volume pelepasan itu dilaporkan sudah masuk ke pasar, sementara persediaan minyak global turun sekitar 400 juta barel sepanjang tahun berjalan.
33
34
Nuansa pentingnya: IEA menyatakan stok yang cukup besar masih tersedia. Risiko utamanya bukan pasar kehabisan minyak sama sekali, melainkan bantalan yang bisa segera digunakan makin menipis. Setiap gangguan baru atau keterlambatan pemulihan ekspor pun akan lebih mudah memicu sensitivitas harga. 33
42
Sebagian penurunan impor China jelas bersifat siklis. Harga tinggi, gangguan pelayaran, penurunan operasi kilang, dan penggunaan stok bisa berbalik ketika kondisi kembali normal. Impor dapat naik lagi apabila kilang meningkatkan operasi, harga turun, atau Beijing memutuskan membangun ulang persediaannya.
Namun, ada pula tanda perubahan yang lebih struktural pada kebutuhan bahan bakar transportasi:
Tren tersebut tidak berarti impor minyak mentah China pasti turun mulus setiap tahun. Angka impor juga dipengaruhi ekspor produk kilang, kebijakan penyimpanan, dan pembelian yang didorong harga. Akan tetapi, pola lama berupa kenaikan tanpa henti dalam permintaan bahan bakar transportasi kini jauh lebih tidak pasti.
Rentang sekitar US$55 hingga US$150 per barel sebaiknya dipahami sebagai hasil dari kondisi yang berbeda, bukan sebagai satu proyeksi harga.
| Skenario | Kisaran indikatif Brent | Kondisi pendukung |
|---|---|---|
| Normalisasi | Sekitar US$55/barel | Arus Hormuz dan kapasitas ekspor kawasan pulih secara berkelanjutan, penarikan stok darurat berakhir, persediaan komersial dibangun kembali, serta permintaan bahan bakar transportasi China tetap lemah. |
| Keseimbangan terbatas | Sekitar US$85–US$110/barel | Arus minyak hanya pulih sebagian, bantalan persediaan berangsur menyusut, dan China mempertahankan impor yang terbatas. Ini sejalan dengan periode Mei, ketika Brent berada di sekitar US$100–US$110 meski gangguan berat masih berlangsung. |
| Kekurangan pasokan kembali | Sekitar US$120–US$150/barel | Pembatasan transportasi berkepanjangan disertai kerusakan infrastruktur ekspor, persediaan yang makin terkuras, serta China kembali ke pasar spot untuk mengisi ulang stok. Analis yang dikutip ABC News menilai hambatan lalu lintas yang berlarut dapat mendorong harga ke US$95–US$120, sementara kerusakan infrastruktur besar dapat memicu lonjakan hingga US$150. |
Infrastruktur ekspor Arab Saudi sangat penting karena jalur yang memintas Hormuz dapat mengurangi ketergantungan pasar pada selat tersebut. Laporan pada September menyebut sebuah pipa minyak penting Arab Saudi menuju Laut Merah ditutup setelah serangan, sehingga membatasi salah satu jalur alternatif itu. 20 Artinya, pemulihan fisik infrastruktur ekspor—bukan sekadar pengumuman pembukaan kembali—menjadi syarat utama agar harga minyak dapat turun lebih jauh.
Pengurangan pembelian China menjadi penstabil kuat karena terjadi bersamaan dengan stok besar dan sistem transportasi yang semakin hemat minyak. Namun, China bukan sumber pasokan cadangan permanen bagi dunia.
Jika pelayaran kembali normal dan China mulai mengisi ulang stok, pembeliannya dapat pulih cepat pada saat minyak dari cadangan IEA tidak lagi menambah pasokan pasar. Sebaliknya, bila elektrifikasi dan permintaan bahan bakar yang lebih lemah terus menahan pembelian China saat jalur ekspor pulih, pasar memiliki lebih banyak ruang untuk membangun kembali persediaan.
Intinya, guncangan harga akibat Hormuz dapat diredam oleh gabungan penghancuran permintaan, cadangan strategis, dan penyesuaian pasokan. China merupakan salah satu komponen terbesar dari bantalan tersebut—tetapi keputusan pembeliannya ke depan juga dapat menentukan berapa lama bantalan itu bertahan. 17
18
33
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Impor minyak mentah China rata rata turun menjadi sekitar 8 juta barel per hari sejak April 2026, dari rata rata 11,5 juta barel per hari dalam lima tahun sebelumnya.
Impor minyak mentah China rata rata turun menjadi sekitar 8 juta barel per hari sejak April 2026, dari rata rata 11,5 juta barel per hari dalam lima tahun sebelumnya. Pelepasan 400 juta barel dari cadangan darurat negara anggota IEA memberi waktu bagi pasar, tetapi volumenya hanya setara sekitar empat hari konsumsi minyak dunia dan bukan pengganti arus ekspor yang terganggu.
Permintaan minyak China tampak melemah bukan hanya karena krisis: kendaraan listrik, truk berbahan bakar LNG, kereta cepat, dan perubahan ekonomi menahan kebutuhan bahan bakar transportasi.