Perbedaan utama Clouted dibanding banyak alat clipping video adalah loop eksperimen berkelanjutan.
Alih‑alih mengunggah beberapa klip dan berharap salah satunya viral, platform ini menjalankan banyak eksperimen secara paralel. Sistemnya menguji berbagai variabel seperti:
Data performa dari setiap posting kemudian masuk ke lapisan analitik yang disebut Distribution Intelligence. Dari sini, sistem belajar format mana yang paling sering berhasil, audiens mana yang paling responsif, dan platform mana yang memberikan jangkauan terbesar.
Dengan kata lain, setiap kampanye menjadi data pelatihan untuk kampanye berikutnya.
Bagi brand dan agensi pemasaran, video pendek memang sangat efektif—tetapi operasionalnya sering berantakan.
Biasanya prosesnya melibatkan:
Clouted mencoba mengotomatisasi dua bagian utama sekaligus: pembuatan klip dan distribusinya dalam skala besar. Dengan begitu tim pemasaran tidak perlu mengoordinasikan puluhan kreator, akun sosial, dan strategi distribusi secara manual.
Pendekatan ini memperlakukan konten viral sebagai eksperimen pertumbuhan yang bisa diskalakan, bukan sekadar keberuntungan kreatif.
Clouted didirikan oleh Justin Banusing, yang sebelumnya aktif di dunia musik elektronik dan produksi festival.
Ia pertama kali menggunakan teknologi ini untuk mempromosikan &Friends, sebuah festival musik elektronik dan budaya pop di Manila, Filipina. Dengan memproduksi dan menyebarkan banyak klip pendek dari pertunjukan dan konten terkait, pendekatan ini membantu meningkatkan perhatian terhadap festival tersebut—dan kemudian berkembang menjadi platform startup yang lebih luas.
Untuk mempercepat pengembangan platformnya, Clouted mengumpulkan $7 juta dalam pendanaan tahap seed.
Pendanaan tersebut dipimpin oleh Slow Ventures, dengan partisipasi dari investor lain termasuk Gold House Ventures, Weekend Fund, Peak XV’s Surge, dan sejumlah investor tambahan.
Perusahaan ini juga mengikuti program akselerator Speedrun milik Andreessen Horowitz (a16z) pada tahun 2024, yang fokus pada startup di persimpangan teknologi dan industri hiburan.
Beberapa startup lain juga mengembangkan alat otomatis untuk memotong video panjang menjadi klip pendek. Clouted memang bersaing di kategori tersebut, tetapi ambisinya lebih besar.
Perusahaan ini ingin membangun infrastruktur pemasaran untuk industri hiburan dan brand konsumen, bukan sekadar alat editing video.
Artinya, platform tersebut menggabungkan beberapa komponen sekaligus:
Jika berhasil, keunggulan utamanya akan datang dari data eksperimen besar‑besaran tentang klip, audiens, dan algoritma platform sosial.
Ide dasar di balik Clouted adalah bahwa konten viral bukan sekadar keberuntungan.
Menurut pendekatan mereka, viralitas lebih mungkin terjadi jika sebuah sistem mampu menjalankan eksperimen dalam jumlah besar dengan umpan balik yang sangat cepat.
Dengan memadukan AI, jaringan kreator besar, dan loop pengujian berkelanjutan, Clouted berharap bisa mengubah pemasaran video pendek menjadi sistem pertumbuhan yang lebih terukur dan berbasis data.
Apakah viralitas benar‑benar bisa "diproduksi" secara konsisten masih menjadi pertanyaan terbuka. Namun pendekatan seperti ini mencerminkan perubahan besar dalam dunia pemasaran digital—di mana distribusi yang paham algoritma dan eksperimen skala besar semakin menjadi kunci pertumbuhan.
Comments
0 comments