Pharos dan KUN mencoba memodernisasi sistem tersebut dengan mendigitalkan aset kredit yang mendasarinya dan memindahkannya ke blockchain. Dengan cara ini, aset tersebut dapat diproses lebih cepat dan berpotensi memiliki likuiditas lebih tinggi.
Kemitraan ini menggabungkan blockchain Layer‑1 kelas institusional milik Pharos dengan infrastruktur pembayaran global KUN yang berlisensi dan beroperasi di Asia, Afrika, Amerika Latin, serta Timur Tengah. Tujuannya adalah menghubungkan aset keuangan yang ditokenisasi langsung dengan jaringan pembayaran global yang sudah diatur regulator.
Beberapa komponen utama sedang disiapkan untuk memindahkan pembiayaan rantai pasok ke ekosistem on‑chain.
Salah satu konsep inti adalah menokenisasi aset kredit rantai pasok, termasuk invoice perdagangan dan piutang usaha. Ketika aset tersebut direpresentasikan sebagai token di blockchain, mereka dapat menjadi lebih mudah diperdagangkan atau dibiayai oleh penyedia likuiditas.
Bagi bisnis yang menunggu pembayaran dari pelanggan, model ini berpotensi meningkatkan efisiensi modal kerja karena piutang dapat didanai lebih cepat.
Kemitraan ini juga menargetkan penyelesaian transaksi secara native di blockchain menggunakan aset digital. Alih‑alih melewati banyak perantara dalam pembayaran lintas negara, transaksi dapat diselesaikan langsung di jaringan blockchain.
Tujuannya adalah mengurangi hambatan penyelesaian dan mempercepat arus pembayaran dalam perdagangan B2B global.
Solusi lain yang sedang dijajaki adalah kartu virtual tingkat perusahaan yang terhubung dengan aset berbasis blockchain. Alat ini dapat memberi perusahaan cara yang lebih fleksibel untuk mengakses atau membelanjakan likuiditas yang terkait dengan instrumen keuangan yang ditokenisasi.
Aspek kepatuhan juga menjadi fokus utama. KUN mengoperasikan infrastruktur pembayaran digital yang memiliki lisensi di berbagai pasar berkembang, sehingga aset tokenisasi dan transaksi on‑chain dapat terhubung dengan jaringan pembayaran nyata yang tunduk pada regulasi.
Gabungan teknologi blockchain dan jaringan pembayaran berlisensi ini diharapkan menciptakan sistem di mana kredit rantai pasok dapat diterbitkan, dibiayai, dan diselesaikan secara digital dalam satu ekosistem terpadu.
Kemitraan ini juga sejalan dengan strategi yang lebih luas dari Pharos, yaitu membangun ekosistem RealFi (Real‑World Finance)—konsep yang memfokuskan blockchain pada aset dan aktivitas ekonomi dunia nyata.
KUN juga bergabung dalam kohort strategis ketiga RealFi Alliance, sebuah inisiatif ekosistem yang mempertemukan penerbit aset, penyedia infrastruktur, dan institusi keuangan untuk mendorong aktivitas ekonomi nyata di jaringan Pharos.
Tujuan aliansi tersebut adalah membawa proyek aset dunia nyata dari tahap eksperimen menuju implementasi on‑chain yang lebih standar dan dapat diskalakan.
Pharos juga sedang memperluas infrastrukturnya untuk tokenisasi aset dunia nyata. Pada April 2026, perusahaan mengumumkan pendanaan Series A sebesar 44 juta dolar AS, yang membuat total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 52 juta dolar AS. Dana ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur aset dunia nyata di blockchain.
Ekspansi ekosistem melalui RealFi Alliance serta kemitraan seperti dengan KUN menunjukkan strategi yang lebih besar: membangun jaringan blockchain yang dirancang khusus untuk penyelesaian transaksi institusional, pasar kredit yang ditokenisasi, dan arus keuangan global.
Jika berhasil diadopsi secara luas, kolaborasi Pharos–KUN dapat menunjukkan bagaimana blockchain digunakan untuk mengatasi salah satu masalah lama dalam perdagangan global: pembiayaan perdagangan yang lambat dan terfragmentasi.
Dengan menokenisasi kredit rantai pasok dan menghubungkannya dengan jaringan pembayaran global yang patuh regulasi, invoice dan piutang dapat berubah dari dokumen statis menjadi aset finansial yang dapat diprogram, diperdagangkan, dan diselesaikan langsung di blockchain.
Keberhasilan model ini pada akhirnya akan bergantung pada adopsi oleh lembaga keuangan, regulator, dan perusahaan besar yang terlibat dalam perdagangan internasional. Namun langkah ini mencerminkan arah yang semakin jelas di industri blockchain: fokus pada infrastruktur keuangan dunia nyata, bukan hanya pasar kripto murni.
Comments
0 comments