Sebuah tembok batu dan kayu yang terpelihara sepanjang sekitar 20 meter ditemukan di bawah rumah sakit Hôtel-Dieu, di Île de la Cité, pusat kota Paris. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Lutetia—kota suku Parisii yang kelak dikaitkan dengan asal-usul Paris—berada di pulau tersebut. Namun, bukti yang ada belum cukup untuk memastikan fungsi dan usia tembok, apalagi menyimpulkan bahwa Lutetia pasti berada di sana dan bukan di Nanterre.
1
2
4
Mengapa tembok ini penting dalam perdebatan lokasi Lutetia?
Île de la Cité sejak lama dianggap sebagai pusat Lutetia. Namun, temuan arkeologi juga memunculkan teori bahwa permukiman suku Parisii berada di Nanterre, sebelah barat Paris. Karena itu, ditemukannya struktur yang diduga berciri benteng Galia di pulau tersebut menjadi petunjuk penting. Jika kelak dipastikan sebagai bagian dari benteng Lutetia, tembok ini akan menjadi bukti fisik yang lebih kuat bagi lokasi itu. Untuk saat ini, penafsiran tersebut masih berupa kemungkinan, bukan kesimpulan final.
2
4
12
Para peneliti menemukan struktur batu dan kayu yang tersisa sepanjang kira-kira 20 meter. Teknik pembuatannya dinilai menyerupai konstruksi pertahanan Galia. Sebuah mata tombak Galia juga ditemukan di dekat tembok. Temuan-temuan ini selaras dengan kemungkinan adanya komunitas Galia di pulau tersebut, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa tembok itu merupakan batas pertahanan Lutetia.
1
7
14
Apa yang bisa diketahui dari penanggalannya?
Sejumlah laporan menyebut tembok itu berasal dari Zaman Besi atau periode Gallo-Romawi. Analisis karbon-14 awal terhadap unsur kayunya memberikan rentang sekitar 200 hingga 10 SM. Rentang yang cukup lebar ini belum menunjukkan secara tepat kapan tembok dibangun atau dihancurkan.
2
3
14
Rentang tersebut mencakup tahun 52 SM, yang dikaitkan dengan kampanye Julius Caesar melawan suku Parisii dalam catatan Perang Galia. Namun, hasil penanggalan yang mencakup tahun itu bukan berarti tembok tersebut pasti dibangun atau terbakar pada 52 SM.
14
16
Apakah bekas kebakaran membuktikan kisah Caesar?
Bekas terbakar pada tembok membuat dugaan bahwa bangunan itu pernah dilalap api layak diteliti. Beberapa laporan juga menyebut adanya material terbakar di lokasi tersebut. Meski begitu, jejak api saja tidak dapat memastikan kapan kebakaran terjadi, apa penyebabnya, atau siapa yang memicunya.
3
14
16
Temuan ini mungkin sejalan dengan kisah Caesar bahwa orang Galia membakar Lutetia sebelum berhadapan dengan pasukan Romawi. Namun, belum ada bukti yang memastikan bahwa peristiwa pada 52 SM itulah yang membakar tembok tersebut. Kesesuaian antara temuan arkeologi dan catatan sejarah menjadi petunjuk untuk diteliti, bukan pembenaran atas seluruh kisah itu.
7
16
Île de la Cité makin kuat, tetapi Nanterre belum tersisih
Tembok, teknik bangunan yang menyerupai konstruksi Galia, mata tombak, dan bekas kebakaran bersama-sama memperkuat posisi Île de la Cité dalam perdebatan tentang lokasi Lutetia. Namun, fungsi dan penanggalan yang lebih pasti masih diperlukan untuk memastikan bahwa tembok itu merupakan benteng suku Parisii dan mengaitkan kehancurannya dengan tahun 52 SM. Untuk sementara, temuan ini menggeser bobot perdebatan ke arah pulau tersebut, tetapi belum menyelesaikan persaingan teori antara Île de la Cité dan Nanterre.
2
7
8