Mitchnick menjelaskan bahwa proses pemisahan Bitcoin dari ekuitas AS sudah dimulai sejak awal tahun 2026 . Awalnya, tren ini justru merugikan Bitcoin. Saat saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) melonjak, harga Bitcoin justru stagnan atau bahkan turun . Namun, semuanya berubah pada Juli ketika saham AI mengalami koreksi tajam. Bitcoin justru tampil lebih baik secara signifikan .
"Decoupling ini sehat karena menjadi bagian dari tesis yang diyakini banyak orang tentang Bitcoin sebagai diversifikasi dan potensi lindung nilai terhadap risiko-risiko ekstrem (left-tail risks) yang ada di tempat lain dalam portofolio," ujar Mitchnick, seperti dikutip .
Analisis Mitchnick ini bukan tanpa dasar. Ia telah mengembangkan argumen ini selama lebih dari setahun, bahwa Bitcoin tidak bergerak seirama dengan saham . Data historis menunjukkan bahwa pada saat pasar saham sedang tertekan, korelasi Bitcoin dengan Indeks Nasdaq 100 bahkan bisa mencapai -0,43 — artinya, saat saham teknologi turun, Bitcoin justru naik .
Pergeseran sentimen ini tidak hanya sebatas kata-kata. Arus masuk ke ETF spot Bitcoin di AS mencapai sekitar US$853,5 juta pada pekan yang berakhir 7 Agustus . Ini adalah minggu dengan arus masuk terkuat sejak pertengahan April . ETF Bitcoin milik BlackRock sendiri, yaitu iShares Bitcoin Trust (IBIT), berhasil menarik lebih dari 80% dari total arus masuk mingguan tersebut . Hingga 7 Agustus, IBIT masih menjadi ETF spot Bitcoin terbesar di AS dengan aset bersih senilai US$48,51 miliar .
Mitchnick menggambarkan arus masuk ini sebagai bukti nyata bahwa investor institusi sedang 'membeli saat harga turun' (buying the dip) . Data juga menunjukkan bahwa aliran dana ini lebih mencirikan kepemilikan jangka panjang, bukan sekadar perdagangan spekulatif, sehingga memperkuat peran Bitcoin sebagai alat diversifikasi dan lindung nilai yang semakin matang .
Dalam beberapa bulan terakhir, harga Bitcoin bergerak dalam kisaran antara US$60.000 hingga US$65.000 . Hingga awal Agustus, Bitcoin tercatat masih turun hampir 30% sejak awal tahun . Meskipun harga terkoreksi dan ada insiden keamanan terkait Coldcard yang mungkin mendorong sebagian pengguna untuk beralih dari penyimpanan mandiri ke ETF yang teregulasi, Mitchnick menyiratkan bahwa harga bisa naik 'secara signifikan' dari level saat ini .
Pernyataan Mitchnick memiliki bobot yang besar karena BlackRock mengelola aset lebih dari US$10 triliun dan ETF IBIT-nya menjadi barometer akses institusional ke Bitcoin. Kombinasi antara pemisahan dari saham, arus masuk ETF yang deras, dan dukungan eksplisit terhadap kasus diversifikasi Bitcoin menunjukkan bahwa manajer aset terbesar di dunia ini melihat kisaran harga Bitcoin saat ini bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai jendela akumulasi.
Perubahan ini 'terlihat namun halus' — bukan sinyal beli yang menggelegar, melainkan pengakuan tenang bahwa kelas aset ini sedang berevolusi ke arah yang turut dibentuk oleh BlackRock melalui produk ETF-nya.