MetaMask Card memungkinkan pengguna membayar dengan aset DeFi yang menghasilkan yield seperti aUSDC atau amUSD tanpa menarik dana dari Aave lebih dulu. Dana tetap berada di pasar pinjaman DeFi dan terus menghasilkan bunga hingga saat transaksi terjadi; hanya jumlah yang diperlukan yang dikonversi saat checkout.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How does the new collaboration between Aave, MetaMask, and Mastercard enable users to spend yield‑bearing DeFi assets like aUSDC and amUSD d. Article summary: The collaboration lets MetaMask Card users spend certain yield-bearing DeFi balances directly at checkout instead of first withdrawing them from DeFi into a separate spending wallet. In practice, supported balances such . Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Technical guides for developers.Security. As part of its strategy to make DeFi more accessible to everyday users, MetaMask selected Aave as its DeFi lending partner to power Stable" source context "MetaMask | Aave" Reference image 2: visual subject "## Back to BlogAave and MetaMask Bring DeFi to Traditional Payme
Kolaborasi antara Aave, MetaMask, dan Mastercard membuka cara baru menggunakan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dalam transaksi sehari‑hari. Alih‑alih menarik dana dari protokol DeFi sebelum membelanjakannya, pengguna kini bisa membayar langsung dari aset yang menghasilkan yield seperti aUSDC atau amUSD melalui MetaMask Card.
Inovasi utamanya: aset tersebut dapat tetap tersimpan di pasar pinjaman DeFi dan terus menghasilkan bunga hingga detik transaksi terjadi. Saat pembayaran dilakukan, sistem hanya mengonversi jumlah yang diperlukan untuk transaksi, sementara sisa saldo tetap diinvestasikan dan terus menghasilkan yield.
Integrasi ini menggabungkan infrastruktur DeFi dengan jaringan pembayaran tradisional.
Menyetor stablecoin ke Aave
Pengguna menyetor aset seperti USDC ke pasar pinjaman Aave. Sebagai gantinya, mereka menerima token berbunga seperti aUSDC, yang mewakili deposito tersebut dan otomatis mengakumulasi bunga dari aktivitas peminjaman di protokol.
Menyimpan token berbunga di MetaMask
MetaMask mengintegrasikan infrastruktur Aave melalui fitur seperti stablecoin yield tools, sehingga pengguna bisa menyimpan dan mengelola token berbunga langsung dari dompet self‑custody mereka.
Menghubungkan dompet ke MetaMask Card
MetaMask Card menghubungkan dompet pengguna dengan jaringan pembayaran Mastercard. Dengan begitu, merchant dapat memproses pembayaran seperti kartu debit biasa, sementara sumber dananya tetap berasal dari saldo on‑chain.
Konversi otomatis saat checkout
Ketika pengguna melakukan pembelian, sistem hanya mengonversi jumlah yang dibutuhkan dari aset berbunga tersebut untuk menyelesaikan pembayaran. Sisa dana tetap tersimpan di Aave dan terus menghasilkan bunga hingga saat itu.
Model ini menghilangkan langkah rumit yang biasanya diperlukan dalam DeFi, seperti menarik dana ke bursa terpusat atau memindahkannya ke dompet khusus untuk belanja.
Token seperti aUSDC adalah inti dari mekanisme ini karena mereka mewakili deposito di pasar pinjaman Aave. Ketika peminjam membayar bunga, nilai token tersebut meningkat seiring waktu sehingga pemegangnya otomatis mendapatkan yield.
Dokumentasi resmi MetaMask menyebut aUSDC dan amUSD sebagai token yang dapat digunakan untuk mendanai transaksi kartu di jaringan tertentu, misalnya Linea.
Karena token ini mewakili deposito yang menghasilkan bunga, dana pengguna tetap "bekerja" di ekosistem DeFi hingga saat mereka membelanjakannya.
Peluncuran MetaMask Card dilakukan secara bertahap:
Saat ini kartu tersebut tersedia di berbagai wilayah termasuk Amerika Serikat, Eropa, Argentina, Brasil, Kanada, Kolombia, Meksiko, Swiss, dan Inggris, dengan ekspansi ke negara lain direncanakan.
MetaMask Card dapat terhubung ke beberapa jaringan blockchain untuk menyelesaikan transaksi:
Namun, dukungan jaringan bisa berbeda tergantung wilayah. Misalnya, Solana belum didukung di Amerika Serikat, dan jaringan tertentu memiliki pembatasan di beberapa negara bagian.
Daftar token yang didukung juga berbeda menurut jaringan dan wilayah. Untuk banyak pengguna di luar AS, token yang didukung meliputi:
Sementara itu, pengguna di AS biasanya memiliki pilihan token yang lebih terbatas sesuai kebijakan jaringan dan regulasi regional.
Secara pengalaman, MetaMask Card bekerja mirip kartu debit biasa—bedanya, sumber dananya adalah aset kripto.
Beberapa detail penting:
Selain itu, setiap transaksi mungkin memerlukan biaya gas blockchain kecil tergantung jaringan yang digunakan untuk penyelesaian transaksi.
Sebelum integrasi ini, menggunakan keuntungan DeFi di dunia nyata biasanya memerlukan beberapa langkah tambahan:
Kolaborasi Aave–MetaMask–Mastercard menghilangkan sebagian besar proses tersebut. Dengan menghubungkan aset on‑chain yang dikendalikan sendiri (self‑custody) langsung ke infrastruktur pembayaran global, pengguna dapat:
Pendekatan ini pada dasarnya mengubah deposito DeFi menjadi saldo yang bisa langsung dibelanjakan, sebuah langkah yang semakin mendekatkan DeFi dengan sistem pembayaran sehari‑hari tanpa meninggalkan ekosistem blockchain.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
MetaMask Card memungkinkan pengguna membayar dengan aset DeFi yang menghasilkan yield seperti aUSDC atau amUSD tanpa menarik dana dari Aave lebih dulu.
MetaMask Card memungkinkan pengguna membayar dengan aset DeFi yang menghasilkan yield seperti aUSDC atau amUSD tanpa menarik dana dari Aave lebih dulu. Dana tetap berada di pasar pinjaman DeFi dan terus menghasilkan bunga hingga saat transaksi terjadi; hanya jumlah yang diperlukan yang dikonversi saat checkout.
Kartu ini pertama kali diluncurkan di Eropa pada Juli 2025 dan diperluas ke seluruh Amerika Serikat pada Februari 2026 melalui jaringan pembayaran global Mastercard.